Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAMalam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di bangku kelas IV SD dan menempati peringkat dua. Malam hari, ia berdiri di trotoar, menengadahkan tangan.

Inilah wajah nyata kemiskinan di Kota Tasikmalaya—bukan sekadar angka statistik, bukan sekadar grafik dalam laporan tahunan, melainkan seorang anak yang memikul beban hidup terlalu dini. Sungguh sebuah ironi di Kota Santri.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya: Fakta yang Tak Bisa Lagi Disangkal

Selama ini, kemiskinan di Kota Tasikmalaya sering dibicarakan dalam forum resmi. Namun kasus Nisa memaksa publik melihat realitas secara lebih konkret. Ia berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota hampir setiap malam. Jarak beberapa kilometer ditempuh bukan untuk bermain, melainkan untuk mengemis bersama adiknya.

Pertanyaannya sederhana namun menyakitkan: bagaimana mungkin siswi berprestasi harus mencari receh di jalanan?

Fenomena anak mengemis di lampu merah atau depan rumah makan memang bukan hal baru. Namun ketika yang berdiri di trotoar adalah siswa ranking dua di kelasnya, publik tak lagi bisa menganggap ini sebagai “pemandangan biasa”. Ini adalah alarm keras tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang belum tertangani secara sistemik.

Sejak berita mengenai Nisa tayang dan viral pada 25 Februari 2026, reaksi masyarakat berdatangan. Ada warga yang ingin membantu. Ada yang menanyakan alamat, ada yang ingin memberi donasi, ada pula yang sekadar menyampaikan kegelisahan.

Empati publik muncul cepat. Namun empati saja tidak cukup.

Peran Media dan Respons Pemerintah

Kasus ini juga membuktikan satu hal penting: media masih memiliki daya dorong perubahan. Ketika kisah Nisa dipublikasikan, perhatian tak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah kecamatan.

Camat Cipedes, Cecep Ridwan, langsung menghubungi redaksi untuk menggali informasi lebih lanjut. Memang belum ada kebijakan konkret yang diumumkan. Namun komunikasi awal itu menjadi sinyal bahwa persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak sepenuhnya diabaikan.

Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini menunjukkan manfaat nyata media massa.

“Masalah sosial sebenarnya terjadi setiap hari, tapi sering tidak mendapat perhatian. Setelah diungkap media, barulah muncul kepedulian,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya membutuhkan sorotan yang konsisten, bukan sekadar respons sesaat.

Sinergi yang Bisa Mengubah Dampak

Sorotan lain datang dari Asep Ishak, Sekretaris Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif). Ia menilai kasus ini sebagai contoh konkret bagaimana sinergi positif dapat tercipta.

“Peristiwa ini menjadi bukti ketika terjadi sinergi yang positif, indah, dan harmonis antara pemerintah daerah dengan media, maka akan tercipta dampak yang sangat nyata bahkan bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Asep.

Pernyataan tersebut bukan retorika. Ketika media menyuarakan fakta dan pemerintah merespons dengan komunikasi terbuka, maka potensi solusi menjadi jauh lebih besar. Kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak akan selesai hanya dengan bantuan sporadis. Diperlukan koordinasi lintas sektor—pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat.

Momentum Ramadhan seharusnya menjadi titik tolak refleksi. Bulan suci bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial. Jika satu anak saja harus memilih antara belajar dan mencari uang di jalan, maka ada sistem yang perlu dibenahi.

Jangan Biarkan Ini Hanya Viral Sesaat

Kisah Nisa kini telah menjadi simbol. Simbol tentang anak-anak yang memiliki potensi, tetapi terhimpit keadaan. Simbol tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang masih nyata di sudut-sudut kota yang tampak berkembang.

Di ruang kelas, ia mungkin bercita-cita tinggi. Namun di jalanan malam, ia hanya berharap cukup uang untuk membeli beras esok hari. Kontras ini terlalu tajam untuk diabaikan.

Pertanyaan besarnya: apakah kisah ini akan berhenti sebagai berita viral yang mengundang simpati sementara? Atau justru menjadi titik awal langkah konkret untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang berdiri di trotoar saat malam tiba?

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya bukan isu yang bisa ditunda. Ia hadir setiap hari, dalam wujud anak-anak yang kehilangan masa kecilnya. Jika sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat benar-benar dijaga, maka kisah seperti Nisa seharusnya tidak terulang.

Karena kota yang maju bukan hanya diukur dari ramainya pusat perbelanjaan atau padatnya lalu lintas. Kota yang maju diukur dari kemampuannya melindungi anak-anaknya.

Dan saat ini, Kota Tasikmalaya dan warganya sedang diuji, akankah peristiwa ini menjadi pemicu yang positif ? (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ucapan Korban Diduga Picu Amarah, Polisi Ungkap Motif Pembacokan di Garut

    Ucapan Korban Diduga Picu Amarah, Polisi Ungkap Motif Pembacokan di Garut

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap motif pembacokan di Garut yang menewaskan seorang pria. Cekcok antar kerabat diduga berujung tragedi.

  • DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pascamalam pergantian Tahun Baru 2026. Berdasarkan keterangan resmi DLH Kota Bandung, pembersihan dilakukan secara intensif sejak malam hingga dini hari dengan menyasar kawasan pusat aktivitas masyarakat yang menjadi lokasi perayaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan Kota Bandung tetap terjaga […]

  • KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi kembali menyuarakan kegelisahan ribuan pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya yang hingga kini masih menunggu sikap konkret pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pasar tradisional bukan hanya menyangkut ekonomi, tetapi menyentuh langsung kehidupan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar. Saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/1/2026), KH Miftah Fauzi menyampaikan bahwa […]

  • Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya rupiah membuat perajin tempe semakin terhimpit.

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 224
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

    Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya memunculkan beragam respons. Namun jika dilihat dari sudut pandang fiskal, langkah tersebut mencerminkan upaya menjaga keseimbangan keuangan daerah di tengah keterbatasan likuiditas. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak ingin […]

expand_less