Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAMalam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di bangku kelas IV SD dan menempati peringkat dua. Malam hari, ia berdiri di trotoar, menengadahkan tangan.

Inilah wajah nyata kemiskinan di Kota Tasikmalaya—bukan sekadar angka statistik, bukan sekadar grafik dalam laporan tahunan, melainkan seorang anak yang memikul beban hidup terlalu dini. Sungguh sebuah ironi di Kota Santri.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya: Fakta yang Tak Bisa Lagi Disangkal

Selama ini, kemiskinan di Kota Tasikmalaya sering dibicarakan dalam forum resmi. Namun kasus Nisa memaksa publik melihat realitas secara lebih konkret. Ia berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota hampir setiap malam. Jarak beberapa kilometer ditempuh bukan untuk bermain, melainkan untuk mengemis bersama adiknya.

Pertanyaannya sederhana namun menyakitkan: bagaimana mungkin siswi berprestasi harus mencari receh di jalanan?

Fenomena anak mengemis di lampu merah atau depan rumah makan memang bukan hal baru. Namun ketika yang berdiri di trotoar adalah siswa ranking dua di kelasnya, publik tak lagi bisa menganggap ini sebagai “pemandangan biasa”. Ini adalah alarm keras tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang belum tertangani secara sistemik.

Sejak berita mengenai Nisa tayang dan viral pada 25 Februari 2026, reaksi masyarakat berdatangan. Ada warga yang ingin membantu. Ada yang menanyakan alamat, ada yang ingin memberi donasi, ada pula yang sekadar menyampaikan kegelisahan.

Empati publik muncul cepat. Namun empati saja tidak cukup.

Peran Media dan Respons Pemerintah

Kasus ini juga membuktikan satu hal penting: media masih memiliki daya dorong perubahan. Ketika kisah Nisa dipublikasikan, perhatian tak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah kecamatan.

Camat Cipedes, Cecep Ridwan, langsung menghubungi redaksi untuk menggali informasi lebih lanjut. Memang belum ada kebijakan konkret yang diumumkan. Namun komunikasi awal itu menjadi sinyal bahwa persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak sepenuhnya diabaikan.

Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini menunjukkan manfaat nyata media massa.

“Masalah sosial sebenarnya terjadi setiap hari, tapi sering tidak mendapat perhatian. Setelah diungkap media, barulah muncul kepedulian,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya membutuhkan sorotan yang konsisten, bukan sekadar respons sesaat.

Sinergi yang Bisa Mengubah Dampak

Sorotan lain datang dari Asep Ishak, Sekretaris Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif). Ia menilai kasus ini sebagai contoh konkret bagaimana sinergi positif dapat tercipta.

“Peristiwa ini menjadi bukti ketika terjadi sinergi yang positif, indah, dan harmonis antara pemerintah daerah dengan media, maka akan tercipta dampak yang sangat nyata bahkan bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Asep.

Pernyataan tersebut bukan retorika. Ketika media menyuarakan fakta dan pemerintah merespons dengan komunikasi terbuka, maka potensi solusi menjadi jauh lebih besar. Kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak akan selesai hanya dengan bantuan sporadis. Diperlukan koordinasi lintas sektor—pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat.

Momentum Ramadhan seharusnya menjadi titik tolak refleksi. Bulan suci bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. Jika satu anak saja harus memilih antara belajar dan mencari uang di jalan, maka ada sistem yang perlu dibenahi.

Jangan Biarkan Ini Hanya Viral Sesaat

Kisah Nisa kini telah menjadi simbol. Simbol tentang anak-anak yang memiliki potensi, tetapi terhimpit keadaan. Simbol tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang masih nyata di sudut-sudut kota yang tampak berkembang.

Di ruang kelas, ia mungkin bercita-cita tinggi. Namun di jalanan malam, ia hanya berharap cukup uang untuk membeli beras esok hari. Kontras ini terlalu tajam untuk diabaikan.

Pertanyaan besarnya: apakah kisah ini akan berhenti sebagai berita viral yang mengundang simpati sementara? Atau justru menjadi titik awal langkah konkret untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang berdiri di trotoar saat malam tiba?

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya bukan isu yang bisa ditunda. Ia hadir setiap hari, dalam wujud anak-anak yang kehilangan masa kecilnya. Jika sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat benar-benar dijaga, maka kisah seperti Nisa seharusnya tidak terulang.

Karena kota yang maju bukan hanya diukur dari ramainya pusat perbelanjaan atau padatnya lalu lintas. Kota yang maju diukur dari kemampuannya melindungi anak-anaknya.

Dan saat ini, Kota Tasikmalaya dan warganya sedang diuji, akankah peristiwa ini menjadi pemicu yang positif ? (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gibran ke Tasikmalaya:  Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    Gibran ke Tasikmalaya: Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, aparat gabungan mulai bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi pusat pengamanan adalah area depan Pasar Cikurubuk, pasar terbesar di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi hari, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan […]

  • Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan inspeksi langsung ke Terminal Bubulak pascahujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Rabu (31/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi terminal yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan fungsi infrastruktur berjalan optimal. Saat berkeliling di area terminal, Dedie Rachim menemukan adanya […]

  • Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pantai Talanca yang berada di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Kawasan wisata pesisir yang sempat viral beberapa tahun lalu itu lagi-lagi dipenuhi tumpukan sampah kain yang berserakan di sepanjang garis pantai. Pantai Talanca, yang terletak di Desa Loji, sebelumnya pernah masuk daftar pantai terkotor di Indonesia versi Pandawara […]

  • Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Tongkat komando di lingkungan Polres Sukabumi Kota resmi berpindah tangan. Pergantian Kapolres Sukabumi ini menandai dimulainya kepemimpinan AKBP Ardian Satrio Utomo sebagai Kapolres Sukabumi Kota, menggantikan AKBP Rita Suwadi yang mendapat amanah baru sebagai Kapolres Majalengka. Pergantian tersebut merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025. Polda Jawa […]

  • maraknya-pelecehan-seksual-di-berbagai-aspek-kehidupan-opini wartaloka

    MARAK NYA PELECEHAN DI BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Maraknya pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, tempat umum, hingga dunia digital menjadi sorotan. Simak pandangan mengenai akar persoalan dan solusi pencegahannya.

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang Bukit Cikuya di Kampung Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam publik setelah video kondisi penambangan di kawasan tersebut viral di media sosial. Sorotan ini tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta aparat provinsi segera turun tangan. Baca […]

expand_less