KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – KDM tegur camat usai menemukan sejumlah tenda darurat berdiri di atas trotoar Jalan Suci, Kota Bandung. Dalam inspeksi lapangan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pengawasan wilayah oleh aparat kecamatan dan kelurahan belum berjalan optimal sehingga fasilitas umum digunakan sebagai tempat tinggal.
Peristiwa itu terjadi saat Dedi Mulyadi meninjau kondisi trotoar yang dipenuhi tenda berbahan terpal biru. Ia kemudian berdialog langsung dengan salah seorang penghuni tenda, seorang perempuan asal Kabupaten Garut yang mengaku telah tinggal di lokasi tersebut selama kurang lebih dua pekan sambil berjualan bendera dan barang dagangan kecil lainnya.
KDM Beri Bantuan dan Minta Warga Pulang ke Garut
Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan alasan perempuan itu tinggal di trotoar. Setelah mendengar penjelasan yang disampaikan, ia memberikan bantuan uang tunai sekitar Rp2 juta.
KDM juga meminta perempuan tersebut membongkar tendanya dan kembali ke kampung halamannya di Garut daripada terus menempati fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi juga berbicara dengan anak perempuan tersebut. Ia menawarkan bantuan biaya pendidikan apabila sang anak bersedia kembali ke Garut dan melanjutkan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu keluarga tersebut memperoleh kehidupan yang lebih layak sekaligus mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya.
KDM Ikut Membongkar Tenda Liar
Usai berdialog, Dedi Mulyadi bersama timnya turut membantu membongkar tenda darurat yang berdiri di atas trotoar. Ia terlihat memotong tali penyangga tenda sebelum seluruh perlengkapan dibereskan.
Selain membongkar tenda, KDM juga meminta petugas setempat segera membersihkan sisa sampah, botol bekas, serta berbagai material yang berserakan di sepanjang trotoar Jalan Suci.
Ia menegaskan ruang publik harus kembali digunakan sesuai fungsinya agar masyarakat dapat menikmati fasilitas umum dengan aman dan nyaman.
KDM Tegur Camat, Soroti Lemahnya Pengawasan Wilayah
Di sela inspeksi tersebut, Dedi Mulyadi juga mempertanyakan aparat kewilayahan yang bertanggung jawab atas lokasi tersebut.
Menurutnya, penataan trotoar dan penegakan ketertiban umum merupakan tugas camat, lurah, serta perangkat wilayah bersama instansi terkait, bukan semata-mata menunggu gubernur turun langsung ke lapangan.
KDM menyoroti sejumlah persoalan yang ditemukannya, mulai dari tenda liar yang dijadikan tempat tinggal dan memasak, hingga kendaraan yang parkir di badan jalan dalam waktu lama tanpa penertiban.
Ia meminta para camat lebih aktif melakukan pengawasan wilayah setiap hari dan segera mengambil tindakan apabila menemukan pelanggaran ketertiban umum.
Bahkan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pejabat yang tidak berani melakukan penertiban terhadap pelanggaran di wilayahnya sebaiknya tidak menjabat sebagai camat.
Minta Aparat Bergerak Lebih Cepat
Setelah memastikan wilayah administratif lokasi tersebut, Dedi Mulyadi langsung berkoordinasi dengan aparat setempat agar proses pembersihan dilakukan secepatnya.
Ia berharap seluruh unsur pemerintah di Jawa Barat, mulai dari tingkat kecamatan dan kelurahan lebih responsif terhadap persoalan di lapangan sehingga trotoar, taman, maupun ruang publik lainnya tidak kembali disalahgunakan.
Menurut KDM, pengawasan yang dilakukan secara rutin akan lebih efektif dibandingkan penindakan setelah persoalan terlanjur membesar. (kh)
- Penulis: KangHasan
