Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAWakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kang Wahid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek irigasi Cikalang setelah menerima berbagai aduan dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan sekaligus menampung aspirasi masyarakat yang menilai pelaksanaan proyek belum berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam sidak tersebut, Kang Wahid meninjau kondisi saluran irigasi dari bagian hulu hingga hilir guna memastikan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.


Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Cikalang, Heri Ferianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini hasil dari proyek irigasi Cikalang belum memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, meskipun proyek tersebut telah mendapat dua kali perpanjangan waktu pengerjaan, fungsi saluran irigasi masih belum berjalan dengan baik.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah pekerjaan elevasi saluran yang diduga tidak dikerjakan secara tepat sehingga air belum dapat mengalir secara normal.

Padahal, menurut pihak pelaksana, progres volume pekerjaan disebut telah selesai.


Temuan Kejanggalan di Lapangan

Dalam peninjauan di kawasan BCKL Blok Gabug, Kang Wahid menemukan kondisi yang tidak lazim dimana air yang seharusnya mengalir ke hilir justru berbalik arah menuju hulu.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada kemiringan atau elevasi saluran dalam proyek irigasi Cikalang.

Selain itu, pada bagian hilir yang dikerjakan oleh PSDA Citanduy UPTD Provinsi Jawa Barat, posisi elevasinya diketahui justru lebih tinggi.

Kondisi ini membuat aliran air tidak dapat mengalir secara normal sehingga fungsi irigasi belum berjalan optimal.


Profesionalitas Pelaksana Proyek Dipertanyakan

Sorotan masyarakat semakin menguat karena proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan BUMN besar, yaitu PT Hutama Karya (Persero).

Sebagai perusahaan milik negara yang sering menangani berbagai proyek strategis nasional, publik menilai standar profesionalitas seharusnya dapat terlihat jelas dalam pelaksanaan pekerjaan.

Namun sejumlah temuan di lapangan dalam proyek irigasi Cikalang justru memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan proyek tersebut.

Beberapa waktu lalu bahkan sempat beredar di media sosial dugaan bahwa pekerjaan proyek dilaksanakan tanpa gambar teknis yang jelas.


Sistem Pengawasan Ikut Dipertanyakan

Selain pelaksana proyek, sistem pengawasan juga menjadi perhatian.

Konsultan supervisi diketahui baru mulai berkontrak sekitar satu bulan setelah pekerjaan berjalan.

Artinya, pada fase awal pekerjaan proyek irigasi Cikalang, kegiatan konstruksi berlangsung tanpa pengawasan resmi.

Pengawasan proyek sendiri berada di bawah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang juga merupakan perusahaan BUMN.

Keterlambatan pengawasan tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas pekerjaan di lapangan.


Warga Keluhkan Upah dan Kerugian

Persoalan proyek ini juga berdampak pada masyarakat sekitar.

Sejumlah warga yang ikut bekerja di proyek tersebut mengaku hingga saat ini belum menerima pembayaran upah.

Selain itu terdapat laporan mengenai jasa dan material yang belum dibayarkan serta aset warga yang rusak akibat aktivitas proyek namun belum mendapatkan ganti rugi.


Warga Segel Lokasi Proyek

Sebagai bentuk kekecewaan, warga akhirnya melakukan penyegelan di lokasi proyek irigasi Cikalang.

Mereka memasang spanduk di area proyek dengan tulisan:

“Proyek Bermasalah Disegel Warga, Kontrak Bermasalah, Pekerjaan Buruk dan Upah Tidak Dibayar.”

Aksi tersebut menjadi bentuk protes masyarakat terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai belum memberikan manfaat nyata.


DPRD Akan Bahas dan Dorong Evaluasi

Menanggapi berbagai temuan tersebut, Kang Wahid menyatakan akan membawa persoalan proyek irigasi Cikalang ke pembahasan bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Ia juga membuka kemungkinan agar persoalan ini disampaikan ke pemerintah pusat karena proyek tersebut menggunakan anggaran APBN sebesar Rp5,6 miliar melalui program penugasan khusus Instruksi Presiden Tahap III Tahun 2025.

Menurutnya, proyek yang dibiayai oleh anggaran negara seharusnya dikerjakan secara profesional dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Disorot Publik, Izin Dipertanyakan, Gubernur Jabar Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang Bukit Cikuya di Kampung Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam publik setelah video kondisi penambangan di kawasan tersebut viral di media sosial. Sorotan ini tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta aparat provinsi segera turun tangan. Baca […]

  • Perayaan Cap Go Meh di Ciamis Berlangsung Khidmat

    Perayaan Cap Go Meh di Ciamis Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesan Toleransi Menguat Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Tek Bio berlangsung khidmat dan penuh warna. Ratusan umat dan warga sekitar memadati halaman kelenteng yang berada di pusat Kota Ciamis itu untuk mengikuti rangkaian ibadah dan tradisi budaya yang menjadi penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sejak pagi, suasana […]

  • Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswi hilang dari Universitas Mayasari Bakti, Kota Tasikmalaya

  • Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Pekan ke-19 BRI Super League 2025–2026 akan menyajikan duel menarik antara Persis Solo Vs Persib Bandung. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026) sore, mulai pukul 15.30 WIB, dan diprediksi berjalan panas sejak menit awal. Bagi Persis Solo, laga ini menjadi ujian berat sekaligus kesempatan penting untuk memperbaiki posisi […]

  • Peristiwa Kriminal di Sukabumi: Pria 29 Tahun Tewas Ditusuk

    Peristiwa Kriminal di Sukabumi: Pria 29 Tahun Tewas Ditusuk

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Peristiwa kriminal di Sukabumi kembali menggemparkan warga. Seorang pria berinisial RR (29) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius usai terlibat pertikaian di sebuah lapak jamu yang diduga menjual minuman keras oplosan. Kejadian tragis tersebut berlangsung pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Kampung Sudajaya Hilir, Kelurahan Jayaraksa, […]

  • Bobibos, Kemana? Inovasi Ini Justru Menghilang

    Bobibos, Kemana? Inovasi Ini Justru Menghilang

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, dunia kembali dihadapkan pada ancaman krisis minyak mentah. Harga BBM global melonjak, rantai pasok terganggu, dan banyak negara mulai waspada terhadap ketergantungan energi fosil. Indonesia, sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM, tentu tidak kebal dari dampak ini. Namun di saat genting […]

expand_less