Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIFenomena meningkatnya pekerja informal, pelaku UMKM, hingga pekerja GIG seperti driver ojol, freelancer, dan kurir online saat ini sering dipuji sebagai tanda “ekonomi kreatif berkembang”. Padahal di balik itu, ada fakta pahit: negara semakin lemah menyediakan lapangan kerja yang layak dan stabil bagi rakyatnya.

Presiden Prabowo sendiri sampai mengumumkan pembentukan Satgas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh karena ancaman PHK dan ketidakpastian kerja semakin nyata. (ANTARA News).

Di sisi lain, DPR juga mendesak agar RUU Pekerja GIG segera dibahas. Ini menunjukkan bahwa jumlah pekerja sektor gig semakin besar, namun status dan perlindungan mereka masih lemah. Banyak pekerja digital tidak memiliki kepastian upah, jaminan kesehatan, maupun keamanan kerja.(ANTARA News).

Negara Dinilai Gagal Menjamin Lapangan Kerja Layak

Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar perubahan gaya kerja modern. Ini adalah tanda bahwa negara gagal menjadi penanggung jawab utama penyedia lapangan pekerjaan.

Dalam sistem kapitalisme hari ini, negara lebih sering berperan sebagai regulator, bukan pengurus rakyat. Negara hanya membuat aturan, sementara penciptaan kerja diserahkan kepada pasar dan investor.

Akibatnya, ketika industri melemah atau investasi menurun, rakyat dipaksa bertahan sendiri melalui pekerjaan informal, UMKM kecil-kecilan, atau kerja GIG tanpa kepastian. Padahal fakta menunjukkan posisi tawar buruh semakin rendah. Banyak pekerja menerima kontrak tidak jelas, outsourcing berkepanjangan, hingga ancaman PHK sewaktu-waktu.

Bahkan kalangan akademisi dari Universitas Gadjah Mada menilai buruh menghadapi ketidakpastian kerja yang makin besar akibat lemahnya perlindungan negara terhadap tenaga kerja.(ANTARA News).

Ironisnya, solusi yang ditawarkan sering hanya bersifat tambal sulam: bantuan subsidi, satgas PHK, rumah buruh, atau daycare. Memang itu bisa membantu sebagian masalah, tetapi tidak menyentuh akar persoalan: minimnya lapangan kerja produktif dan lemahnya tanggung jawab negara dalam mengurus ekonomi rakyat.

Pandangan Islam tentang Tanggung Jawab Negara

Islam memandang negara sebagai pengurus urusan rakyat, bukan sekadar pengawas pasar.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Islam, negara wajib memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, termasuk kesempatan bekerja. Negara tidak boleh membiarkan rakyat bertahan sendiri di tengah sistem ekonomi yang tidak adil. Islam juga melarang praktik yang menzalimi pekerja, seperti upah murah, ketidakjelasan akad, dan eksploitasi tenaga kerja.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)

Artinya, hubungan kerja dalam Islam dibangun di atas kejelasan akad dan keadilan, bukan sekadar mengejar keuntungan perusahaan.

Sistem Ekonomi Islam sebagai Alternatif

Selain itu, Islam memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan kapitalisme. Negara mengelola sumber daya alam strategis untuk kepentingan rakyat, bukan diserahkan kepada swasta atau oligarki. Dari pengelolaan itulah negara memiliki pemasukan besar untuk membangun industri, membuka lapangan kerja, dan menjamin kesejahteraan masyarakat.

Solusi Islam dalam Menjamin Kesejahteraan Pekerja

Jadi solusi menurut islam itu diantaranya :

  1. Negara wajib membuka lapangan kerja luas.
  2. ⁠Menghapus sistem ekonomi ribawi dan kapitalistik. Ekonomi berbasis utang dan keuntungan segelintir orang hanya membuat kekayaan berputar di kalangan elite. Islam mengatur distribusi harta agar tidak menumpuk pada kelompok tertentu, Allah SWT berfirman: “Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.” (QS. Al-Hasyr: 7).
  3. Menjamin hak pekerja. Islam mewajibkan akad kerja yang jelas, upah layak, serta melarang eksploitasi dan kezaliman terhadap buruh.
  4. ⁠Pengelolaan SDA oleh negara. Tambang, energi, hutan, dan kekayaan alam tidak boleh dikuasai korporasi asing maupun swasta tertentu. Hasilnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan pembukaan lapangan kerja.
  5. ⁠Negara sebagai pelayan rakyat.

Lapangan Kerja Layak sebagai Ukuran Kesehatan Ekonomi

Dalam Islam, penguasa bukan sekadar pembuat kebijakan, tetapi pelayan umat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Hari ini meningkatnya pekerja informal, UMKM kecil bertahan hidup, dan pekerja GIG tanpa kepastian bukan tanda ekonomi sehat. Itu justru alarm bahwa sistem gagal memberi jaminan kehidupan yang layak. Islam menawarkan solusi yang lebih mendasar: negara yang benar-benar mengurus rakyat, ekonomi yang adil, dan sistem kerja yang memuliakan manusia, bukan menjadikannya sekadar alat produksi.

Wallahuallam..

Ilah Romlah (Iyang); Parongpong, KBB
Aktivis Muslimah

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal. Surat tersebut […]

  • Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hari ini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan cerminan denyut nadi perdagangan rakyat yang tengah melemah. Sebagai pasar induk terbesar di Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat kecil. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak kios tutup, pembeli berkurang, dan pedagang bertahan dalam situasi […]

  • umkm sukabumi dapat perlengkapan alat kebersihan

    Dinkes Kota Sukabumi Serahkan Alat Kebersihan untuk 50 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 142
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Survei PIRT bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk pangan industri rumah tangga (IRTP), Selasa (28/10/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai Atas Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan dihadiri puluhan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan. Kegiatan tersebut […]

  • Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lanjutan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan risiko bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut masih dinilai rawan. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie […]

  • Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus penganiayaan wartawan di Tasikmalaya kini menjadi sorotan serius publik. Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terhadap seorang jurnalis tidak lagi dipandang sebagai insiden personal. Ini adalah ujian nyata terhadap kebebasan pers di tingkat lokal. Peristiwa itu terjadi ketika wartawan korban mendatangi terduga pelaku untuk […]

  • badan promosi mati suri (1)

    Gara-Gara Jalan Berlubang, Anggota DPRD Sumedang Dihujani Kritik di Facebook

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 142
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA SUMEDANG. Jagat media sosial Sumedang kembali diramaikan oleh keluhan warga soal infrastruktur. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang anggota DPRD Sumedang setelah sebuah unggahan mengenai jalan rusak menjadi buah bibir sejak Sabtu (15/11/2025) malam. Pemilik akun Al Ghifari mengunggah foto kondisi jalan yang tampak rusak parah: lubang besar di tengah badan jalan, […]

expand_less