Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAMalam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di bangku kelas IV SD dan menempati peringkat dua. Malam hari, ia berdiri di trotoar, menengadahkan tangan.

Inilah wajah nyata kemiskinan di Kota Tasikmalaya—bukan sekadar angka statistik, bukan sekadar grafik dalam laporan tahunan, melainkan seorang anak yang memikul beban hidup terlalu dini. Sungguh sebuah ironi di Kota Santri.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya: Fakta yang Tak Bisa Lagi Disangkal

Selama ini, kemiskinan di Kota Tasikmalaya sering dibicarakan dalam forum resmi. Namun kasus Nisa memaksa publik melihat realitas secara lebih konkret. Ia berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota hampir setiap malam. Jarak beberapa kilometer ditempuh bukan untuk bermain, melainkan untuk mengemis bersama adiknya.

Pertanyaannya sederhana namun menyakitkan: bagaimana mungkin siswi berprestasi harus mencari receh di jalanan?

Fenomena anak mengemis di lampu merah atau depan rumah makan memang bukan hal baru. Namun ketika yang berdiri di trotoar adalah siswa ranking dua di kelasnya, publik tak lagi bisa menganggap ini sebagai “pemandangan biasa”. Ini adalah alarm keras tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang belum tertangani secara sistemik.

Sejak berita mengenai Nisa tayang dan viral pada 25 Februari 2026, reaksi masyarakat berdatangan. Ada warga yang ingin membantu. Ada yang menanyakan alamat, ada yang ingin memberi donasi, ada pula yang sekadar menyampaikan kegelisahan.

Empati publik muncul cepat. Namun empati saja tidak cukup.

Peran Media dan Respons Pemerintah

Kasus ini juga membuktikan satu hal penting: media masih memiliki daya dorong perubahan. Ketika kisah Nisa dipublikasikan, perhatian tak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah kecamatan.

Camat Cipedes, Cecep Ridwan, langsung menghubungi redaksi untuk menggali informasi lebih lanjut. Memang belum ada kebijakan konkret yang diumumkan. Namun komunikasi awal itu menjadi sinyal bahwa persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak sepenuhnya diabaikan.

Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini menunjukkan manfaat nyata media massa.

“Masalah sosial sebenarnya terjadi setiap hari, tapi sering tidak mendapat perhatian. Setelah diungkap media, barulah muncul kepedulian,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya membutuhkan sorotan yang konsisten, bukan sekadar respons sesaat.

Sinergi yang Bisa Mengubah Dampak

Sorotan lain datang dari Asep Ishak, Sekretaris Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif). Ia menilai kasus ini sebagai contoh konkret bagaimana sinergi positif dapat tercipta.

“Peristiwa ini menjadi bukti ketika terjadi sinergi yang positif, indah, dan harmonis antara pemerintah daerah dengan media, maka akan tercipta dampak yang sangat nyata bahkan bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Asep.

Pernyataan tersebut bukan retorika. Ketika media menyuarakan fakta dan pemerintah merespons dengan komunikasi terbuka, maka potensi solusi menjadi jauh lebih besar. Kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak akan selesai hanya dengan bantuan sporadis. Diperlukan koordinasi lintas sektor—pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat.

Momentum Ramadhan seharusnya menjadi titik tolak refleksi. Bulan suci bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. Jika satu anak saja harus memilih antara belajar dan mencari uang di jalan, maka ada sistem yang perlu dibenahi.

Jangan Biarkan Ini Hanya Viral Sesaat

Kisah Nisa kini telah menjadi simbol. Simbol tentang anak-anak yang memiliki potensi, tetapi terhimpit keadaan. Simbol tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang masih nyata di sudut-sudut kota yang tampak berkembang.

Di ruang kelas, ia mungkin bercita-cita tinggi. Namun di jalanan malam, ia hanya berharap cukup uang untuk membeli beras esok hari. Kontras ini terlalu tajam untuk diabaikan.

Pertanyaan besarnya: apakah kisah ini akan berhenti sebagai berita viral yang mengundang simpati sementara? Atau justru menjadi titik awal langkah konkret untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang berdiri di trotoar saat malam tiba?

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya bukan isu yang bisa ditunda. Ia hadir setiap hari, dalam wujud anak-anak yang kehilangan masa kecilnya. Jika sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat benar-benar dijaga, maka kisah seperti Nisa seharusnya tidak terulang.

Karena kota yang maju bukan hanya diukur dari ramainya pusat perbelanjaan atau padatnya lalu lintas. Kota yang maju diukur dari kemampuannya melindungi anak-anaknya.

Dan saat ini, Kota Tasikmalaya dan warganya sedang diuji, akankah peristiwa ini menjadi pemicu yang positif ? (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan. Lokasi […]

  • TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Tumpukan sampah ilegal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang muncul di kawasan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Keberadaan TPS ilegal tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi […]

  • Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Persib Bandung akan melakoni laga penting saat menjamu Malut United pada pertandingan pekan ke-20 BRI Super League hari Jumat (06/02/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi krusial bagi Maung Bandung untuk menjaga momentum dan konsistensi, sementara Malut United datang dengan ambisi mencuri poin dari tim papan atas. Bermain di […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Percepatan KDMP di Bogor

    Bupati Percepat Pembentukan KDMP Bogor di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 71
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembentukan KDMP Bogor atau Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah. Langkah ini menjadi prioritas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama jajaran pemerintah daerah. Rudy membahas rencana percepatan tersebut dalam pertemuan dengan Forkopimda pada Rabu (5/11/2025) di Enchanting Valley, Kabupaten Bogor. Pertemuan itu […]

  • sampah-dadaha-tasikmalaya-dlh-bersihkan

    Sampah Dadaha Dibersihkan Semalaman, DLH Tasikmalaya Siap Bergerak ke Cikurubuk

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DLH Kota Tasikmalaya bekerja hingga malam membersihkan tumpukan sampah di TPS 3R Dadaha. Setelah tuntas, fokus bergeser ke Pasar Cikurubuk.

expand_less