Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, PERISTIWA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menghentikan status tanggap darurat banjir setelah serangkaian penanganan cepat dilakukan sejak bencana banjir bandang menerjang wilayah Cisolok pada akhir Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah kondisi dinilai lebih terkendali, meski dampak kerusakan masih luas dan ribuan warga terdampak masih membutuhkan pemulihan jangka panjang.

Awal Kejadian: Banjir Bandang Terjang Cisolok pada 27 Oktober 2025

Banjir bandang menghantam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 27 Oktober 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak siang hari menyebabkan debit air sungai naik cepat dan menyeret material lumpur, kayu, serta batu besar. Arus deras merusak sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga.

Salah satu titik paling parah berada di Kampung Cibuntu, di mana sebuah jembatan putus terseret derasnya aliran banjir. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan beragam, mulai dari rusak sedang hingga berat. Warga yang terkejut dengan cepatnya aliran air terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi langsung bergerak tidak lama setelah laporan pertama masuk. Evakuasi dilakukan secara manual karena akses jalan menuju beberapa lokasi terdampak terputus. Relawan dan warga setempat turut membantu mengevakuasi lansia, anak-anak, dan korban yang terjebak di rumah masing-masing.

Status Tanggap Darurat Dihentikan: Pemkab Mulai Fokus pada Pemulihan

Setelah tiga hari menjalankan tahap tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 30 Oktober 2025, mengumumkan penghentian status tersebut. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi antara Pemkab Sukabumi, BPBD, TNI–Polri, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Menurut keterangan resmi Pemkab Sukabumi, situasi sudah terkendali dan tidak ada lagi potensi banjir susulan dalam waktu dekat. Penanganan beralih dari darurat menjadi tahap pemulihan, yang meliputi perbaikan rumah warga, penyediaan kebutuhan dasar, serta pembenahan infrastruktur yang rusak.

Pemkab juga menegaskan bahwa pendataan kerusakan dan kebutuhan warga terdampak menjadi prioritas utama saat ini. Setelah itu, pemerintah akan mengatur mekanisme bantuan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas umum dan jembatan yang putus.

Namun, meski status tanggap darurat dihentikan, tim tetap bersiaga di sejumlah titik rawan. Pemkab menilai bahwa percepatan pemulihan harus segera dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Korban dan Kerusakan: 141 Rumah Rusak, Ribuan Warga Terdampak

Berdasarkan data terbaru BPBD Sukabumi hingga Jumat, 31 Oktober 2025, sebanyak 3.291 jiwa terdampak langsung banjir dan longsor yang terjadi bersamaan di beberapa wilayah. Dari jumlah tersebut, ratusan warga sempat mengungsi karena rumah mereka tak lagi dapat ditempati.

Banjir dan longsor tercatat merusak 141 rumah warga. Rinciannya, puluhan rumah mengalami kerusakan berat akibat diterjang material lumpur dan batu, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan, dan saluran irigasi juga rusak parah.

BPBD melaporkan bahwa longsor turut menutup beberapa ruas jalan penghubung antar-kampung. Hingga akhir Oktober, sebagian besar jalan sudah dapat dilalui setelah dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan.

Untuk kebutuhan warga terdampak, pemerintah menyediakan dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta bantuan logistik yang mencakup makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Meski begitu, sejumlah warga mengaku masih membutuhkan bantuan tambahan berupa peralatan rumah tangga dan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka.

Pemkab Imbau Warga Tetap Waspada

Meski cuaca saat ini cenderung stabil, Pemkab Sukabumi tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Cisolok dan sekitarnya termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki puncak musim hujan.

Pemerintah berjanji akan mempercepat pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa agar sistem peringatan dini bencana berjalan lebih optimal. Selain itu, edukasi kebencanaan akan kembali digiatkan di lingkungan masyarakat.

Dengan berakhirnya status tanggap darurat, Pemkab Sukabumi berharap proses pemulihan berjalan cepat dan situasi kembali normal. Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan perbaikan infrastruktur dan hunian warga terdampak dapat rampung sebelum intensitas hujan meningkat lagi. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari refleksi akhir tahun menjelang pergantian menuju Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas agama, serta para pemuka agama di Kota Bandung, sebagai simbol persatuan dan harmoni di tengah keberagaman. Doa bersama tersebut menjadi momentum spiritual […]

  • Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana. Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah […]

  • Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka – BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat untuk mulai bersiap. Alih-alih bersikap pasif, Pemkot memilih mematangkan mitigasi risiko agar transportasi massal Bandung dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi ketika BRT mulai beroperasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

  • Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Kasus peredaran narkoba di Sukabumi kembali mencoreng citra keamanan kota. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota berhasil menggulung jaringan pengedar narkotika yang melibatkan tiga tersangka, termasuk seorang pegawai dapur di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penangkapan ini bukan sekadar operasi rutin, namun mencerminkan kenyataan pahit bahwa peredaran narkoba terus […]

  • Depo BRT Bandung Raya Dimulai: Terminal Cicaheum Beralih Fungsi

    Depo BRT Bandung Raya Dimulai: Terminal Cicaheum Beralih Fungsi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Terminal Cicaheum

expand_less