Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mantan Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan peristiwa tersebut viral di media sosial. Yang menarik perhatian, korban disebut telah membuat laporan ke polisi sejak Januari 2026 dan bahkan mengajukan pengaduan ke Propam Polda Jawa Barat beberapa bulan sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

Korban diketahui berinisial Y atau Yani Rahmawati. Ia disebut menjadi korban dugaan intimidasi dan penganiayaan yang bermula dari tuduhan pencurian uang sebesar Rp900 ribu oleh mantan majikannya yang berinisial C.

Meski tuduhan tersebut menjadi awal mula konflik, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan korban bersalah atas dugaan pencurian maupun pihak terlapor bersalah atas dugaan penganiayaan. Karena itu, seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Berita sebelumnya: Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Video Viral, Kasus Lama Kembali Jadi Sorotan

Kasus mantan ART Tasikmalaya ini kembali menjadi perhatian masyarakat setelah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, korban terlihat berada di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Narasi yang beredar menyebut korban berada dalam situasi yang penuh tekanan terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan perkembangan penanganan perkara mengingat peristiwa yang disebut terjadi pada Januari 2026 itu baru ramai diperbincangkan beberapa bulan kemudian.

Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Berdasarkan informasi yang beredar, konflik bermula ketika korban dituduh mengambil uang sebesar Rp900 ribu milik mantan majikannya.

Namun menurut keterangan yang beredar di media sosial, tuduhan tersebut hingga kini disebut belum terbukti secara hukum.

Sebelum peristiwa yang viral terjadi, korban dan keluarganya juga disebut mengalami berbagai bentuk tekanan selama kurang lebih dua pekan. Di antaranya berupa ancaman, pencarian alamat keluarga, hingga kedatangan sejumlah pihak ke rumah keluarga korban untuk membahas persoalan tersebut.

Menurut pihak korban, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang cukup berat bagi keluarga.

Dugaan Penganiayaan Terjadi di Rumah Mantan Majikan

Puncak peristiwa disebut terjadi pada 21 Januari 2026 di wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik, mulai dari dilempari botol minuman, dijambak rambutnya, dipukul, ditampar berulang kali hingga diludahi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu kandung korban yang saat itu turut berada di lokasi.

Kasus dugaan penganiayaan mantan ART di Tasikmalaya ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video dan kronologi kejadian menyebar luas di media sosial.

Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Berdasarkan dokumen yang beredar, korban disebut telah membuat laporan polisi ke Polres Tasikmalaya Kota pada 22 Januari 2026 atau sehari setelah kejadian yang dilaporkan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/47/I/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Dalam dokumen yang sama, laporan korban disebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

Fakta bahwa laporan telah dibuat sejak Januari menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan publik setelah kasus tersebut viral beberapa bulan kemudian.

Pengaduan Juga Disampaikan ke Propam Polda Jabar

Selain membuat laporan polisi, korban juga disebut mengajukan pengaduan melalui layanan pengaduan Propam Polri pada 20 Mei 2026.

Berdasarkan surat Bidpropam Polda Jawa Barat yang beredar, pengaduan tersebut diteruskan kepada Bagwassidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Informasi tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus yang kini menjadi salah satu perbincangan hangat di Tasikmalaya dan Jawa Barat.

Selanjutnya –> Sedot perhatian berbagai pihak

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KDM tegur camat setelah menemukan tenda liar di trotoar Jalan Suci Bandung. Warga asal Garut diberi bantuan dan diminta pulang.

  • Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

  • Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengawali Tahun Anggaran 2026 dengan tekanan fiskal yang cukup berat. Kewajiban melunasi tunggakan pembayaran sejumlah proyek pembangunan tahun 2025 senilai Rp621 miliar menjadi beban awal yang langsung menggerus ruang fiskal daerah dan tantangan serius dalam pengelolaan APBD 2026. Kondisi ini diakui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam […]

  • langit italia merah - fenomena alam langka

    Fenomena Langka! Langit Italia Terlihat Merah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 240
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Sebuah pemandangan langka sekaligus memukau terjadi di Eropa pada Selasa (12/11/2025). Langit Italia terlihat merah ketika aurora borealis berwarna menyala melintas di atas kawasan Pegunungan Alpen, termasuk di sekitar Gunung Matterhorn, Lembah Aosta. Fenomena ini mencuri perhatian warga hingga viral di berbagai platform media sosial, karena warna aurora yang muncul jauh berbeda dari […]

  • WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan […]

expand_less