Tangis Bayi di Pos Kamling Warungkiara Gegerkan Warga
- account_circle Admin Wartaloka
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartaloka.com, BERITA. Keheningan petang di Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh suara tangisan bayi pada Minggu (16/11/2025). Warga setempat digemparkan oleh penemuan seorang bayi perempuan dalam kondisi hidup, tergeletak sendirian di sebuah pos kamling yang sepi.
Di samping bayi mungil yang masih merah itu, ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang mengoyak hati, mengungkap alasan pilu di balik tindakan tersebut.
Penemuan ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 18.30 WIB, tepat saat menjelang malam. Adalah Nanang Suryana, seorang warga asal Palabuhanratu yang kebetulan tinggal di sebuah kontrakan tak jauh dari lokasi, yang pertama kali mendengar suara tangis itu.
Awalnya, Nanang mengira suara itu hanya ilusi atau suara binatang. Namun, tangisan itu terdengar jelas dan tak kunjung berhenti, membuatnya penasaran. Digerakkan oleh firasat, ia memberanikan diri mencari sumber suara. Langkahnya terhenti di pos kamling di lingkungannya.
Betapa terkejutnya Nanang ketika mendapati sumber suara itu adalah seorang bayi perempuan, terbaring tanpa perlindungan. Ia segera memberitahu warga sekitar, yang langsung berdatangan ke lokasi dan melaporkan temuan tersebut ke pihak berwajib.
Sepucuk Surat Bernada Putus Asa
Yang membuat penemuan ini semakin memilukan adalah selembar kertas surat yang ditinggalkan bersama sang bayi. Surat tersebut, yang ditulis tangan dengan rapi, tampaknya bukan ditulis oleh ibu kandung sang bayi, melainkan oleh seseorang yang mengetahui persis penderitaan sang ibu.
Dalam surat itu, si penulis mengawali dengan permohonan maaf yang mendalam atas keputusan berat tersebut.
“Assalamualaikum, dengan ini saya yg menulis surat, sebelumnya saya meminta maaf harus meninggalkan bayi ini disini dikarenakan tuntutan mental, ibunya dan juga ekonomi,” tulis si penulis surat.
Surat itu kemudian menceritakan tragedi yang menimpa ibu sang bayi. Terungkap bahwa sang ibu mengalami depresi berat saat mengandung. Pemicunya, sang suami yang seharusnya menjadi pelindung, justru pergi meninggalkan dia demi wanita lain.
“Beliau, ibunya mengalami depresi ketika mengandung bayi ini dikarenakan suaminya meninggalkan dia dan lebih memilih wanita lain,” lanjut isi surat tersebut.
Si penulis surat, yang mengaku “masih lajang”, juga mengungkapkan kebingungan dan ketidakmampuannya sendiri untuk merawat bayi tersebut. Keputusan untuk meninggalkan bayi di pos kamling tampaknya menjadi pilihan terakhir setelah menemui jalan buntu.
Penulis mengaku telah berusaha mencari bantuan. “Sekali lagi saya sangat meminta maaf harus mengambil keputusan ini dikarenakan sudah buntu jalan mencari panti asuhan kesana kemari di daerah sukabumi tidak ada yg mau menerima bayi,” keluhnya dalam surat.
Di bagian akhir surat, tertera sebuah nama yang indah untuk bayi perempuan malang itu: Harvika. H.
Aparat kepolisian dari Polsek Warungkiara yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi bayi tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan. Kini, bayi Harvika H. dipastikan dalam kondisi stabil dan telah berada dalam penanganan aman pihak Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Pihak berwenang kini tengah mendalami kasus ini, berbekal surat tulisan tangan tersebut, untuk menelusuri keberadaan orang tua bayi serta si penulis surat. (AR)
- Penulis: Admin Wartaloka
