Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi
- account_circle KangHasan
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang publik setelah muncul dugaan enam warga Desa Urug, Kabupaten Bogor, terjebak di dalam lubang bekas tambang PT Antam. Peristiwa ini mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat bersama Anggota DPR RI Adian Napitupulu turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan
Kehadiran dua legislator tersebut bermaksud untuk meninjau secara langsung tempat kejadian musibah tambang tersebut. Dari dalam lubang bekas tambang, tercium asap mencurigakan yang diduga kuat berkaitan dengan nasib enam warga yang hingga kini belum berhasil dievakuasi. Lokasi musibah berada di Desa Urug, wilayah yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas tambang.
Musibah tambang Bogor ini menambah daftar panjang persoalan keselamatan di area bekas tambang yang belum direklamasi secara optimal.
Asap Misterius Jadi Titik Kritis Investigasi
Dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat (16/1/2026), Doni Hutabarat mengungkapkan temuan awal yang berbeda dengan penjelasan pihak perusahaan. Menurut pengakuan PT Antam, asap yang muncul diduga berasal dari pembakaran kayu. Namun, kesaksian langsung di lapangan memunculkan keraguan.
“Hasil investigasi kami, aroma asap yang kami hirup bukan seperti kayu terbakar. Mata tidak perih, tapi terasa sesak,” ujar Doni.
Ia membandingkan pengalaman tersebut dengan asap kayu bakar pada umumnya yang biasanya menyebabkan mata perih, berair, dan batuk. Aroma di dalam lubang justru lebih menyerupai obat fogging nyamuk, yang berpotensi berbahaya jika terhirup dalam ruang tertutup.
Meski demikian, Doni menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi. Analisis lanjutan akan menunggu hasil uji laboratorium agar semua temuan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam konteks musibah tambang Bogor, kejelasan sumber asap menjadi kunci penentuan langkah evakuasi.
Kronologi Pekerja Terjebak dan Harapan Evakuasi
Selain menemui pihak PT Antam, Doni dan Adian juga menggali keterangan dari pekerja yang berhasil selamat. Dari total 11 pekerja, lima orang sedang bekerja di dalam lubang, sementara enam lainnya beristirahat dan tertidur.
Ketika asap mulai memenuhi area tambang, kelima pekerja yang terjaga berusaha membangunkan rekan-rekannya. Namun kondisi yang semakin darurat membuat mereka terpaksa menyelamatkan diri terlebih dahulu demi nyawa mereka sendiri.
“Jadi sampai tadi malam, diduga masih ada enam warga Desa Urug yang terjebak di dalam lubang ex tambang PT Antam,” ungkap Doni.
Atas kejadian ini, Doni Hutabarat mendesak PT Antam untuk bertanggung jawab penuh dalam proses evakuasi, serta memastikan keselamatan warga sekitar. Musibah tambang Bogor ini menjadi pengingat keras bahwa lubang bekas tambang bukan sekadar warisan aktivitas industri, melainkan potensi ancaman kemanusiaan jika dibiarkan tanpa pengawasan ketat. (KH)
-“mugia sadaya korban tiasa enggal kasalametkeun”-
- Penulis: KangHasan
