Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T
- account_circle KangHasan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal tersebut disampaikan dalam pemaparan terkait strategi pembiayaan program MBG di daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan infrastruktur dan akses layanan dasar.
Pemerintah Upayakan Efisiensi Penggunaan APBN
Pemerintah menegaskan akan berupaya menekan penggunaan dana APBN dalam pelaksanaan program MBG di wilayah 3T.
Sebagai gantinya, berbagai sumber pembiayaan alternatif akan didorong untuk membantu percepatan pelaksanaan program tersebut.
“Kami akan mencoba mengurangi, tidak menggunakan APBN. Tetapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap investor, kami akan coba kerjasamakan dengan berbagai pihak,” ujar Nanik S Deyang seusai pelantikan dirinya menjadi Kepala BGN.
Libatkan Investor dan Dana CSR
Pemerintah membuka peluang keterlibatan investor swasta dalam mendukung pembangunan sarana pendukung program MBG di daerah 3T.
Selain itu, dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta juga akan didorong untuk membantu pembiayaan program.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di suatu daerah dapat berkontribusi melalui pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat sekitar.
Pembangunan Dapur MBG Jadi Fokus
Salah satu kebutuhan utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis adalah penyediaan fasilitas dapur umum yang akan menjadi pusat produksi dan distribusi makanan.
Pemerintah berharap perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di daerah dapat mengambil peran dalam pembangunan fasilitas tersebut melalui program CSR.
“Masa perusahaan yang berinvestasi di daerah tersebut tidak mau membantu membangunkan dapur untuk masyarakat sekitar. Biayanya juga tidak terlalu besar,” katanya.
Hibah Luar Negeri Juga Dipertimbangkan
Selain dukungan investor dan CSR perusahaan, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan hibah dari luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program MBG di wilayah 3T.
Skema tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penjajakan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Realisasi Mulai Dipersiapkan
Pemerintah mengungkapkan bahwa sejumlah rapat koordinasi telah dilakukan untuk merealisasikan berbagai skema pendanaan tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara merata. (KH)
- Penulis: KangHasan
