Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mantan Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan peristiwa tersebut viral di media sosial. Yang menarik perhatian, korban disebut telah membuat laporan ke polisi sejak Januari 2026 dan bahkan mengajukan pengaduan ke Propam Polda Jawa Barat beberapa bulan sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

Korban diketahui berinisial Y atau Yani Rahmawati. Ia disebut menjadi korban dugaan intimidasi dan penganiayaan yang bermula dari tuduhan pencurian uang sebesar Rp900 ribu oleh mantan majikannya yang berinisial C.

Meski tuduhan tersebut menjadi awal mula konflik, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan korban bersalah atas dugaan pencurian maupun pihak terlapor bersalah atas dugaan penganiayaan. Karena itu, seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Berita sebelumnya: Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Video Viral, Kasus Lama Kembali Jadi Sorotan

Kasus mantan ART Tasikmalaya ini kembali menjadi perhatian masyarakat setelah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, korban terlihat berada di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Narasi yang beredar menyebut korban berada dalam situasi yang penuh tekanan terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan perkembangan penanganan perkara mengingat peristiwa yang disebut terjadi pada Januari 2026 itu baru ramai diperbincangkan beberapa bulan kemudian.

Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Berdasarkan informasi yang beredar, konflik bermula ketika korban dituduh mengambil uang sebesar Rp900 ribu milik mantan majikannya.

Namun menurut keterangan yang beredar di media sosial, tuduhan tersebut hingga kini disebut belum terbukti secara hukum.

Sebelum peristiwa yang viral terjadi, korban dan keluarganya juga disebut mengalami berbagai bentuk tekanan selama kurang lebih dua pekan. Di antaranya berupa ancaman, pencarian alamat keluarga, hingga kedatangan sejumlah pihak ke rumah keluarga korban untuk membahas persoalan tersebut.

Menurut pihak korban, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang cukup berat bagi keluarga.

Dugaan Penganiayaan Terjadi di Rumah Mantan Majikan

Puncak peristiwa disebut terjadi pada 21 Januari 2026 di wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik, mulai dari dilempari botol minuman, dijambak rambutnya, dipukul, ditampar berulang kali hingga diludahi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu kandung korban yang saat itu turut berada di lokasi.

Kasus dugaan penganiayaan mantan ART di Tasikmalaya ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video dan kronologi kejadian menyebar luas di media sosial.

Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Berdasarkan dokumen yang beredar, korban disebut telah membuat laporan polisi ke Polres Tasikmalaya Kota pada 22 Januari 2026 atau sehari setelah kejadian yang dilaporkan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/47/I/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Dalam dokumen yang sama, laporan korban disebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

Fakta bahwa laporan telah dibuat sejak Januari menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan publik setelah kasus tersebut viral beberapa bulan kemudian.

Pengaduan Juga Disampaikan ke Propam Polda Jabar

Selain membuat laporan polisi, korban juga disebut mengajukan pengaduan melalui layanan pengaduan Propam Polri pada 20 Mei 2026.

Berdasarkan surat Bidpropam Polda Jawa Barat yang beredar, pengaduan tersebut diteruskan kepada Bagwassidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Informasi tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus yang kini menjadi salah satu perbincangan hangat di Tasikmalaya dan Jawa Barat.

Selanjutnya –> Sedot perhatian berbagai pihak

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2025 sekaligus menyusun rencana program kerja untuk tahun anggaran 2026. Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Desember 2025, bertempat di Kantor Dinas PU Kabupaten Sukabumi, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU, Uus Pirdaus. Rapat evaluasi ini menjadi momentum […]

  • Muscab PKB Kabupaten Sukabumi Jadi Momentum Politik Strategis, Apa Itu?

    Muscab PKB Kabupaten Sukabumi Jadi Momentum Politik Strategis, Apa Itu?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kenapa Muscab PKB Kabupaten Sukabumi penting bagi demokrasi dan arah pembangunan daerah.

  • Ketukan Misterius di Sukabumi

    Ketukan Misterius di Sukabumi Kian Meresahkan, Polisi Intensifkan Patroli Malam

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 94
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Warga di sejumlah kecamatan Sukabumi diguncang gangguan malam: ketukan misterius di Sukabumi terdengar berulang-ulang dari pintu rumah mereka. Sayangnya, ketika dicek, tak seorang pun tampak berada di luar rumah. Kondisi itu menimbulkan kegelisahan dan mendesak aparat bertindak cepat. Suara Aneh di Tengah Malam Warga dari Sukaraja, Cibeureum, hingga Kebonpedes melaporkan pengalaman serupa. Mereka […]

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

  • Trafo PJU Terbakar Saat Sahur di Bumikersanagara, Damkar Gerak Cepat Cegah Kebakaran Besar

    Trafo PJU Terbakar Saat Sahur di Bumikersanagara, Damkar Gerak Cepat Cegah Kebakaran Besar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumikersanagara , kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dikejutkan dengan kobaran api yang muncul dari trafo lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan waktu sahur. Peristiwa yang terjadi di dekat rumah milik Pak Gatot ini nyaris memicu kebakaran besar apabila tidak segera ditangani. Percikan api pertama kali […]

  • Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengawali Tahun Anggaran 2026 dengan tekanan fiskal yang cukup berat. Kewajiban melunasi tunggakan pembayaran sejumlah proyek pembangunan tahun 2025 senilai Rp621 miliar menjadi beban awal yang langsung menggerus ruang fiskal daerah dan tantangan serius dalam pengelolaan APBD 2026. Kondisi ini diakui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam […]

expand_less