Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIHujan deras yang disertai angin kencang di Cidahu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali membawa duka bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah sederhana milik Hery, warga Kampung Panagan, RT 04 RW 02, roboh diterjang cuaca ekstrem pada Kamis pagi (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Rumah yang dihuni satu kepala keluarga (KK) itu mengalami kerusakan berat dan dinyatakan tidak layak huni. Bangunan yang sebagian besar masih berdinding bilik ambruk, menyisakan puing-puing kayu dan material bangunan yang berserakan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini membuat keluarga korban kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Menurut keterangan warga sekitar, hujan turun cukup deras sejak pagi hari, disertai tiupan angin kencang yang berlangsung beberapa menit sebelum rumah tersebut roboh. Kondisi bangunan yang sederhana diduga tidak mampu menahan tekanan angin yang datang tiba-tiba.

Warga Gotong Royong, Korban Butuh Bantuan Darurat

Kondisi rumah Hery nyaris rata dengan tanah. Warga sekitar tampak bergotong royong membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga dokumen penting.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pemerintah desa dan pihak terkait. Warga berharap ada peninjauan langsung dari pemerintah daerah, sekaligus bantuan darurat bagi keluarga terdampak.

“Yang dibutuhkan sekarang tempat tinggal sementara dan kebutuhan logistik. Kasihan kalau harus bertahan di puing rumah,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai bentuk penanganan lanjutan. Namun masyarakat berharap kejadian ini tidak luput dari perhatian, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Januari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa akhir Januari hingga awal Februari masih menjadi periode rawan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.

BMKG menyebutkan, kondisi atmosfer yang labil berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah. Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga robohnya rumah dengan konstruksi tidak permanen.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin. Warga diminta mengamankan barang-barang di luar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman.

Perlu Antisipasi dan Respon Cepat

Kejadian robohnya rumah akibat angin kencang di Cidahu menjadi pengingat bahwa ancaman cuaca ekstrem bukan sekadar isu musiman. Diperlukan langkah antisipatif, mulai dari penguatan bangunan sederhana, edukasi kebencanaan di tingkat desa, hingga respon cepat pemerintah ketika bencana terjadi.

Bagi keluarga korban, harapan kini tertuju pada bantuan dan uluran tangan semua pihak agar mereka bisa segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Sementara bagi warga lainnya, kewaspadaan menjadi kunci menghadapi sisa musim hujan yang masih menyimpan potensi bahaya. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

  • 520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Star Energy Geothermal (SEG) melalui operasional PLTP Salak. Sebanyak 520 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor kini merasakan manfaat akses listrik gratis melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas yang dijalankan secara bertahap sejak 2018. Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang sebelumnya belum […]

  • Tasik Oktober Festival 2025

    Raksa Budaya Santun Tasik Oktober Festival 2025

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Semangat kebudayaan dan kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Tasik Oktober Festival 2025 yang berlangsung di Lapang Karangsambung, Kecamatan Cibeureum, Selasa (21/10/2025). Ribuan warga dari berbagai penjuru kota tumpah ruah menikmati rangkaian acara Raksa Budaya Santun yang menjadi salah satu agenda utama festival tersebut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana penuh warna, […]

  • FIK Unsil Edukasi Siswa SMAN 7 Tasikmalaya soal Fenomena LGBT

    FIK Unsil Edukasi Siswa SMAN 7 Tasikmalaya soal Fenomena LGBT

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 208
    • 0Komentar

    FIK Unsil menggelar edukasi di SMAN 7 Tasikmalaya untuk memperkuat karakter dan resiliensi remaja menghadapi fenomena LGBT.

  • 426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Data KPAI mencatat 426 kasus kekerasan terhadap anak dalam empat bulan. Mengapa kasus ini terus berulang?

  • Proyek Drainase Irigasi P3A Rp195 Juta di Copong Garut Rusak, Warga Protes

    Proyek Drainase Irigasi P3A Rp195 Juta di Copong Garut Rusak, Warga Protes

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Proyek drainase irigasi P3A senilai Rp195 juta di Copong Garut rusak setelah sekitar setahun, kualitas pekerjaan dipertanyakan.

expand_less