Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi
- account_circle KangHasan
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Hujan deras yang disertai angin kencang di Cidahu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali membawa duka bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah sederhana milik Hery, warga Kampung Panagan, RT 04 RW 02, roboh diterjang cuaca ekstrem pada Kamis pagi (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Rumah yang dihuni satu kepala keluarga (KK) itu mengalami kerusakan berat dan dinyatakan tidak layak huni. Bangunan yang sebagian besar masih berdinding bilik ambruk, menyisakan puing-puing kayu dan material bangunan yang berserakan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini membuat keluarga korban kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Menurut keterangan warga sekitar, hujan turun cukup deras sejak pagi hari, disertai tiupan angin kencang yang berlangsung beberapa menit sebelum rumah tersebut roboh. Kondisi bangunan yang sederhana diduga tidak mampu menahan tekanan angin yang datang tiba-tiba.
Warga Gotong Royong, Korban Butuh Bantuan Darurat
Kondisi rumah Hery nyaris rata dengan tanah. Warga sekitar tampak bergotong royong membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga dokumen penting.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pemerintah desa dan pihak terkait. Warga berharap ada peninjauan langsung dari pemerintah daerah, sekaligus bantuan darurat bagi keluarga terdampak.
“Yang dibutuhkan sekarang tempat tinggal sementara dan kebutuhan logistik. Kasihan kalau harus bertahan di puing rumah,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai bentuk penanganan lanjutan. Namun masyarakat berharap kejadian ini tidak luput dari perhatian, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Januari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa akhir Januari hingga awal Februari masih menjadi periode rawan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.
BMKG menyebutkan, kondisi atmosfer yang labil berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah. Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga robohnya rumah dengan konstruksi tidak permanen.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin. Warga diminta mengamankan barang-barang di luar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman.
Perlu Antisipasi dan Respon Cepat
Kejadian robohnya rumah akibat angin kencang di Cidahu menjadi pengingat bahwa ancaman cuaca ekstrem bukan sekadar isu musiman. Diperlukan langkah antisipatif, mulai dari penguatan bangunan sederhana, edukasi kebencanaan di tingkat desa, hingga respon cepat pemerintah ketika bencana terjadi.
Bagi keluarga korban, harapan kini tertuju pada bantuan dan uluran tangan semua pihak agar mereka bisa segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Sementara bagi warga lainnya, kewaspadaan menjadi kunci menghadapi sisa musim hujan yang masih menyimpan potensi bahaya. (KH)
- Penulis: KangHasan
