Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WartalokaBERITA BANDUNGPemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat untuk mulai bersiap. Alih-alih bersikap pasif, Pemkot memilih mematangkan mitigasi risiko agar transportasi massal Bandung dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi ketika BRT mulai beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, kesiapan daerah menjadi kunci agar sistem transportasi baru tidak menimbulkan masalah turunan. Dua isu utama yang sejak awal menjadi perhatian adalah hilangnya parkir di badan jalan (on street parking) serta potensi penurunan aktivitas ritel di sepanjang koridor BRT.

“Kalau parkir di Ahmad Yani, Sudirman, Asia Afrika, dan Otista dilarang, konsekuensinya besar. Orang mau belanja pasti akan berpikir, parkirnya di mana?” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1/2025).

Parkir dan Akses Jadi Isu Krusial

Farhan mengakui, perubahan pola lalu lintas akibat kehadiran BRT berpotensi memicu resistensi, terutama dari pelaku usaha di kawasan padat aktivitas ekonomi. Pengalaman di sejumlah kota menunjukkan, pembatasan parkir tanpa solusi alternatif kerap berdampak langsung pada penurunan jumlah pengunjung toko.

Karena itu, Pemkot Bandung mulai memetakan lokasi-lokasi strategis yang membutuhkan kantong parkir pengganti, termasuk opsi parkir terpusat dan skema park and ride. Langkah ini dipandang penting agar masyarakat tetap memiliki akses mudah ke pusat perbelanjaan dan layanan publik meski koridor jalan diprioritaskan untuk angkutan massal.

“Transportasi massal itu bukan cuma soal busnya jalan, tapi ekosistemnya harus siap,” kata Farhan.

Jaga Ekonomi Lokal Tetap Bergerak

Selain parkir, Pemkot juga mencermati potensi dampak terhadap ritel kecil dan menengah. Farhan menilai, transportasi massal Bandung seharusnya justru menjadi pengungkit ekonomi, bukan sebaliknya. Namun hal itu hanya bisa tercapai jika transisi dilakukan secara terencana.

Pemkot mempertimbangkan penataan ulang akses pejalan kaki, penambahan titik drop-off, serta penguatan konektivitas dengan angkutan pengumpan (feeder). Dengan begitu, pelanggan tetap bisa menjangkau kawasan usaha tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kita tidak mau pelaku usaha merasa ditinggalkan oleh kebijakan transportasi,” ujarnya.

Tidak Menunggu, Tapi Bersiap

Sikap Pemkot Bandung yang tidak menunggu kepastian lelang dari pusat mencerminkan pendekatan antisipatif. Farhan menegaskan, kesiapan daerah harus dibangun sejak awal agar saat BRT benar-benar berjalan, pemerintah tidak lagi sibuk memadamkan masalah di lapangan.

Menurutnya, transportasi massal adalah kebutuhan kota besar, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan karakter Bandung yang memiliki kepadatan tinggi, aktivitas ekonomi beragam, dan budaya mobilitas yang unik.

Dengan fokus pada mitigasi risiko sejak dini, Pemkot Bandung berharap kehadiran BRT kelak tidak hanya memperlancar lalu lintas, tetapi juga memperkuat kualitas hidup warga. Pada akhirnya, keberhasilan transportasi massal Bandung bukan diukur dari cepatnya proyek berjalan, melainkan dari seberapa siap kota dan warganya beradaptasi.

“Lengkah pamaréntah pikeun ngabebenah Kota Bandung mugia tiasa janten ikhtiar anu hadé keur urang sadayana. Urang kudu ngarojong, bari tetep maparin pangawasan kalayan wijaksana. Mugia unggal léngkah anu dicandak sanggup ngajantenkeun Bandung langkung tartib, langkung merenah, tur masihan mangpaat nyata pikeun kahirupan masarakatna. Hayu urang sarua ngarojong jeung ngawaskeun, sangkan Bandung jadi leuwih rapih, merenah, jeung nyugemakeun keur kahirupan sapopoé.(KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Setelah sebulan penuh menjalani tempaan spiritual di bulan Ramadan, umat Muslim akhirnya tiba pada sebuah titik yang disebut sebagai kemenangan. Namun, kemenangan ini bukan sekadar perayaan seremonial atau tradisi tahunan. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah refleksi dari perjalanan batin yang sarat makna. Ramadan telah mengajarkan […]

  • Indikasi Korupsi di Tasikmalaya yang Tak Bisa Lagi Dianggap Angin Lalu

    Indikasi Korupsi di Tasikmalaya yang Tak Bisa Lagi Dianggap Angin Lalu

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Proyek Revitalisasi Gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) pada Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya senilai Rp3,4 miliar semestinya menjadi proyek rutin yang berjalan sesuai prosedur: tender transparan, pelaksanaan diawasi, pembayaran berdasarkan progres pekerjaan. Selesai. Namun, fakta yang terungkap justru memunculkan serangkaian indikasi korupsi di Kabupaten Tasikmalaya yang tidak bisa […]

  • Apresiasi Atlet Disabilitas Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Sosial

    Apresiasi Atlet Disabilitas Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Sosial

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Apresiasi atlet disabilitas Tasikmalaya memperkuat solidaritas sosial dan menghapus stigma di masyarakat.

  • Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Sebuah kecelakaan motor maut terjadi di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, tepatnya di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden yang berlangsung pada jam rawan lalu lintas pagi hari ini mengakibatkan satu orang penumpang sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian. Lokasi kecelakaan berada di seberang […]

  • Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang publik setelah muncul dugaan enam warga Desa Urug, Kabupaten Bogor, terjebak di dalam lubang bekas tambang PT Antam. Peristiwa ini mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat bersama Anggota DPR RI Adian Napitupulu turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (15/1/2026). Baca juga: Asap Pekat […]

  • Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Sidang kasus Resbob resmi digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Senin (24/2/2026). Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob duduk sebagai terdakwa atas dugaan penyebaran ujaran kebencian bermuatan permusuhan terhadap kelompok masyarakat berdasarkan etnis Sunda. Jaksa Penuntut Umum mendakwa Resbob melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya […]

expand_less