Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYALangkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal.

Surat tersebut memuat sejumlah pokok usulan yang sebelumnya telah dibahas dan dipublikasikan, mulai dari pembenahan infrastruktur pasar, penataan zona dan jam operasional, penegakan larangan grosir menjual eceran, hingga peninjauan ulang kebijakan retribusi.

Sembilan lembaga yang menerima surat itu antara lain Wali Kota Tasikmalaya, DPRD Kota Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Kodim 0612/Tasikmalaya, Satpol PP, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perhubungan.

Dari Aspirasi ke Jalur Administratif

Selama beberapa bulan terakhir, isu penataan Pasar Cikurubuk menjadi salah satu topik hangat di Kota Tasikmalaya. Pedagang mengeluhkan persoalan klasik yang belum kunjung tertangani: tata ruang semrawut, ketidaktertiban zonasi, praktik grosir menjual eceran, serta kebijakan retribusi yang dinilai belum proporsional.

Namun alih-alih memilih jalur demonstrasi, HIPPATAS memutuskan mengedepankan pendekatan administratif dan kelembagaan. Langkah ini memperkuat legitimasi tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk sekaligus menunjukkan kedewasaan organisasi pedagang.

Seorang pedagang yang juga warga sekitar mengungkapkan bahwa dorongan untuk menggelar aksi massa sebenarnya sempat menguat. Akan tetapi, dalam rapat bersama pengurus dan tokoh masyarakat, mereka sepakat memberi ruang dialog kepada pemerintah.

Dialog Bermartabat, Bukan Tekanan Jalanan

KH Miftah Fauzi, tokoh masyarakat yang turut mendampingi advokasi ini dan ikut menandatangani surat bersama pengurus HIPPATAS, menegaskan bahwa pengiriman surat menjadi simbol keseriusan sekaligus komitmen dialog.

“Surat ini bukti bahwa pedagang tidak hanya siap duduk bersama dalam dialog terbuka, tetapi juga menawarkan solusi konkret dan terukur. Kami ingin masalah ini diselesaikan melalui mekanisme yang bermartabat,” ujarnya.

Ia menilai, tekanan publik memang wajar dalam proses kebijakan. Namun arah perjuangan harus jelas. HIPPATAS memilih jalur komunikasi formal agar substansi persoalan tidak tenggelam dalam dinamika emosional.

Menurut KH Miftah, persoalan Pasar Cikurubuk bukan sekadar isu retribusi atau zonasi, melainkan menyangkut ekosistem perdagangan kota. Infrastruktur, kebersihan, ketertiban usaha, dan kepastian regulasi harus dibenahi secara terintegrasi.

Bola Kini di Tangan Pemerintah

Langkah pengiriman surat ke sembilan instansi menunjukkan bahwa tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk kini telah naik level. Advokasi tidak lagi berbentuk keluhan informal, melainkan dokumen kebijakan yang meminta respons konkret lintas sektor.

Tren tata kelola pasar tradisional yang transparan dan berbasis regulasi menjadi perhatian publik Tasikmalaya belakangan ini. Di tengah dorongan modernisasi dan persaingan dengan ritel modern, penataan pasar tradisional menjadi isu strategis yang tidak bisa ditunda.

Kini, tanggung jawab berada di tangan pemerintah daerah. Publik menunggu apakah koordinasi lintas instansi benar-benar terwujud atau hanya berhenti pada surat yang masuk meja birokrasi.

HIPPATAS telah menunjukkan sikap konstruktif. Namun mereka juga menegaskan bahwa perjuangan tidak akan berhenti sampai ada kebijakan nyata yang dijalankan. Dialog masih terbuka, tetapi waktu terus berjalan. (KH)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Antara Jabatan dan Amanah dalam Menjalankan Tugas Kepemimpinan

    Di Antara Jabatan dan Amanah dalam Menjalankan Tugas Kepemimpinan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jabatan adalah amanah dalam Islam. Korupsi dinilai bukan sekadar ulah oknum, tetapi persoalan sistem dan tanggung jawab kepemimpinan.

  • truk tabrak gerobak mie ayam di sukabumi

    Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Gerobak Mie Ayam di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 222
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Kecelakaan truk di Sukabumi kembali terjadi. Sebuah kendaraan jenis Dum truk bermuatan tanah menabrak lapak pedagang mie di kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Insiden itu menyebabkan dua pedagang mie mengalami luka-luka cukup serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Beruntung, tidak […]

  • Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang publik setelah muncul dugaan enam warga Desa Urug, Kabupaten Bogor, terjebak di dalam lubang bekas tambang PT Antam. Peristiwa ini mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat bersama Anggota DPR RI Adian Napitupulu turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (15/1/2026). Baca juga: Asap Pekat […]

  • KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KDM tegur camat setelah menemukan tenda liar di trotoar Jalan Suci Bandung. Warga asal Garut diberi bantuan dan diminta pulang.

  • badan promosi mati suri (1)

    Gara-Gara Jalan Berlubang, Anggota DPRD Sumedang Dihujani Kritik di Facebook

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 217
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA SUMEDANG. Jagat media sosial Sumedang kembali diramaikan oleh keluhan warga soal infrastruktur. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang anggota DPRD Sumedang setelah sebuah unggahan mengenai jalan rusak menjadi buah bibir sejak Sabtu (15/11/2025) malam. Pemilik akun Al Ghifari mengunggah foto kondisi jalan yang tampak rusak parah: lubang besar di tengah badan jalan, […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang Bukit Cikuya di Kampung Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam publik setelah video kondisi penambangan di kawasan tersebut viral di media sosial. Sorotan ini tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta aparat provinsi segera turun tangan. Baca […]

expand_less