Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNGMemasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota Bandung definitif.

Momentum satu tahun ini menjadi fase penting untuk melihat apakah berbagai persoalan klasik Kota Bandung sudah menemukan solusi konkret atau masih berada dalam tahap wacana.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung sekaligus Sekretaris Umum PKS Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, menilai Kota Bandung saat ini masih berada di persimpangan jalan dalam menyelesaikan persoalan mendasar. Berdasarkan survei internal yang dilakukan, tiga isu utama masih mendominasi persepsi publik: sampah, kemacetan, dan lapangan kerja.

Krisis Sampah: Tantangan Hulu hingga Hilir

Isu sampah masih menjadi persoalan paling krusial dalam 1 tahun kepemimpinan M Farhan. Kota Bandung sendiri menghasilkan ratusan ton sampah setiap hari. Data pemerintah sebelumnya menunjukkan produksi sampah harian Kota Bandung bisa mencapai lebih dari 1.500 ton per hari pada kondisi normal, tergantung aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.

Persoalan ini semakin kompleks pasca pembatasan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan larangan penggunaan insinerator mini oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kebijakan tersebut memang bertujuan menjaga standar lingkungan, namun di sisi lain menuntut pemerintah kota untuk menghadirkan inovasi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Pemkot Bandung telah mengangkat 1.546 petugas pengolah sampah berbasis kewilayahan. Langkah ini patut diapresiasi sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan dari tingkat kelurahan. Namun, efektivitasnya masih menjadi pertanyaan publik. Tanpa pengurangan sampah dari sumbernya—rumah tangga, pasar, dan sektor komersial—beban hilir akan terus menumpuk.

Pendekatan pentahelix menjadi salah satu solusi rasional. Kota Bandung memiliki banyak perguruan tinggi besar seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Katolik Parahyangan. Keterlibatan akademisi dalam riset teknologi pengolahan sampah, penguatan bank sampah, hingga edukasi berbasis komunitas dapat menjadi solusi jangka panjang yang terukur.

Tanpa lompatan inovasi, isu sampah berpotensi terus menjadi “top of mind” masyarakat dalam evaluasi 1 tahun kepemimpinan M Farhan.

Kemacetan Bandung: Masih dalam Daftar Kota Termacet

Selain sampah, kemacetan menjadi sorotan serius. Sejumlah laporan lembaga pemantau lalu lintas global dalam beberapa tahun terakhir menempatkan Kota Bandung dalam daftar kota dengan tingkat kemacetan tinggi di Asia Tenggara. Tingginya mobilitas warga, pertumbuhan kendaraan pribadi, serta lonjakan wisatawan setiap akhir pekan memperparah situasi.

Hingga kini, publik menilai belum terlihat kebijakan terobosan signifikan yang benar-benar mampu mengurai kepadatan lalu lintas secara sistemik. Upaya rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan bersifat situasional, belum menyentuh reformasi transportasi publik secara menyeluruh.

Padahal, solusi jangka panjang memerlukan integrasi angkutan umum, optimalisasi jalur sepeda, penguatan transportasi massal, serta digitalisasi manajemen lalu lintas berbasis data. Jika tidak, kemacetan akan terus menggerus produktivitas dan kualitas hidup warga.

Pengangguran dan Daya Beli: Tantangan Ekonomi Kota Jasa

Dalam konteks ketenagakerjaan, angka pengangguran di Kota Bandung disebut masih berada di kisaran 96 ribu orang. Sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata, Bandung memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

APBD Kota Bandung tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp7,4 triliun menunjukkan kapasitas fiskal yang relatif kuat. Dengan anggaran sebesar itu, publik berharap percepatan program padat karya, inkubasi UMKM, dan penciptaan ekosistem industri kreatif dapat lebih terasa dampaknya.

Evaluasi 1 tahun kepemimpinan M Farhan di sektor ekonomi akan sangat ditentukan oleh sejauh mana program mampu menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan warga secara konkret, bukan sekadar pertumbuhan statistik.

Apresiasi dan Catatan: Mencari “Signature Program”

Di tengah berbagai kritik, terdapat pula langkah yang diapresiasi, salah satunya program Siskamling Bencana yang melibatkan pemantauan langsung ke 151 kelurahan untuk menyerap aspirasi dan memetakan wilayah rawan.

Langkah tersebut menunjukkan pendekatan partisipatif dan responsif terhadap isu kebencanaan yang memang relevan bagi Kota Bandung. Namun, sebagian kalangan menilai hingga genap 1 tahun kepemimpinan M Farhan, belum terlihat “signature program” yang menjadi pembeda kuat dibanding periode wali kota sebelumnya.

Signature program penting bukan hanya sebagai identitas politik, tetapi juga sebagai arah pembangunan jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan.

Masa Depan Bandung: Kolaborasi atau Stagnasi?

Evaluasi 1 tahun kepemimpinan M Farhan pada akhirnya bukan sekadar soal kritik, melainkan momentum refleksi. Kota Bandung membutuhkan kolaborasi multipihak—pemerintah, DPRD, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Persoalan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kemacetan membutuhkan perubahan perilaku dan sistem transportasi. Pengangguran memerlukan inovasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Satu tahun adalah fase awal. Namun, arah kebijakan yang tegas dan terukur akan menentukan apakah Bandung bergerak maju atau tetap berkutat pada persoalan yang sama.

Kini publik menunggu: akankah tahun kedua menjadi fase percepatan nyata dalam 1 tahun kepemimpinan M Farhan yang berlanjut, atau justru menjadi catatan evaluasi yang berulang? (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • Andi Ibo DKKT Tasikmalaya

    Visi Andi Ibo: Penguatan Komunias Seni Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 194
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Musisi seniorAndi Ibo, saat ini sedang mengikuti proses pemilihan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030. Di usianya yang kini 55 tahun, Andi Ibo menyatakan ingin berkontribusi nyata bagi pengembangan seni di kota kelahirannya setelah bertahun-tahun berkarya di Jakarta. Salah satu poin utama dalam visinya adalah memperjuangkan kesejahteraan seniman, termasuk akses healthcare […]

  • Tol Bocimi Beroperasi Jalur Cibadak–Karangtengah Dibuka Gratis untuk Pemudik!

    Tol Bocimi Beroperasi Jalur Cibadak–Karangtengah Dibuka Gratis untuk Pemudik!

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kabar baik bagi para pemudik yang menuju Sukabumi. Tol Bocimi beroperasi secara fungsional pada ruas Seksi 3 Cibadak–Karangtengah mulai Sabtu (14/3/2026). Pengoperasian jalur sepanjang sekitar 5 kilometer ini dilakukan oleh PT Trans Jabar Tol (TJT) sebagai langkah untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur nasional Sukabumi, khususnya di kawasan Parungkuda […]

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 222
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025 secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi sepanjang tahun 2025. Sepanjang pelaksanaannya, GPM Istimewa 2025 telah […]

  • Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang […]

expand_less