Raffi Ahmad Bantah Isu Impor Ribuan iPhone Ilegal di Hadapan Dedi Mulyadi: “Itu 100 Persen Hoaks”
- account_circle KangHasan
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA NASIONAL – Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya memesan ribuan unit iPhone dan laptop ilegal dari luar negeri. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di hadapan Dedi Mulyadi (KDM), Raffi menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan merupakan informasi hoaks.
Dalam video yang beredar, Raffi Ahmad terlihat didampingi Dedi Mulyadi serta kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Ia menyampaikan klarifikasi atas tuduhan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
“Tiba-tiba ada berita, katanya saya memesan ribuan iPhone, ribuan laptop dari luar negeri, impor ilegal. Aduh, ya Allah, ada-ada aja,” ujar Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad Tegaskan Bisnisnya Berjalan Secara Legal
Raffi menegaskan seluruh aktivitas bisnis yang dijalankannya dilakukan secara resmi dan tercatat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, tidak masuk akal jika dirinya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum mengingat seluruh usahanya berada dalam pengawasan dan administrasi yang jelas.
“Saya ini seorang public figure, saya juga punya bisnis yang semuanya tercatat dan legal secara hukum. Mana mungkin saya melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti itu?” katanya.
Raffi Ahmad juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai impor ilegal ribuan iPhone dan laptop tersebut tidak memiliki dasar yang benar.
Dedi Mulyadi Dampingi Klarifikasi
Dalam video tersebut, Raffi Ahmad tampak berada bersama Dedi Mulyadi yang dikenal sebagai tokoh publik dan Gubernur Jawa Barat.
Kehadiran Dedi Mulyadi tersebut turut menarik perhatian publik, mengingat keduanya sama-sama memiliki pengaruh besar di media sosial dan ruang publik.
Selain Dedi Mulyadi, Raffi juga didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin.
Sebut Tuduhan Impor Ilegal 100 Persen Hoaks
Raffi Ahmad meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Ia juga mengimbau media dan pengguna media sosial untuk melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan sebuah informasi kepada publik.
“Tolonglah untuk teman-teman media atau siapa pun yang membuat berita, diklarifikasi dulu kebenarannya sebelum disebarluaskan. Jangan sampai membuat fitnah yang bisa merugikan nama baik orang lain,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Raffi kembali menegaskan bahwa isu yang menyeret namanya tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan, isu itu 100 persen hoaks dan tidak benar,” tegasnya.
Imbau Publik Lakukan Verifikasi Informasi
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan tuduhan terhadap seseorang.
Di era media sosial, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, verifikasi dan pengecekan fakta menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman maupun fitnah yang dapat merugikan pihak tertentu. (kh)
- Penulis: KangHasan
