Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, PERISTIWA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menghentikan status tanggap darurat banjir setelah serangkaian penanganan cepat dilakukan sejak bencana banjir bandang menerjang wilayah Cisolok pada akhir Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah kondisi dinilai lebih terkendali, meski dampak kerusakan masih luas dan ribuan warga terdampak masih membutuhkan pemulihan jangka panjang.

Awal Kejadian: Banjir Bandang Terjang Cisolok pada 27 Oktober 2025

Banjir bandang menghantam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 27 Oktober 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak siang hari menyebabkan debit air sungai naik cepat dan menyeret material lumpur, kayu, serta batu besar. Arus deras merusak sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga.

Salah satu titik paling parah berada di Kampung Cibuntu, di mana sebuah jembatan putus terseret derasnya aliran banjir. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan beragam, mulai dari rusak sedang hingga berat. Warga yang terkejut dengan cepatnya aliran air terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi langsung bergerak tidak lama setelah laporan pertama masuk. Evakuasi dilakukan secara manual karena akses jalan menuju beberapa lokasi terdampak terputus. Relawan dan warga setempat turut membantu mengevakuasi lansia, anak-anak, dan korban yang terjebak di rumah masing-masing.

Status Tanggap Darurat Dihentikan: Pemkab Mulai Fokus pada Pemulihan

Setelah tiga hari menjalankan tahap tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 30 Oktober 2025, mengumumkan penghentian status tersebut. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi antara Pemkab Sukabumi, BPBD, TNI–Polri, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Menurut keterangan resmi Pemkab Sukabumi, situasi sudah terkendali dan tidak ada lagi potensi banjir susulan dalam waktu dekat. Penanganan beralih dari darurat menjadi tahap pemulihan, yang meliputi perbaikan rumah warga, penyediaan kebutuhan dasar, serta pembenahan infrastruktur yang rusak.

Pemkab juga menegaskan bahwa pendataan kerusakan dan kebutuhan warga terdampak menjadi prioritas utama saat ini. Setelah itu, pemerintah akan mengatur mekanisme bantuan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas umum dan jembatan yang putus.

Namun, meski status tanggap darurat dihentikan, tim tetap bersiaga di sejumlah titik rawan. Pemkab menilai bahwa percepatan pemulihan harus segera dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Korban dan Kerusakan: 141 Rumah Rusak, Ribuan Warga Terdampak

Berdasarkan data terbaru BPBD Sukabumi hingga Jumat, 31 Oktober 2025, sebanyak 3.291 jiwa terdampak langsung banjir dan longsor yang terjadi bersamaan di beberapa wilayah. Dari jumlah tersebut, ratusan warga sempat mengungsi karena rumah mereka tak lagi dapat ditempati.

Banjir dan longsor tercatat merusak 141 rumah warga. Rinciannya, puluhan rumah mengalami kerusakan berat akibat diterjang material lumpur dan batu, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan, dan saluran irigasi juga rusak parah.

BPBD melaporkan bahwa longsor turut menutup beberapa ruas jalan penghubung antar-kampung. Hingga akhir Oktober, sebagian besar jalan sudah dapat dilalui setelah dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan.

Untuk kebutuhan warga terdampak, pemerintah menyediakan dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta bantuan logistik yang mencakup makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Meski begitu, sejumlah warga mengaku masih membutuhkan bantuan tambahan berupa peralatan rumah tangga dan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka.

Pemkab Imbau Warga Tetap Waspada

Meski cuaca saat ini cenderung stabil, Pemkab Sukabumi tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Cisolok dan sekitarnya termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki puncak musim hujan.

Pemerintah berjanji akan mempercepat pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa agar sistem peringatan dini bencana berjalan lebih optimal. Selain itu, edukasi kebencanaan akan kembali digiatkan di lingkungan masyarakat.

Dengan berakhirnya status tanggap darurat, Pemkab Sukabumi berharap proses pemulihan berjalan cepat dan situasi kembali normal. Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan perbaikan infrastruktur dan hunian warga terdampak dapat rampung sebelum intensitas hujan meningkat lagi. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung Barat – Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat mengguncang kawasan permukiman warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor yang disertai aliran air deras tersebut menerjang permukiman saat sebagian besar warga masih terlelap, informasi sementara yang berhasil dihimpun redaksi saat ini […]

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 85
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

  • Kondisi Pasar Cikurubuk di awal Ramadan 1447 H: Harga Bahan Pokok Naik, Stok Pokok Aman

    Kondisi Pasar Cikurubuk di awal Ramadan 1447 H: Harga Bahan Pokok Naik, Stok Pokok Aman

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Pasar Cikurubuk, salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, kembali menjadi fokus perhatian masyarakat pada bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 M. Pasar ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari bagi warga Priangan Timur. Kondisi dan aktivitas jual beli di Pasar Cikurubuk berjalan seperti biasa, namun kondisi harga sejumlah […]

  • Panghegar Waterboom, Destinasi Wisata Bandung Favorit Liburan Keluarga

    Panghegar Waterboom, Destinasi Wisata Bandung Favorit Liburan Keluarga

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Liburan awal tahun menjadi momen yang tepat untuk berkumpul dan bersenang-senang bersama keluarga. Di Bandung selatan, Panghegar Waterboom hadir sebagai salah satu destinasi wisata Bandung yang paling banyak diburu wisatawan lokal. “Liburan jeung kulawarga mah kudu nu aman, merenah, jeung bisa ngajadikeun barudak bungah,” itulah kesan yang sering muncul dari para […]

  • Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya akhirnya memasuki babak penyelesaian. Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik dan memicu inspeksi dari DPRD, persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Isu ini mencuat seiring pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tasikmalaya dalam beberapa […]

  • swakka sawala wartawan dan konten kreator aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 80
    • 0Komentar

    wartaloka.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

expand_less