Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Bencana kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pergeseran tanah dipicu hujan ekstrem melanda kawasan tersebut, Senin (02/03/2026).

Sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) atau 324 jiwa kini bertahan di tenda darurat. Kejadian yang terjadi secara bertahap itu membuat struktur bangunan retak dan tanah di sekitar permukiman ambles, sehingga dinilai membahayakan keselamatan warga.

Lereng Gundul Diduga Percepat Pergeseran Tanah

Hasil peninjauan lapangan yang dilakukan unsur Forkopimcam Bantargadung Kabupaten Sukabumi, menemukan indikasi kuat bahwa pergeseran tanah tersebut diperparah oleh kondisi lereng di bagian hulu yang minim vegetasi.

Camat Bantargadung, Rahmat Sarifudin, menjelaskan bahwa area perkebunan perorangan hingga batas perusahaan dalam kondisi relatif gundul. Pohon-pohon yang sebelumnya menjadi penahan alami tanah telah ditebang, sehingga daya ikat tanah melemah.

“Intensitas hujan memang tinggi, tetapi kondisi lereng yang gundul membuat risiko pergeseran tanah meningkat tajam. Tanpa akar pohon sebagai pengikat, tanah mudah bergerak saat diguyur hujan deras,” ujarnya.

Fenomena kejadian di kawasan perbukitan memang kerap terjadi ketika kombinasi antara curah hujan tinggi dan kerusakan tutupan lahan tidak terkendali. Tanah kehilangan struktur stabilnya, lalu bergeser mengikuti kemiringan lereng.

Kondisi ini mempertegas bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons darurat, melainkan juga membutuhkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian

Akibat musibah ini, ratusan warga kini mengungsi di lokasi yang relatif aman. Pemerintah kecamatan Bantargadung dan desa langsung bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga terdampak .

Pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan sistem by name by address untuk memastikan seluruh korban tercatat dan memperoleh bantuan sesuai kebutuhan. Data tersebut juga mencakup jumlah bayi, balita, hingga lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Warga mengaku khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, karena potensi susulan masih terbuka.

Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam

Di tengah situasi darurat akibat peristiwa bencana ini, aspek kesehatan tentu menjadi salah satu prioritas utama. Beruntung, lokasi pengungsian berada tepat di samping gedung Puskesmas Bantargadung.

Kepala Puskesmas Bantargadung, Siska Santika, memastikan seluruh layanan medis digratiskan bagi warga terdampak.

“Kami siagakan petugas 24 jam. Karena tenda pengungsian berdampingan langsung dengan puskesmas, warga terdampak pergeseran tanah bisa langsung mendapatkan layanan tanpa hambatan,” katanya.

Hingga saat ini, kondisi kesehatan para pengungsi relatif stabil. Belum ditemukan lonjakan penyakit menular, kecuali satu warga yang mengalami cedera ringan saat proses evakuasi.

Pihak puskesmas juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi guna memastikan stok obat-obatan tetap tersedia selama masa tanggap darurat ini.

Tantangan Konsumsi di Bulan Ramadan

Bencana pergeseran tanah ini terjadi di tengah bulan Ramadan, sehingga kebutuhan logistik, khususnya makanan untuk sahur dan berbuka puasa, menjadi perhatian serius.

Namun, pendirian dapur umum resmi masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) penetapan status darurat bencana dari pemerintah kabupaten. Tanpa status tersebut, prosedur administrasi belum memungkinkan pembukaan dapur umum secara formal.

Sebagai solusi sementara, pihak kecamatan menggandeng Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu memenuhi kebutuhan makan warga terdampak pergeseran tanah.

“Warga kesulitan memenuhi kebutuhan sahur dan buka puasa akibat pergeseran tanah ini. Sambil menunggu proses administrasi dari Dinsos dan BPBD, kami lakukan langkah diskresi agar bantuan makanan tetap berjalan,” ujar Rahmat.

Langkah cepat ini dinilai penting agar dampak sosial dari pergeseran tanah tidak semakin meluas, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Evaluasi dan Mitigasi Jangka Panjang

Peristiwa pergeseran tanah di Bantargadung kembali mengingatkan pentingnya upaya mitigasi berbasis lingkungan. Rehabilitasi lereng melalui penghijauan menjadi langkah mendesak untuk mencegah pergeseran tanah berulang.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan di wilayah hulu perlu diperketat. Tanpa langkah preventif, potensi pergeseran tanah akan terus membayangi warga yang tinggal di kawasan rawan.

Pemerintah daerah diharapkan segera menetapkan status darurat agar penanganan pergeseran tanah dapat dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi lintas instansi.

Untuk sementara, ratusan warga Bantargadung masih harus bertahan di pengungsian, menanti kepastian kondisi tanah di kampung halaman mereka benar-benar stabil dan aman dari ancaman pergeseran tanah susulan. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 222
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Jampangkulon yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban kekerasan, kini mulai menemukan titik terang dari sisi medis. Pihak RSUD Jampangkulon akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Penjelasan medis ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di […]

  • LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

    LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Lonjakan LHKPN Kepala Bapenda Ciamis hingga Rp2,5 miliar dalam setahun jadi sorotan. Publik menanti klarifikasi resmi.

  • Viral Jelang Laga Persib Bandung, H Umuh Muchtar disenggol

    Viral Jelang Laga Persib Bandung, H Umuh Muchtar disenggol

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Viral jelang laga Persib Bandung, nama Erwan Setiawan dan H Umuh Muhtar ikut jadi sorotan.

  • PSM Makassar Vs Persib-wartaloka

    PSM Makassar Vs Persib: Kakang Rudianto Siap Tampil Habis-habisan Demi Gelar Juara

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kakang Rudianto siap tampil habis-habisan saat PERSIB menghadapi PSM demi menjaga peluang juara.

  • Tabrak Lari Maut di Cikukulu, Remaja 15 Tahun Tewas di Jalan

    Tabrak Lari Maut di Cikukulu, Remaja 15 Tahun Tewas di Jalan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Berita duka kembali mewarnai akhir pekan ini di Sukabumi, sebuah insiden kecelakaan terjadi di Cikukulu Sukabumi . Aksi tabrak lari melibatkan sebuah truk tronton yang menabrak seorang anak sampai kehilangan nyawa di jalan raya, pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban dan keluarganya dalam kepedihan. Warga sekitar yang berada di sekitar lokasi […]

expand_less