Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BOGORMusibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan.

Lokasi kejadian berada sekitar 15 kilometer dari kantor administrasi PT Antam. Sejumlah warga yang mendapat informasi awal berupaya mendekat hingga ke gerbang kawasan tambang. Dari keterangan warga, terdapat dugaan sejumlah pekerja masih berada di dalam lubang tambang saat peristiwa terjadi. Hingga siang hari, otoritas belum memastikan jumlah maupun kondisi korban.

Asap Tebal Picu Kekhawatiran Warga

Informasi awal menyebutkan kepulan asap muncul dari dalam area tambang sejak pagi hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat kawasan tersebut dikenal memiliki jalur tambang bawah tanah dengan risiko gas beracun.

Camat Nanggung, AE Saepuloh, membenarkan adanya insiden di kawasan tambang PT Antam. Ia menyebut pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan penanganan awal.

“Perusahaan akan segera melakukan identifikasi karena lokasi masih berada dalam wilayah tambang IUP,” ujar Saepuloh. Ia menegaskan laporan resmi akan disampaikan setelah pihak perusahaan menyelesaikan pengecekan di lapangan.

Kadar Gas Tinggi, Evakuasi Belum Bisa Dilakukan

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memastikan unsur Forkopimda Kabupaten Bogor telah turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi dan kesiapan evakuasi. Namun, tingginya kadar gas di dalam lubang tambang menjadi kendala utama.

“Kadar CO2 di lubang tambang masih sangat tinggi sehingga tim penyelamat belum bisa masuk lebih jauh,” kata Wikha.

Menurutnya, para pekerja yang berada di dalam tambang diduga mengalami keracunan gas. Tim penyelamat masih menunggu kondisi udara memungkinkan agar evakuasi dapat dilakukan tanpa membahayakan petugas.

Diduga Ada Gurandil di Dalam Tambang

Selain pekerja resmi PT Antam Pongkor, aparat tidak menutup kemungkinan adanya penambang ilegal atau gurandil di dalam area tambang saat kejadian. Hal ini membuat proses pendataan korban semakin kompleks.

“Jumlah pekerja yang terjebak belum bisa dipastikan. Ada kemungkinan selain penambang resmi, juga terdapat penggali emas liar di dalam gua tambang,” ujar Kapolres. (KH)

” Musibah teh tatande keur urang supaya waspada dimana wae, jeung kudu eling, urang teu bisa adigung teu aya kawasa nanaon. saukur Gusti nu Kagungan nu Maha Kawasa“-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir

    Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir, tapi Nekat Ngecer!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Isu dugaan pelanggaran izin usaha oleh Toko Sen Sen di Kota Tasikmalaya akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang Pasar Cikurubuk, pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Toko Sen Sen memang memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya melayani penjualan eceran. Temuan tersebut disampaikan […]

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Memasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota […]

  • Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswi hilang dari Universitas Mayasari Bakti, Kota Tasikmalaya

  • Bupati Ciamis Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag

    Bupati Ciamis Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar di Halaman MAN 2 Ciamis, Sabtu (3/1/2026). Momentum tahunan ini menjadi simbol pengabdian Kementerian Agama dalam melayani umat dan menjaga harmoni kehidupan berbangsa. “Ieu lain ukur upacara, tapi jadi momen muhasabah […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teras Cihampelas kembali menuai sorotan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun ketertiban kota. Menurut Yogi, relokasi PKL memang […]

expand_less