Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMINama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi.

Dalam sebuah podcast yang beredar luas di internet, Dela mengungkap sejumlah dugaan ketidaksesuaian data pengadaan bahan makanan, termasuk beras dan bahan baku lainnya. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di ruang publik dan menarik perhatian berbagai pihak.

Namun beberapa waktu setelah kontroversi itu mencuat, Dela akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya.

Klarifikasi Resmi dan Permohonan Maaf

Melalui rekaman video yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat konten podcast yang ia buat sebelumnya.

Dalam pernyataannya, mantan akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi itu mengakui bahwa data yang ia gunakan saat menyampaikan dugaan tersebut belum sepenuhnya lengkap. Hal inilah yang kemudian memicu ketidaksinkronan informasi serta kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang muncul dari konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya dalam video klarifikasi.

Permohonan maaf tersebut juga ditujukan kepada sejumlah lembaga yang sempat terseret dalam polemik ini, termasuk Badan Gizi Nasional serta Yayasan Ath-Tho-Mitra.

Dela menegaskan bahwa pembuatan podcast tersebut merupakan inisiatif pribadinya dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

Dipicu Emosi Akibat Perselisihan dengan Mitra

Dalam klarifikasinya, Dela juga menjelaskan latar belakang munculnya podcast yang menyinggung dugaan korupsi di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Ia mengaku saat itu sedang berada dalam kondisi emosi setelah terjadi perselisihan dengan salah satu mitra kerja. Situasi tersebut membuatnya terpancing untuk mengungkapkan berbagai hal secara terbuka melalui podcast.

“Karena saya terpancing emosi akibat kata-kata yang disampaikan oleh mitra kepada saya. Saya merasa tidak terima, sehingga muncul ide untuk membuat podcast tersebut,” ungkapnya.

Menurut Dela, keputusan tersebut diambil secara spontan tanpa melalui proses verifikasi data yang lebih menyeluruh.

Perbedaan Data Setelah Dilakukan Verifikasi

Lebih lanjut, Dela menjelaskan bahwa setelah dilakukan proses pengecekan dan validasi bersama, ditemukan adanya perbedaan antara catatan yang ia miliki dengan data sebenarnya di lapangan.

Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan tambahan bahan baku yang sudah dipesan melalui proses purchase order (PO), tetapi belum tercatat dalam data pribadinya saat itu.

“Klarifikasi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa data yang saya buat sebelumnya sudah diverifikasi bersama menggunakan faktur dan invoice yang ada. Ternyata terdapat penambahan bahan baku dari barang yang sudah di-PO-kan dan belum masuk dalam catatan saya,” jelasnya.

Akibatnya, data yang ia sampaikan dalam podcast menjadi tidak sinkron dengan kondisi sebenarnya di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Upaya Meluruskan Informasi yang Terlanjur Viral

Dela menegaskan bahwa klarifikasi yang ia sampaikan merupakan bentuk tanggung jawab pribadi untuk meluruskan informasi yang telah terlanjur menyebar luas di media sosial.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan institusi dan program publik.

“Klarifikasi ini saya buat murni atas keinginan saya sendiri tanpa adanya paksaan dari siapa pun, karena saya merasa bertanggung jawab untuk meluruskan kembali informasi yang sudah beredar,” ujarnya.

Kasus yang melibatkan SPPG Lembursitu Sukabumi ini sebelumnya sempat memicu berbagai tanggapan, termasuk dari pihak pengelola setempat. Kepala SPPG Lembursitu 2 juga sempat memberikan respons atas pernyataan yang beredar sebelum akhirnya muncul klarifikasi dari Dela.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik terkait dugaan manipulasi data dalam program MBG di SPPG Lembursitu Sukabumi dapat menjadi lebih jelas bagi publik. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah elemen masyarakat menyoroti efektivitas tata kelola internal dalam satu tahun terakhir. Kritik tersebut tidak hanya menyasar figur kepala daerah, tetapi juga mengarah pada sistem koordinasi yang berjalan di lingkup birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan […]

  • Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan. Lokasi […]

  • Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin berat, sementara harapan masyarakat terus meningkat. Pesan itu ia sampaikan saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/1/2026). Di awal tahun anggaran, Dedie mengingatkan seluruh […]

  • Guru PPPK di Ciamis Terlibat Penipuan MBG, Kerugian Capai Rp930 Juta

    Guru PPPK di Ciamis Terlibat Penipuan MBG, Kerugian Capai Rp930 Juta

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Guru PPPK di Ciamis jadi tersangka penipuan MBG. Kerugian sembilan korban mencapai Rp930 juta.

  • 14 Proyek Infrastruktur Tasikmalaya Jadi Temuan BPK, Dugaan Kelebihan Bayar Capai Rp2 Miliar

    14 Proyek Infrastruktur Tasikmalaya Jadi Temuan BPK, Dugaan Kelebihan Bayar Capai Rp2 Miliar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BPK menemukan dugaan kelebihan pembayaran sekitar Rp2,067 miliar pada 14 proyek infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya. Pemkab memastikan rekomendasi auditor ditindaklanjuti.

  • Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    Pantai Talanca penuh Sampah Kain, Citra Wisata Sukabumi Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pantai Talanca yang berada di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Kawasan wisata pesisir yang sempat viral beberapa tahun lalu itu lagi-lagi dipenuhi tumpukan sampah kain yang berserakan di sepanjang garis pantai. Pantai Talanca, yang terletak di Desa Loji, sebelumnya pernah masuk daftar pantai terkotor di Indonesia versi Pandawara […]

expand_less