Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Geng Motor Garut Aniaya 6 Warga, 22 Orang Ditangkap Polisi

Geng Motor Garut Aniaya 6 Warga, 22 Orang Ditangkap Polisi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA GARUT – Aksi brutal sekelompok pengendara motor di Jalan KH Anwar Musaddad, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, berujung panjang. Polisi membongkar keterlibatan puluhan orang geng motor Garut dalam aksi penganiayaan terhadap enam warga yang terekam kamera pengawas dan kemudian viral di media sosial.

Tak tanggung-tanggung, polisi mengamankan 22 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Fakta yang cukup mengejutkan, 20 orang di antaranya masih berstatus pelajar SMP dan SMA.

Kasus ini terungkap setelah rekaman kamera CCTV milik salah satu rumah makan di sekitar lokasi memperlihatkan sekelompok pengendara motor mendatangi warga yang sedang berada di depan rumah makan.

Rekaman tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Polisi Amankan 22 Orang Geng Motor Garut, Mayoritas Masih Pelajar

Setelah melakukan penyelidikan selama sekitar dua kali 24 jam, Satuan Reserse Kriminal Polres Garut berhasil mengidentifikasi kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Dari sekitar 25 orang yang diduga berada dalam rombongan, sebanyak 22 orang berhasil diamankan polisi. Sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kelompok tersebut terafiliasi dengan geng motor bernama PAP.

Yang menjadi perhatian, sebagian besar orang yang diamankan masih berusia remaja. Bahkan, polisi mencatat 20 orang di antaranya masih duduk di bangku SMP dan SMA.

“Jumlah korban ada enam orang, didatangi sekelompok pemuda berjumlah 25 orang. Korban dilukai, ditendang, dipukul, ada juga yang dihantam benda tumpul,” kata Niko, Jumat (7/8/2026).

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh pihak yang diamankan untuk mengetahui peran masing-masing dalam kejadian tersebut.

Berawal dari Knalpot Bising

Di balik aksi penganiayaan yang melibatkan puluhan orang geng motor Garut tersebut, polisi mengungkap persoalan yang disebut menjadi pemicu awal.

Menurut Kapolres Garut, kejadian bermula ketika rombongan pengendara motor melintas secara berkonvoi di sekitar lokasi.

Sejumlah kendaraan disebut menggunakan knalpot yang menimbulkan suara bising. Kondisi tersebut membuat salah satu korban merasa terganggu dan kemudian meneriaki rombongan tersebut.

Teriakan korban ternyata terdengar oleh kelompok pengendara motor.

Rombongan kemudian diduga memutar arah dan mendatangi enam korban yang saat itu sedang berada di depan sebuah rumah makan.

Situasi pun berubah menjadi aksi kekerasan. Enam orang menjadi korban penganiayaan oleh kelompok tersebut.

Korban Dianiaya Menggunakan Benda Tumpul

Dalam aksinya, para pelaku tidak hanya menggunakan tangan kosong. Polisi juga menemukan adanya penggunaan benda tumpul dalam penganiayaan tersebut.

“Ada yang menggunakan tangan kosong, ada juga yang membawa senjata jenis pipa besi. Selain itu ditemukan alat lain berupa knuckle,” ujar Niko.

Akibat kejadian tersebut, enam orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat sekaligus melakukan pengembangan untuk mengejar tiga orang lainnya yang masih belum tertangkap.

Polisi Ungkap Kelompok Geng Motor PAP

Hasil pemeriksaan terhadap orang-orang yang telah diamankan mengarah pada dugaan keterlibatan mereka dalam kelompok geng motor PAP.

Polisi menilai kelompok tersebut cukup meresahkan karena aksi yang dilakukan melibatkan sejumlah remaja yang sebagian masih berada di bangku sekolah.

Pihak kepolisian juga telah memberikan informasi kepada orang tua dan sekolah tempat para pelaku bersekolah agar persoalan tersebut tidak semakin berkembang di lingkungan pendidikan.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena aksi kekerasan melibatkan kelompok remaja dalam jumlah besar. Polisi masih memburu tiga orang lainnya serta mendalami keterlibatan masing-masing anggota kelompok dalam penganiayaan terhadap enam warga tersebut.(kh)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Jampangkulon yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban kekerasan, kini mulai menemukan titik terang dari sisi medis. Pihak RSUD Jampangkulon akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Penjelasan medis ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di […]

  • Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Laga real madrid vs getafe fc menghadirkan kejutan besar di pekan lanjutan Liga Spanyol. Bermain di kandang sendiri di Santiago Bernabeu, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB, Real Madrid harus mengakui keunggulan Getafe CF dengan skor tipis 0-1. Hasil ini menjadi ganjalan serius bagi Los Blancos dalam perburuan gelar juara. Real Madrid […]

  • Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Isu kenaikan BBM April 2026 kembali memicu kegelisahan publik setelah beredarnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga bahan bakar non-subsidi. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, harga Pertamax disebut-sebut akan melonjak tajam mulai 1 April 2026. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) langsung memberikan klarifikasi. Perusahaan pelat merah itu menegaskan bahwa […]

  • Bupati Tasikmalaya: ASN Tak Boleh Minta THR ke Masyarakat!

    Bupati Tasikmalaya: ASN Tak Boleh Minta THR ke Masyarakat!

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat maupun pihak swasta. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0018 Tahun 2026 tentang pencegahan korupsi dan […]

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid […]

expand_less