Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kopdes Merah Putih: Program Populis yang Sarat Polemik

Kopdes Merah Putih: Program Populis yang Sarat Polemik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Pemerintah menggulirkan program nasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa. Program ini diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan usaha, memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut memunculkan berbagai polemik. Di sejumlah daerah, lokasi koperasi dinilai kurang strategis sehingga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, mekanisme pengelolaan dan pelaksanaan program masih dinilai belum jelas.

Berbagai laporan juga menunjukkan adanya penyimpangan dalam realisasi proyek. Di sisi lain, pelatihan bergaya militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang menurut kabar yang beredar mengakibatkan lima peserta meninggal dunia semakin menambah sorotan terhadap pelaksanaan program ini. Pemerintah pun memberikan sinyal akan melakukan evaluasi dan pengembangan agar program berjalan lebih efektif.

Ketika Program Ekonomi Tidak Berangkat dari Kebutuhan Desa

Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang tidak berangkat dari kebutuhan riil masyarakat berisiko menghasilkan program yang minim partisipasi publik dan tidak mampu menggerakkan perekonomian desa secara optimal.

Program yang dirancang secara sentralistis tanpa memperhatikan kondisi lokal berpotensi menjadi sekadar proyek administratif, bukan solusi atas persoalan ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberhasilan sebuah program ekonomi semestinya tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berhasil dibentuk, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Besarnya Anggaran dan Risiko Penyimpangan

Di sisi lain, dalam sistem ekonomi kapitalisme, proyek-proyek berskala besar sering kali menghadapi persoalan penyimpangan.

Besarnya anggaran yang digelontorkan serta kompleksitas pengawasan membuka peluang terjadinya inefisiensi, praktik rente, hingga tindak korupsi. Akibatnya, manfaat yang diterima masyarakat tidak selalu sebanding dengan besarnya dana publik yang telah dikeluarkan.

Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa kebijakan semacam ini cenderung lebih menguntungkan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap kekuasaan dan modal dibandingkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, berbagai persoalan mendasar yang dihadapi rakyat, seperti keterbatasan lapangan kerja, rendahnya daya beli, dan kesenjangan distribusi kekayaan, belum memperoleh penyelesaian yang mendasar.

Perspektif Islam dalam Membangun Ekonomi Rakyat

Dalam perspektif Islam, pembangunan ekonomi harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat, bukan sekadar mengejar target proyek.

Negara berkewajiban menjadi pelayan dan pengurus urusan rakyat dengan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, mengelola harta milik umum secara amanah, membuka lapangan kerja, serta memastikan distribusi kekayaan berlangsung secara adil.

Dengan prinsip tersebut, pembangunan ekonomi tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar pertumbuhan angka atau keberhasilan administratif, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari kebijakan yang dijalankan.

Islam Menawarkan Solusi Ekonomi yang Sistemik

Islam juga memandang bahwa kesejahteraan tidak cukup diwujudkan melalui program-program parsial, tetapi harus dibangun melalui penerapan sistem ekonomi Islam secara menyeluruh.

Penguatan ekonomi rakyat dilakukan dari hulu, yakni melalui tata kelola kepemilikan, produksi, distribusi, dan pengelolaan sumber daya alam sesuai syariat.

Dengan demikian, solusi yang ditawarkan Islam bersifat sistemik, bukan sekadar tambal sulam atau penambahan proyek baru. Tujuannya adalah membangun tata kelola ekonomi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (lsd/kh)

Lusita Sari Devi

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Depo BRT Bandung Raya Dimulai: Terminal Cicaheum Beralih Fungsi

    Depo BRT Bandung Raya Dimulai: Terminal Cicaheum Beralih Fungsi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Terminal Cicaheum

  • Efisiensi Anggaran Jawa Barat, Dedi Mulyadi Pangkas Belanja Nonprioritas

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat, Dedi Mulyadi Pangkas Belanja Nonprioritas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama di tengah tekanan berat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2026. Menghadapi defisit anggaran yang signifikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih jalur efisiensi anggaran Jawa Barat secara menyeluruh, termasuk memangkas pos belanja yang dinilai tidak […]

  • Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur libatkan KRL dan KA Argo Bromo, 38 korban luka dievakuasi.

  • Prediksi Persebaya vs Persib: Statistik Head to Head (Senin, 02 Maret 2026)

    Prediksi Persebaya vs Persib: Statistik Head to Head (Senin, 02 Maret 2026)

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Pertandingan duel klasik sarat gengsi di pekan ke-24 lanjutan BRI Indonesian Super League antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung akan berlangsung malam ini Senin, 02 Maret 2026 mulai pukul 20.30 WIB. Persebaya Surabaya akan bertindak selaku tuan rumah, maka dipastikan Bonek akan membanjiri Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Prediksi Persebaya vs […]

  • Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hari ini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan cerminan denyut nadi perdagangan rakyat yang tengah melemah. Sebagai pasar induk terbesar di Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat kecil. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak kios tutup, pembeli berkurang, dan pedagang bertahan dalam situasi […]

  • Catatan Tentang Efisiensi Anggaran di Indonesia

    Catatan Tentang Efisiensi Anggaran di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Isu efisiensi anggaran Indonesia kembali menguat seiring tekanan global akibat kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik. Pemerintah didorong untuk menjaga stabilitas fiskal, salah satunya dengan menekan belanja negara agar defisit tetap terkendali. Namun di balik kebijakan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah efisiensi sudah dilakukan secara adil dan seimbang di dalam tubuh birokrasi? […]

expand_less