Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mantan Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan peristiwa tersebut viral di media sosial. Yang menarik perhatian, korban disebut telah membuat laporan ke polisi sejak Januari 2026 dan bahkan mengajukan pengaduan ke Propam Polda Jawa Barat beberapa bulan sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

Korban diketahui berinisial Y atau Yani Rahmawati. Ia disebut menjadi korban dugaan intimidasi dan penganiayaan yang bermula dari tuduhan pencurian uang sebesar Rp900 ribu oleh mantan majikannya yang berinisial C.

Meski tuduhan tersebut menjadi awal mula konflik, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan korban bersalah atas dugaan pencurian maupun pihak terlapor bersalah atas dugaan penganiayaan. Karena itu, seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Berita sebelumnya: Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Video Viral, Kasus Lama Kembali Jadi Sorotan

Kasus mantan ART Tasikmalaya ini kembali menjadi perhatian masyarakat setelah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, korban terlihat berada di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Narasi yang beredar menyebut korban berada dalam situasi yang penuh tekanan terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan perkembangan penanganan perkara mengingat peristiwa yang disebut terjadi pada Januari 2026 itu baru ramai diperbincangkan beberapa bulan kemudian.

Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Berdasarkan informasi yang beredar, konflik bermula ketika korban dituduh mengambil uang sebesar Rp900 ribu milik mantan majikannya.

Namun menurut keterangan yang beredar di media sosial, tuduhan tersebut hingga kini disebut belum terbukti secara hukum.

Sebelum peristiwa yang viral terjadi, korban dan keluarganya juga disebut mengalami berbagai bentuk tekanan selama kurang lebih dua pekan. Di antaranya berupa ancaman, pencarian alamat keluarga, hingga kedatangan sejumlah pihak ke rumah keluarga korban untuk membahas persoalan tersebut.

Menurut pihak korban, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang cukup berat bagi keluarga.

Dugaan Penganiayaan Terjadi di Rumah Mantan Majikan

Puncak peristiwa disebut terjadi pada 21 Januari 2026 di wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik, mulai dari dilempari botol minuman, dijambak rambutnya, dipukul, ditampar berulang kali hingga diludahi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu kandung korban yang saat itu turut berada di lokasi.

Kasus dugaan penganiayaan mantan ART di Tasikmalaya ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video dan kronologi kejadian menyebar luas di media sosial.

Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Berdasarkan dokumen yang beredar, korban disebut telah membuat laporan polisi ke Polres Tasikmalaya Kota pada 22 Januari 2026 atau sehari setelah kejadian yang dilaporkan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/47/I/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Dalam dokumen yang sama, laporan korban disebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

Fakta bahwa laporan telah dibuat sejak Januari menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan publik setelah kasus tersebut viral beberapa bulan kemudian.

Pengaduan Juga Disampaikan ke Propam Polda Jabar

Selain membuat laporan polisi, korban juga disebut mengajukan pengaduan melalui layanan pengaduan Propam Polri pada 20 Mei 2026.

Berdasarkan surat Bidpropam Polda Jawa Barat yang beredar, pengaduan tersebut diteruskan kepada Bagwassidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Informasi tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus yang kini menjadi salah satu perbincangan hangat di Tasikmalaya dan Jawa Barat.

Selanjutnya –> Sedot perhatian berbagai pihak

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pascamalam pergantian Tahun Baru 2026. Berdasarkan keterangan resmi DLH Kota Bandung, pembersihan dilakukan secara intensif sejak malam hingga dini hari dengan menyasar kawasan pusat aktivitas masyarakat yang menjadi lokasi perayaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan Kota Bandung tetap terjaga […]

  • Krisis Mental Generasi Muda: Buah Pahit Sekularisme di Era Digital

    Krisis Mental Generasi Muda: Buah Pahit Sekularisme di Era Digital

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Krisis mental generasi muda semakin mengkhawatirkan. Seiring meningkatnya kecemasan, depresi, dan krisis identitas remaja

  • Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesona wisata alam Kabupaten Ciamis seolah tidak pernah ada habisnya. Dari curug hingga hutan pinus, selalu muncul destinasi baru yang langsung mencuri perhatian para pelancong. Setelah Curug 7 Panjalu, Pinus Darmacaang, dan Cadas Ngampar lebih dulu populer, kini giliran Pamipiran Ciamis yang naik daun dan ramai dibicarakan di media sosial. Pamipiran, […]

  • Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – “Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan […]

  • Terminal Bis Pindah ke Leuwipanjang, Bus dan Elf Masih Boleh Turunkan Penumpang di Cicaheum

    Terminal Bis Pindah ke Leuwipanjang, Bus dan Elf Masih Boleh Turunkan Penumpang di Cicaheum

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Terminal bis pindah ke Leuwipanjang. Bus AKAP, AKDP dan elf masih boleh turunkan penumpang di Cicaheum

  • Aktivitas Geng Motor Masih Marak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Kapolda

    Aktivitas Geng Motor Masih Marak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Kapolda

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa aktivitas geng motor di wilayah Jawa Barat bukan persoalan baru. Fenomena ini, menurutnya, telah berlangsung menahun dan berulang dari tahun ke tahun dengan pola yang nyaris sama. Faktor ekonomi disebut menjadi salah satu pemicu utama yang membuat aksi geng motor terus muncul di berbagai […]

expand_less