Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA Langkah Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mendatangi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026), dinilai sebagai upaya mendorong pencegahan korupsi sejak dini. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah, agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis pengawasan publik.

Alih-alih menunggu persoalan membesar, SWAKKA memilih menyampaikan catatan dan data lebih awal kepada lembaga pengawas. Pendekatan ini menempatkan pers tidak semata sebagai pelapor dugaan pelanggaran, tetapi sebagai bagian dari mekanisme pencegahan.

Pencegahan sebagai Titik Tekan

SWAKKA merupakan komunitas jurnalis dan konten kreator yang dihimpun dari 15 media daring lintas wilayah Priangan. Sejak awal berdiri, komunitas ini menaruh perhatian pada keterbukaan informasi dan akuntabilitas pejabat publik sebagai fondasi pencegahan korupsi.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis, menyatakan bahwa pengawasan yang efektif seharusnya bekerja sebelum persoalan masuk ke tahap penindakan. Menurutnya, pencegahan hanya mungkin dilakukan jika ada komunikasi terbuka antara pers dan lembaga pengawas.

“Ketika data disampaikan sejak awal dan ditanggapi secara terbuka, potensi masalah bisa dicegah sebelum berkembang,” ujarnya.

Etika Pejabat sebagai Sinyal Awal

Dalam kunjungan tersebut, SWAKKA membawa catatan yang tidak hanya menyangkut dugaan penyimpangan, tetapi juga pola perilaku pejabat publik. Humas SWAKKA, Deni Heryanto, menilai bahwa sikap tertutup terhadap pers kerap menjadi sinyal awal persoalan tata kelola.

Ia menyebutkan masih ditemukannya pejabat yang enggan merespons konfirmasi, menghindari aktivitas pers, atau tidak menyediakan informasi publik secara memadai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dibaca sebagai peringatan dini, bukan sekadar persoalan komunikasi.

“Korupsi jarang muncul tiba-tiba. Ia biasanya diawali dari kebiasaan menutup informasi dan melemahkan kontrol,” kata Deni.

Data sebagai Alarm Pengawasan

SWAKKA menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan kepada Kejaksaan dan Inspektorat berbasis data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Catatan tersebut dihimpun dari dokumen resmi, penelusuran lapangan, hingga keterangan narasumber internal.

Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Samani, menyebutkan bahwa salah satu contoh yang disampaikan adalah persoalan Gedung PLUT di Kabupaten Tasikmalaya, yang telah lama menjadi perhatian publik. Menurutnya, keterbukaan respons aparat pengawas terhadap isu semacam itu penting untuk mencegah spekulasi dan memperkuat kepercayaan publik.

Selain itu, SWAKKA juga mencatat indikasi persoalan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial. Seluruh catatan tersebut disampaikan sebagai alarm awal agar lembaga pengawas dapat bertindak preventif.

Menuju Pengawasan yang Preventif

Bagi SWAKKA, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pergeseran paradigma pengawasan, dari reaktif menjadi preventif. Komunitas ini berharap Kejaksaan dan Inspektorat dapat memanfaatkan informasi publik sebagai bahan deteksi dini, bukan menunggu laporan formal atau kasus besar mencuat.

Publik kini menanti bagaimana lembaga pengawas merespons sinyal awal tersebut. Apakah akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari sistem pencegahan, atau kembali diperlakukan sebagai catatan rutin. Dari sinilah efektivitas early warning system dalam tata kelola pemerintahan daerah Tasikmalaya akan terlihat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Bawa Samurai Ngamuk di Garut, Dugaan Oknum Polisi

    Pria Bawa Samurai Ngamuk di Garut, Dugaan Oknum Polisi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Pria bawa samurai ngamuk di Garut bikin panik pedagang. Polisi turun tangan, status pelaku masih jadi sorotan.

  • Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pantai Talanca yang berada di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Kawasan wisata pesisir yang sempat viral beberapa tahun lalu itu lagi-lagi dipenuhi tumpukan sampah kain yang berserakan di sepanjang garis pantai. Pantai Talanca, yang terletak di Desa Loji, sebelumnya pernah masuk daftar pantai terkotor di Indonesia versi Pandawara […]

  • DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pascamalam pergantian Tahun Baru 2026. Berdasarkan keterangan resmi DLH Kota Bandung, pembersihan dilakukan secara intensif sejak malam hingga dini hari dengan menyasar kawasan pusat aktivitas masyarakat yang menjadi lokasi perayaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan Kota Bandung tetap terjaga […]

  • Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk: Dorong Penataan Profesional dan Iklim Usaha Sehat

    Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk: Dorong Penataan Profesional dan Iklim Usaha Sehat

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – – Upaya mendorong penataan Pasar Tradisional Cikurubuk yang lebih profesional kini memasuki tahap formal. Melalui surat resmi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, tuntutan pedagang Pasar Cikurubuk diarahkan bukan sekadar pada kritik, tetapi pada perbaikan sistem agar pasar rakyat dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) melayangkan surat bernomor […]

  • Bakesbangpol Ciamis - LIterasi Politik Desa

    Bakesbangpol Ciamis: Literasi Politik Jadi Kunci Demokrasi Desa

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 243
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Pentingnya literasi politik khususnya bagi penguatan demokrasi di tingkat dewa kembali mendapat sorotan dari Kaban Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si.. Ia menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemilu, tetapi oleh seberapa paham warga desa terhadap hak, kewajiban, serta peran mereka dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemahaman yang benar, katanya, […]

  • Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Jampangkulon yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban kekerasan, kini mulai menemukan titik terang dari sisi medis. Pihak RSUD Jampangkulon akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Penjelasan medis ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di […]

expand_less