Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNGRencana Pemerintah Kota Bandung untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teras Cihampelas kembali menuai sorotan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun ketertiban kota.

Menurut Yogi, relokasi PKL memang merupakan bagian dari kewajiban pemerintah kota dalam menata ruang publik. Namun, kebijakan tersebut tidak bisa dijalankan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang dan komunikasi yang terbuka dengan para pedagang yang terdampak.

“Ini memang kewajibannya pemerintah kota. Tapi relokasinya ke mana, itu harus dibicarakan dan didiskusikan terlebih dahulu bersama PKL. Jangan sampai kebijakan justru menimbulkan masalah baru,” ujar Yogi saat on air di Radio PRFM News Channel, Jumat (16/1/2026).


Penentuan Lokasi Harus Perhatikan Fungsi Jalan

Yogi menekankan bahwa penentuan lokasi relokasi PKL tidak boleh mengabaikan fungsi ruang publik. Kawasan jalan dan trotoar, menurutnya, memiliki fungsi utama sebagai ruang mobilitas pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.

“Jangan sampai relokasi justru mengganggu ketertiban. Jalan itu fungsinya trotoar. Lalu harus dipikirkan juga kenyamanan pembeli, akses parkirnya di mana, posisi lapaknya seperti apa,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa relokasi yang tidak tepat sasaran berpotensi menciptakan persoalan ketertiban umum baru. Alih-alih menyelesaikan masalah PKL, kebijakan tersebut justru bisa memindahkan kekacauan dari satu titik ke titik lain di Kota Bandung.


Pendataan PKL Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Selain lokasi, Yogi menilai pendataan ulang PKL merupakan langkah krusial sebelum relokasi dilakukan. Tanpa data yang akurat, kebijakan relokasi berisiko tidak tepat sasaran dan membuka celah munculnya pedagang ilegal atau “penumpang gelap”.

“Harus ada pendataan ulang. Tidak bisa semuanya masuk begitu saja. Nanti malah muncul PKL yang sebenarnya tidak aktif atau baru muncul setelah relokasi,” katanya.

Pendataan tersebut, lanjut Yogi, sebaiknya melibatkan dinas terkait, khususnya yang membidangi koperasi dan UMKM. Dengan demikian, data PKL yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan, baik pedagang yang masih aktif maupun yang sudah tidak berjualan.


Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan Relokasi

Yogi berharap Pemerintah Kota Bandung tidak hanya fokus pada aspek penataan fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. Relokasi PKL, jika tidak dikomunikasikan dengan baik, berpotensi menurunkan pendapatan pedagang dan memicu resistensi sosial.

Menurutnya, dialog yang intensif antara pemerintah dan PKL menjadi kunci agar kebijakan relokasi dapat diterima dan berjalan efektif. “Kebijakan publik itu bukan sekadar memindahkan orang. Ada kehidupan ekonomi dan sosial yang harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar relokasi PKL di Teras Cihampelas tidak menjadi kebijakan yang tampak rapi di atas kertas, tetapi bermasalah di lapangan. Tanpa kajian yang matang, relokasi berpotensi menciptakan persoalan baru yang justru lebih kompleks bagi Kota Bandung. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya - wartaloka

    Perwaskim Tasikmalaya Disorot, Transparansi Data Belanja Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya dipertanyakan setelah jawaban soal data belanja dinilai belum substansial.

  • Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Kembali Mengguncang: Oknum Pegawai SPPG Terlibat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Kasus peredaran narkoba di Sukabumi kembali mencoreng citra keamanan kota. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota berhasil menggulung jaringan pengedar narkotika yang melibatkan tiga tersangka, termasuk seorang pegawai dapur di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penangkapan ini bukan sekadar operasi rutin, namun mencerminkan kenyataan pahit bahwa peredaran narkoba terus […]

  • Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Capaian Investasi Kota Bandung kembali mencuri perhatian. Di tengah keterbatasan wilayah, Kota Bandung justru mampu melampaui target investasi tahun 2025. Fakta ini mengemuka dalam kegiatan kerja bakti yang dirangkai dengan pembinaan kepegawaian dan pengarahan langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, kepada seluruh pegawai DPMPTSP Kota Bandung, Jumat, 2 Januari 2026. […]

  • 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

    21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang dirancang untuk memberikan perlindungan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program ini menjadi tulang punggung sistem pembiayaan kesehatan nasional dengan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. BPJS Kesehatan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan. […]

  • Kejari Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Bank Plat Merah di Sukabumi

    Kejari Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Bank Plat Merah di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kejari Sukabumi tetapkan 8 tersangka korupsi bank plat merah dengan modus kredit fiktif, rugikan bank Rp2,6 miliar.

  • Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah elemen masyarakat menyoroti efektivitas tata kelola internal dalam satu tahun terakhir. Kritik tersebut tidak hanya menyasar figur kepala daerah, tetapi juga mengarah pada sistem koordinasi yang berjalan di lingkup birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan […]

expand_less