Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Sudah Melapor Sejak Januari, Yani Rahmawati Baru Didengar Setelah Videonya Viral

Sudah Melapor Sejak Januari, Yani Rahmawati Baru Didengar Setelah Videonya Viral

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Selama berbulan-bulan, Yani Rahmawati memilih diam. Perempuan asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya itu menyimpan sendiri rasa sakit, ketakutan, dan trauma yang disebut muncul setelah dirinya diduga mengalami intimidasi serta kekerasan di rumah mantan majikannya.

Namun kini, setelah sebuah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di media sosial, kisah yang selama ini hanya menjadi beban bagi dirinya dan keluarga mulai diketahui publik.

Di balik video yang viral tersebut, tersimpan cerita seorang perempuan yang bernamaYani Rahmawati mengaku berusaha mencari keadilan sejak Januari 2026.

Berita sebelumnya : Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Bukan Hanya Luka Fisik, tetapi Trauma yang Masih Membekas

Bagi sebagian orang, video yang beredar mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun bagi Yani Rahmawati, peristiwa yang disebut terjadi di sebuah rumah di wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya itu meninggalkan luka yang jauh lebih panjang.

Menurut informasi yang beredar, korban tidak hanya mengalami dugaan kekerasan fisik, tetapi juga tekanan mental yang berat. Hingga berbulan-bulan setelah kejadian, trauma tersebut disebut masih membayangi kehidupan korban dan keluarganya.

Peristiwa yang dialami Yani juga disebut mengubah kehidupan keluarganya. Mereka harus menjalani hari-hari dengan beban psikologis sambil menanti kepastian hukum atas perkara yang dilaporkan.

Saat Seorang Ibu Menyaksikan Anaknya Mengalami Dugaan Kekerasan

Salah satu bagian yang paling menyentuh perhatian publik adalah informasi bahwa peristiwa tersebut terjadi di hadapan ibu kandung korban.

Tidak banyak yang bisa dilakukan sang ibu saat itu selain menyaksikan dan berusaha menenangkan anaknya di tengah situasi yang disebut penuh tekanan.

Bagi seorang ibu, melihat anaknya menangis dan tidak mampu segera menghentikan keadaan tentu menjadi pengalaman yang meninggalkan luka batin yang tidak mudah dilupakan.

Kondisi itulah yang disebut membuat keluarga korban mengalami tekanan emosional yang cukup berat hingga kini.

Selanjutnya–> Baru didengar setelah video viral

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan inspeksi langsung ke Terminal Bubulak pascahujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Rabu (31/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi terminal yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan fungsi infrastruktur berjalan optimal. Saat berkeliling di area terminal, Dedie Rachim menemukan adanya […]

  • Santunan di Masjid Rahmatullah Panglayungan Sambut Ramadhan 1447 H

    Santunan di Masjid Rahmatullah Panglayungan Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan santunan di Masjid Rahmatullah,Perum Bumi Resik Panglayungan Kota Tasikmalaya kembali digelar sebagai agenda rutin tahunan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara warga Perum BRP dan masyarakat sekitar, sekaligus wujud nyata kepedulian sosial menjelang bulan penuh berkah.Kegiatan dibuka dengan […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya IPSI Cup

    Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membina olahraga sekaligus melestarikan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X yang digelar di Gedung Olahraga Sukapura, Senin (29/12/2025). Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, hadir langsung memberikan dukungan dan motivasi kepada para pesilat muda yang mengikuti Kejuaraan Alpen Pencak […]

  • Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Merosotnya adab siswa menjadi bukti gagalnya sistem pendidikan sekuler dalam memuliakan guru dan akhlak.

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

expand_less