Kejari Garut Didemo Mahasiswa, Pertanyakan Hibah Rp2,15 Miliar dari Pemkab
- account_circle KangHasan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Independensi Penegakan Hukum Jadi Sorotan
Dalam orasinya, FMG menilai publik wajar mempertanyakan independensi penegakan hukum ketika institusi yang memiliki kewenangan menangani dugaan tindak pidana korupsi menerima hibah dari pemerintah daerah yang juga berpotensi menjadi objek pengawasan maupun penegakan hukum.
Mahasiswa juga mengaku menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait sejumlah dugaan kasus korupsi di Kabupaten Garut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Meski demikian, FMG menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan tuduhan terhadap Kejaksaan Negeri Garut maupun aparat penegak hukum tertentu. Mereka menyebut kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial demi menjaga profesionalitas dan objektivitas penegakan hukum di Kabupaten Garut.
FMG Minta Transparansi kepada Publik
Mahasiswa berharap persoalan hibah tersebut dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat guna menghindari munculnya krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Menurut FMG, transparansi menjadi penting agar tidak muncul persepsi negatif terkait hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kejari Garut terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut. (KH)
- Penulis: KangHasan
