Kunjungan Nataru Lampaui Prediksi, Pariwisata Bandung Tunjukkan Tren Positif
- account_circle KangHasan
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Alhamdulillah, libur Nataru di Kota Bandung lumangsung aman, tertib, jeung masarakat tiasa wisata kalayan raoseun,” ungkapan syukur itu mencerminkan kondisi pariwisata Kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat melampaui prediksi awal dan memberi sinyal positif bagi pencapaian target wisata Bandung ke depan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyebut lonjakan kunjungan wisatawan terjadi di luar perkiraan awal. Berdasarkan prediksi kepolisian dan data kendaraan yang masuk ke Kota Bandung, Disbudpar semula memperkirakan sekitar 4,5 juta pengunjung. Namun, realisasi di lapangan justru lebih tinggi.
“Data awal menunjukkan tren yang sangat positif. Kunjungan wisatawan selama Nataru ternyata melampaui prediksi yang kami susun sebelumnya,” ujar Adi.
Bandung Jadi Pilihan Wisata Utama Warga Jabodetabek
Adi menjelaskan, penghitungan jumlah wisatawan dimulai sejak 25 Desember 2025 dan mencakup libur akhir pekan sebelumnya. Total periode pemantauan berlangsung sekitar 10 hari. Dalam rentang waktu tersebut, angka kunjungan bahkan melampaui target awal yang sebelumnya diproyeksikan masih kurang sekitar 2,6 juta pengunjung.
Menurut Adi, ada beberapa faktor yang mendorong tingginya minat wisatawan ke Kota Bandung. Salah satunya karena sejumlah destinasi wisata di daerah lain, seperti Bali, mengalami penurunan jumlah kunjungan.
“Kota Bandung akhirnya menjadi pilihan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, terutama bagi wisatawan dari Jabodetabek,” jelasnya.
Selain faktor jarak, Bandung juga dinilai menawarkan variasi destinasi wisata yang lengkap, mulai dari wisata belanja, kuliner, hingga ruang publik dan kawasan heritage. Kondisi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama Nataru turut memperkuat kenyamanan wisatawan.
Okupansi Hotel Tinggi, Target Wisata Bandung Kian Optimistis
Lonjakan kunjungan wisatawan juga berdampak langsung pada tingkat hunian hotel. Dari 15 hotel yang dipantau Disbudpar, sejumlah hotel di pusat kota, terutama kawasan Alun-alun Bandung, mencatat okupansi hingga 100 persen.
Sementara itu, hotel yang lokasinya berada agak jauh dari pusat kota tetap menunjukkan performa positif dengan tingkat hunian berkisar antara 60 hingga 80 persen. Kondisi ini menunjukkan pemerataan aktivitas wisata di berbagai wilayah Kota Bandung.
Menatap tahun depan, Adi menyebut Disbudpar Kota Bandung akan menyusun target wisata Bandung dengan mekanisme perhitungan yang lebih matang. Proyeksi tersebut akan mempertimbangkan data rinci seperti asal wisatawan, destinasi favorit, hingga tren kenaikan kunjungan.
“Setelah data detail masuk dan kami analisis, baru kami bisa menghitung proyeksi target wisata tahun depan secara lebih akurat,” katanya.
Dengan capaian positif selama libur Nataru, Disbudpar Kota Bandung optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal. Ke depan, pemerintah kota berkomitmen menjaga kualitas destinasi dan kenyamanan wisatawan agar tren positif ini tetap berlanjut. (KH)
- Penulis: KangHasan
