Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 310
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mantan Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan peristiwa tersebut viral di media sosial. Yang menarik perhatian, korban disebut telah membuat laporan ke polisi sejak Januari 2026 dan bahkan mengajukan pengaduan ke Propam Polda Jawa Barat beberapa bulan sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

Korban diketahui berinisial Y atau Yani Rahmawati. Ia disebut menjadi korban dugaan intimidasi dan penganiayaan yang bermula dari tuduhan pencurian uang sebesar Rp900 ribu oleh mantan majikannya yang berinisial C.

Meski tuduhan tersebut menjadi awal mula konflik, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan korban bersalah atas dugaan pencurian maupun pihak terlapor bersalah atas dugaan penganiayaan. Karena itu, seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses hukum berjalan.

Berita sebelumnya: Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Video Viral, Kasus Lama Kembali Jadi Sorotan

Kasus mantan ART Tasikmalaya ini kembali menjadi perhatian masyarakat setelah video berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, korban terlihat berada di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Narasi yang beredar menyebut korban berada dalam situasi yang penuh tekanan terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan perkembangan penanganan perkara mengingat peristiwa yang disebut terjadi pada Januari 2026 itu baru ramai diperbincangkan beberapa bulan kemudian.

Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

Berdasarkan informasi yang beredar, konflik bermula ketika korban dituduh mengambil uang sebesar Rp900 ribu milik mantan majikannya.

Namun menurut keterangan yang beredar di media sosial, tuduhan tersebut hingga kini disebut belum terbukti secara hukum.

Sebelum peristiwa yang viral terjadi, korban dan keluarganya juga disebut mengalami berbagai bentuk tekanan selama kurang lebih dua pekan. Di antaranya berupa ancaman, pencarian alamat keluarga, hingga kedatangan sejumlah pihak ke rumah keluarga korban untuk membahas persoalan tersebut.

Menurut pihak korban, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang cukup berat bagi keluarga.

Dugaan Penganiayaan Terjadi di Rumah Mantan Majikan

Puncak peristiwa disebut terjadi pada 21 Januari 2026 di wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik, mulai dari dilempari botol minuman, dijambak rambutnya, dipukul, ditampar berulang kali hingga diludahi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu kandung korban yang saat itu turut berada di lokasi.

Kasus dugaan penganiayaan mantan ART di Tasikmalaya ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video dan kronologi kejadian menyebar luas di media sosial.

Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

Berdasarkan dokumen yang beredar, korban disebut telah membuat laporan polisi ke Polres Tasikmalaya Kota pada 22 Januari 2026 atau sehari setelah kejadian yang dilaporkan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/47/I/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Dalam dokumen yang sama, laporan korban disebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

Fakta bahwa laporan telah dibuat sejak Januari menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan publik setelah kasus tersebut viral beberapa bulan kemudian.

Pengaduan Juga Disampaikan ke Propam Polda Jabar

Selain membuat laporan polisi, korban juga disebut mengajukan pengaduan melalui layanan pengaduan Propam Polri pada 20 Mei 2026.

Berdasarkan surat Bidpropam Polda Jawa Barat yang beredar, pengaduan tersebut diteruskan kepada Bagwassidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Informasi tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus yang kini menjadi salah satu perbincangan hangat di Tasikmalaya dan Jawa Barat.

Selanjutnya –> Sedot perhatian berbagai pihak

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrak Lari Maut di Cikukulu, Remaja 15 Tahun Tewas di Jalan

    Tabrak Lari Maut di Cikukulu, Remaja 15 Tahun Tewas di Jalan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Berita duka kembali mewarnai akhir pekan ini di Sukabumi, sebuah insiden kecelakaan terjadi di Cikukulu Sukabumi . Aksi tabrak lari melibatkan sebuah truk tronton yang menabrak seorang anak sampai kehilangan nyawa di jalan raya, pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban dan keluarganya dalam kepedihan. Warga sekitar yang berada di sekitar lokasi […]

  • Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Erwin Lawan Status Tersangka Korupsi

    Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Erwin Lawan Status Tersangka Korupsi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Status tersangka korupsi yang disematkan Erwin oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung tak membuat Wakil Wali Kota Bandung itu menunduk pasrah. Sebaliknya, Erwin memilih jalur perlawanan hukum. Ia menggugat balik lewat praperadilan, sebuah langkah yang menandai babak baru polemik hukum yang kini menyedot perhatian publik Kota Bandung. Langkah ini sekaligus menegaskan satu […]

  • badan promosi mati suri (1)

    Gara-Gara Jalan Berlubang, Anggota DPRD Sumedang Dihujani Kritik di Facebook

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 216
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA SUMEDANG. Jagat media sosial Sumedang kembali diramaikan oleh keluhan warga soal infrastruktur. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang anggota DPRD Sumedang setelah sebuah unggahan mengenai jalan rusak menjadi buah bibir sejak Sabtu (15/11/2025) malam. Pemilik akun Al Ghifari mengunggah foto kondisi jalan yang tampak rusak parah: lubang besar di tengah badan jalan, […]

  • penangkapan pengedar sabu sukabumi

    Penangkapan Pengedar Sabu Sukabumi: Polisi Bongkar Jaringan Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 221
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Penangkapan pengedar sabu Sukabumi kembali menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Dalam dua aksi berbeda, tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil membekuk tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pengedar sabu lintas kecamatan. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba AKP Tenda […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • Percepatan KDMP di Bogor

    Bupati Percepat Pembentukan KDMP Bogor di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 223
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembentukan KDMP Bogor atau Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah. Langkah ini menjadi prioritas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama jajaran pemerintah daerah. Rudy membahas rencana percepatan tersebut dalam pertemuan dengan Forkopimda pada Rabu (5/11/2025) di Enchanting Valley, Kabupaten Bogor. Pertemuan itu […]

expand_less