Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan
- account_circle KangHasan
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan.
Lokasi kejadian berada sekitar 15 kilometer dari kantor administrasi PT Antam. Sejumlah warga yang mendapat informasi awal berupaya mendekat hingga ke gerbang kawasan tambang. Dari keterangan warga, terdapat dugaan sejumlah pekerja masih berada di dalam lubang tambang saat peristiwa terjadi. Hingga siang hari, otoritas belum memastikan jumlah maupun kondisi korban.
Asap Tebal Picu Kekhawatiran Warga
Informasi awal menyebutkan kepulan asap muncul dari dalam area tambang sejak pagi hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat kawasan tersebut dikenal memiliki jalur tambang bawah tanah dengan risiko gas beracun.
Camat Nanggung, AE Saepuloh, membenarkan adanya insiden di kawasan tambang PT Antam. Ia menyebut pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan penanganan awal.
“Perusahaan akan segera melakukan identifikasi karena lokasi masih berada dalam wilayah tambang IUP,” ujar Saepuloh. Ia menegaskan laporan resmi akan disampaikan setelah pihak perusahaan menyelesaikan pengecekan di lapangan.
Kadar Gas Tinggi, Evakuasi Belum Bisa Dilakukan
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memastikan unsur Forkopimda Kabupaten Bogor telah turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi dan kesiapan evakuasi. Namun, tingginya kadar gas di dalam lubang tambang menjadi kendala utama.
“Kadar CO2 di lubang tambang masih sangat tinggi sehingga tim penyelamat belum bisa masuk lebih jauh,” kata Wikha.
Menurutnya, para pekerja yang berada di dalam tambang diduga mengalami keracunan gas. Tim penyelamat masih menunggu kondisi udara memungkinkan agar evakuasi dapat dilakukan tanpa membahayakan petugas.
Diduga Ada Gurandil di Dalam Tambang
Selain pekerja resmi PT Antam Pongkor, aparat tidak menutup kemungkinan adanya penambang ilegal atau gurandil di dalam area tambang saat kejadian. Hal ini membuat proses pendataan korban semakin kompleks.
“Jumlah pekerja yang terjebak belum bisa dipastikan. Ada kemungkinan selain penambang resmi, juga terdapat penggali emas liar di dalam gua tambang,” ujar Kapolres. (KH)
” Musibah teh tatande keur urang supaya waspada dimana wae, jeung kudu eling, urang teu bisa adigung teu aya kawasa nanaon. saukur Gusti nu Kagungan nu Maha Kawasa“-
- Penulis: KangHasan
