Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Terungkap! Paman Korban Jadi Tersangka Kasus Kematian Balita di Bekasi

Terungkap! Paman Korban Jadi Tersangka Kasus Kematian Balita di Bekasi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BEKASI – Perkembangan terbaru kasus balita tewas di Bekasi akhirnya terungkap. Kepolisian resmi menetapkan paman korban sebagai tersangka dalam kasus kematian balita di Bekasi tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan gelar perkara.

Penanganan kasus meninggalnya seorang balita berusia sekitar dua tahun di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi, memasuki perkembangan baru. Kepolisian resmi menetapkan pria berinisial G (18), yang merupakan paman korban, sebagai tersangka setelah serangkaian penyelidikan dan gelar perkara dilakukan.

Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Saat kejadian, G juga ditemukan mengalami luka dan sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya dapat dimintai keterangan oleh penyidik.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan melakukan pendalaman terhadap berbagai keterangan saksi.

Menurut hasil penyelidikan, kontrakan tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni seorang nenek, balita korban, dan G yang merupakan anak kandung sang nenek sekaligus paman korban.

Sempat Muncul Dugaan Konflik Keluarga

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan adanya indikasi persoalan keluarga yang melatarbelakangi kondisi kehidupan korban. Balita tersebut diketahui selama ini diasuh oleh neneknya, sementara ibu kandung korban disebut tidak tinggal bersama dan belum memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.

Keterangan sejumlah pihak mengungkapkan bahwa sang nenek menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyidik sebelumnya sempat mendalami tindakan nenek korban yang mencuci pisau yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi menyimpulkan tindakan tersebut terjadi secara spontan akibat kepanikan saat menemukan korban dan G dalam kondisi bersimbah darah.

Karena itu, penyidik memastikan nenek korban tidak terlibat dalam peristiwa yang menyebabkan meninggalnya balita tersebut.

Kondisi Kejiwaan Jadi Sorotan Penyidik

Hasil pendalaman polisi mengarah kepada G sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Penyidik juga menemukan informasi bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat tertentu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui G diduga tidak mengonsumsi obat yang biasa diminumnya selama beberapa hari sebelum kejadian berlangsung. Temuan tersebut menjadi salah satu aspek yang turut didalami penyidik dalam mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah kondisi kesehatannya membaik dan sadar penuh, G dinilai layak untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

Hingga kini, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dan mendalami berbagai fakta yang ditemukan di lapangan guna memastikan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara utuh.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan korban anak dan terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Polisi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi serta tidak berspekulasi mengenai informasi yang belum terverifikasi.

Penyidik masih terus mendalami motif dan rangkaian peristiwa dalam kasus kematian balita di Bekasi tersebut guna memastikan seluruh fakta terungkap secara lengkap dan transparan. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hari ini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan cerminan denyut nadi perdagangan rakyat yang tengah melemah. Sebagai pasar induk terbesar di Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat kecil. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak kios tutup, pembeli berkurang, dan pedagang bertahan dalam situasi […]

  • Raffi Ahmad Bantah Isu Impor Ribuan iPhone Ilegal di Hadapan Dedi Mulyadi: “Itu 100 Persen Hoaks”

    Raffi Ahmad Bantah Isu Impor Ribuan iPhone Ilegal di Hadapan Dedi Mulyadi: “Itu 100 Persen Hoaks”

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad membantah tuduhan impor ribuan iPhone dan laptop ilegal. Klarifikasi disampaikan di hadapan Dedi Mulyadi.

  • Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Tongkat komando di lingkungan Polres Sukabumi Kota resmi berpindah tangan. Pergantian Kapolres Sukabumi ini menandai dimulainya kepemimpinan AKBP Ardian Satrio Utomo sebagai Kapolres Sukabumi Kota, menggantikan AKBP Rita Suwadi yang mendapat amanah baru sebagai Kapolres Majalengka. Pergantian tersebut merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025. Polda Jawa […]

  • viral-puskesmas-cisarua-bogor-pelayanan-antrean-wartaloka

    Viral Keluhan Puskesmas Cisarua di Medsos, Perlu Evaluasi Objektif

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Puskesmas Cisarua Bogor menjadi sorotan setelah keluhan pelayanan dan sistem antrean viral di media sosial

  • Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Kasus peredaran narkoba di Sukabumi kembali mencoreng citra keamanan kota. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota berhasil menggulung jaringan pengedar narkotika yang melibatkan tiga tersangka, termasuk seorang pegawai dapur di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penangkapan ini bukan sekadar operasi rutin, namun mencerminkan kenyataan pahit bahwa peredaran narkoba terus […]

  • Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

    Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah wali murid SDN Dewi Sartika, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, melayangkan protes keras terhadap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (15/1/2026). Menu yang diterima siswa dinilai jauh dari standar kelayakan gizi. Berdasarkan pantauan di […]

expand_less