Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Kasus dugaan pembakaran tiga santri oleh seniornya di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah menjadi perhatian publik dan memunculkan keprihatinan mendalam. Peristiwa yang diduga berawal dari praktik bullying di pesantren tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai kondisi pendidikan karakter di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Sebagai pendidik, saya merasa sangat terpukul membaca kabar tersebut. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat menanamkan akhlak mulia, kasih sayang, dan ukhuwah Islamiyah justru menjadi lokasi terjadinya tindakan kekerasan yang sulit diterima akal sehat. Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa persoalan bullying di pesantren tidak boleh dianggap sepele.

Kasus Bullying di Pesantren Bukan Peristiwa Tunggal

Kasus yang terjadi di Lombok Tengah tidak dapat dipandang sebagai kejadian terpisah. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 60 kasus kekerasan di satuan pendidikan. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 36 kasus pada 2024 dan 15 kasus pada 2023.

Dalam catatan tersebut terdapat 358 korban dan 126 pelaku. Data ini menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan sedang mengalami peningkatan yang serius dan membutuhkan perhatian bersama.

Fenomena bullying santri, perundungan di sekolah, hingga kekerasan antar peserta didik menjadi indikasi adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan dalam sistem pendidikan kita.

Mengapa Bullying di Pesantren Bisa Terjadi?

Berdasarkan pengalaman mendampingi peserta didik, bullying tidak muncul secara tiba-tiba. Perilaku tersebut tumbuh ketika pendidikan gagal menanamkan empati, tanggung jawab moral, serta kesadaran spiritual yang kuat.

Saat ini keberhasilan pendidikan sering kali diukur melalui prestasi akademik, nilai ujian, dan kemampuan bersaing. Sementara itu, pembentukan karakter dan akhlak justru kerap ditempatkan sebagai pelengkap.

Akibatnya, lahir generasi yang mungkin unggul secara intelektual, tetapi lemah dalam pengendalian diri. Dalam kondisi seperti itu, budaya senioritas yang seharusnya menjadi sarana pembinaan berubah menjadi alat dominasi. Yang lebih kuat merasa memiliki kuasa untuk menekan yang lemah, sedangkan korban dipaksa menerima perlakuan tidak adil atas nama tradisi.

Di lingkungan pesantren, tantangan ini menjadi lebih kompleks karena para santri hidup bersama selama 24 jam. Jika tidak disertai pengawasan yang baik dan budaya yang sehat, hubungan senior dan junior dapat berubah menjadi ruang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Selanjutnya –> krisis pendidikan

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi Program MBG Saat Ini: Antara Niat Baik dan Tantangan di Lapangan

    Realisasi Program MBG Saat Ini: Antara Niat Baik dan Tantangan di Lapangan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Realisasi Program MBG saat ini dikaji kritis: dampak ke UMKM, distribusi pangan, dan solusi agar lebih tepat sasaran.

  • Puluhan Guru PAUD Antusias Ikuti Pelatihan AI untuk Membuat Buku Cerita Anak

    Puluhan Guru PAUD Antusias Ikuti Pelatihan AI untuk Membuat Buku Cerita Anak

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sebanyak 56 guru PAUD dari Tasikmalaya dan Garut mengikuti pelatihan AI untuk membuat buku cerita anak berbasis kecerdasan buatan.

  • Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung Barat – Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat mengguncang kawasan permukiman warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor yang disertai aliran air deras tersebut menerjang permukiman saat sebagian besar warga masih terlelap, informasi sementara yang berhasil dihimpun redaksi saat ini […]

  • Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang publik setelah muncul dugaan enam warga Desa Urug, Kabupaten Bogor, terjebak di dalam lubang bekas tambang PT Antam. Peristiwa ini mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat bersama Anggota DPR RI Adian Napitupulu turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (15/1/2026). Baca juga: Asap Pekat […]

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Bendungan Tangkolo Ciamis

    Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Bendungan Tangkolo Ciamis

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Bocah 8 tahun diduga tenggelam di Bendungan Tangkolo, Sungai Cijolang, Rancah Ciamis. Pencarian masih berlangsung.

expand_less