Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aktivitas Geng Motor Masih Marak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Kapolda

Aktivitas Geng Motor Masih Marak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Kapolda

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNGKapolda Jawa Barat Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa aktivitas geng motor di wilayah Jawa Barat bukan persoalan baru. Fenomena ini, menurutnya, telah berlangsung menahun dan berulang dari tahun ke tahun dengan pola yang nyaris sama. Faktor ekonomi disebut menjadi salah satu pemicu utama yang membuat aksi geng motor terus muncul di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Rudi Setiawan saat rilis akhir tahun di Mapolda Jawa Barat, Senin malam (29/12/2025). Ia bahkan menyinggung pengalamannya saat menjabat Kapolres Indramayu lebih dari satu dekade lalu, ketika isu geng motor sudah ramai dibicarakan.

“Saya pernah menjadi Kapolres Indramayu tahun 2010 atau 2011. Waktu itu sudah ribut soal geng motor. Sekarang saya kembali ke sini, persoalannya masih sama,” ujarnya.

Masalah Menahun, Dipicu Faktor Ekonomi

Menurut Kapolda, aktivitas geng motor tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial yang lebih luas, khususnya kondisi ekonomi masyarakat. Banyak pelaku geng motor berasal dari latar belakang keluarga dengan keterbatasan ekonomi, putus sekolah, dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kondisi tersebut membuat mereka rentan mencari pengakuan di luar lingkungan positif, salah satunya melalui kelompok geng motor. “Kalau ekonomi baik, orang sibuk bekerja, sibuk sekolah, ruang untuk terlibat geng motor itu semakin kecil,” kata Rudi.

Ia menegaskan, persoalan geng motor bukan semata-mata urusan kepolisian, melainkan masalah bersama yang harus disikapi secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.

Maklumat Kapolda dan Peran Masyarakat

Sebagai respons, Kapolda Jawa Barat mengeluarkan maklumat berisi instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian. Anggota polisi diwajibkan melakukan pemberantasan, pencegahan, dan penindakan terhadap aktivitas geng motor. Namun, penindakan saja dinilai tidak cukup.

Rudi menekankan pentingnya peran serta masyarakat, terutama dalam memberikan informasi terkait keberadaan dan pergerakan geng motor di lingkungan masing-masing. “Kami mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor. Ini demi keamanan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengaku terus menyampaikan arahan kepada para kapolres agar strategi penanganan tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga upaya pencegahan sejak dini.

Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Kapolda menyebutkan, sepanjang kepemimpinannya, pengungkapan kasus geng motor telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Bandung, Cimahi, Sumedang, hingga Indramayu. Namun ia mengingatkan bahwa karakteristik geng motor selalu berkembang dan bisa muncul kembali jika akar masalahnya tidak ditangani.

“Ini persoalan kita bersama. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, sampai kelompok-kelompok sosial lainnya,” katanya.

Rudi juga mengajak para orang tua lebih peduli terhadap pergaulan anak-anak mereka. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi terlibat geng motor, diharapkan segera diarahkan dan dihentikan aktivitasnya sebelum terlambat.

Lingkungan jeung atikan akhlak di jero kulawarga kacida pentingna dijaga, sangkan sumebarna aktivitas geng motor bisa diminimalisir.”(KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Tegur Maraknya Baliho, Pemda Diminta Serius Tata Wajah Kota

    Prabowo Tegur Maraknya Baliho, Pemda Diminta Serius Tata Wajah Kota

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penataan wajah kota, khususnya terkait maraknya reklame, baliho, dan spanduk yang dinilai sudah berlebihan dan mengganggu estetika lingkungan perkotaan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin […]

  • Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya rupiah membuat perajin tempe semakin terhimpit.

  • Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Isu kasus superflu di Bandung yang belakangan ramai diperbincangkan membuat sebagian masyarakat resah. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Farhan menegaskan, hingga saat ini belum ada kasus Superflu yang terkonfirmasi secara resmi di Kota Bandung. Informasi tersebut ia sampaikan saat menghadiri […]

  • Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Bencana kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pergeseran tanah dipicu hujan ekstrem melanda kawasan tersebut, Senin (02/03/2026). Sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) atau 324 jiwa kini bertahan di tenda darurat. Kejadian yang terjadi secara bertahap itu membuat […]

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 245
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

  • Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan skema pendanaan non-APBN untuk Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T melalui investor, CSR BUMN dan swasta, serta peluang hibah luar negeri.

expand_less