Insiden Malam Tahun Baru di Sukabumi Diduga Dipicu Kembang Api
- account_circle KangHasan
- calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Malam pergantian tahun yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi mencekam di kawasan dekat Balai Kota Sukabumi. Insiden malam tahun baru berupa kericuhan antar kelompok anak muda terjadi di persimpangan Jalan R Syamsudin SH dan Cikole Dalam, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut berujung aksi kekerasan yang menyebabkan empat pria mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.
Seorang warga yang berada di lokasi mengungkapkan, keributan bermula saat suasana tengah ramai oleh kendaraan, petasan, dan kembang api. Menjelang hitungan pergantian tahun, tiba-tiba muncul kembang api luncur yang mengarah ke kelompok lain. Warga menduga momen itulah yang memicu cekcok hingga berujung bentrokan.
“Saya lagi nongkrong di seberang pertigaan Cikole Dalam. Tiba-tiba ada kembang api, tapi bukan ke atas, malah meluncur ke arah kelompok lain. Habis itu langsung ribut,” ujar saksi, Minggu (4/1/2026).
Keributan Mendadak, Warga Ikut Terkena Imbas
Menurut saksi, situasi langsung tidak terkendali. Beberapa orang saling kejar dan saling serang di tengah keramaian malam tahun baru. Sejumlah pelaku membawa helm dan benda lain, bahkan ada yang menenteng senjata tajam.
Saksi mengaku mencoba melerai keributan, namun justru terkena pukulan helm di kepala. “Niatnya mau misahin, tapi malah kena pukul. Kepala saya benjol, dan saya juga nggak tahu dari kelompok mana,” tuturnya.
Keributan tersebut membuat warga sekitar panik. Banyak orang yang awalnya merayakan malam tahun baru memilih menjauh dari lokasi demi menghindari hal-hal berbahaya. Arus lalu lintas di sekitar Balai Kota Sukabumi pun sempat terganggu akibat kejadian itu.
Empat Korban Dirawat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Akibat insiden malam tahun baru tersebut, empat pria berusia 17 hingga 27 tahun mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Kejadian berlangsung di samping kantor Ganesha Operation (GO), tak jauh dari pusat pemerintahan Kota Sukabumi.
Petugas langsung membawa para korban ke RSUD R Syamsudin. Dua korban mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan karena luka yang lebih serius di bagian tangan.
Petugas rumah sakit menyebut para korban tidak saling mengenal dan tidak mengetahui siapa yang menyerang mereka. Ada korban yang hanya berada di sekitar lokasi, sementara lainnya kebetulan melintas saat keributan pecah. Keterangan tersebut sesuai dengan kesaksian warga yang menyebut penyerangan terjadi secara tiba-tiba.
Aksi kelompok penyerang sempat terekam kamera warga dan beredar luas. Menanggapi hal itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi memastikan jajarannya langsung bergerak melakukan penelusuran.
“Kami pasti tindak lanjuti dan telusuri kejadian ini,” tegas Rita, Jumat (2/1/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa euforia pergantian tahun tetap perlu diiringi sikap saling menjaga dan menghormati. “Mugia kajadian ieu jadi pangeling-ngeling keur urang sadayana, sangkan leuwih waspada, silih ajénan, jeung ngajaga kaamanan babarengan.” – (KH)
- Penulis: KangHasan
