Aktivitas Geng Motor Masih Marak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Kapolda
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa aktivitas geng motor di wilayah Jawa Barat bukan persoalan baru. Fenomena ini, menurutnya, telah berlangsung menahun dan berulang dari tahun ke tahun dengan pola yang nyaris sama. Faktor ekonomi disebut menjadi salah satu pemicu utama yang membuat aksi geng motor terus muncul di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Rudi Setiawan saat rilis akhir tahun di Mapolda Jawa Barat, Senin malam (29/12/2025). Ia bahkan menyinggung pengalamannya saat menjabat Kapolres Indramayu lebih dari satu dekade lalu, ketika isu geng motor sudah ramai dibicarakan.
“Saya pernah menjadi Kapolres Indramayu tahun 2010 atau 2011. Waktu itu sudah ribut soal geng motor. Sekarang saya kembali ke sini, persoalannya masih sama,” ujarnya.
Masalah Menahun, Dipicu Faktor Ekonomi
Menurut Kapolda, aktivitas geng motor tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial yang lebih luas, khususnya kondisi ekonomi masyarakat. Banyak pelaku geng motor berasal dari latar belakang keluarga dengan keterbatasan ekonomi, putus sekolah, dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
Kondisi tersebut membuat mereka rentan mencari pengakuan di luar lingkungan positif, salah satunya melalui kelompok geng motor. “Kalau ekonomi baik, orang sibuk bekerja, sibuk sekolah, ruang untuk terlibat geng motor itu semakin kecil,” kata Rudi.
Ia menegaskan, persoalan geng motor bukan semata-mata urusan kepolisian, melainkan masalah bersama yang harus disikapi secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.
Maklumat Kapolda dan Peran Masyarakat
Sebagai respons, Kapolda Jawa Barat mengeluarkan maklumat berisi instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian. Anggota polisi diwajibkan melakukan pemberantasan, pencegahan, dan penindakan terhadap aktivitas geng motor. Namun, penindakan saja dinilai tidak cukup.
Rudi menekankan pentingnya peran serta masyarakat, terutama dalam memberikan informasi terkait keberadaan dan pergerakan geng motor di lingkungan masing-masing. “Kami mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor. Ini demi keamanan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengaku terus menyampaikan arahan kepada para kapolres agar strategi penanganan tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga upaya pencegahan sejak dini.
Pencegahan Dimulai dari Keluarga
Kapolda menyebutkan, sepanjang kepemimpinannya, pengungkapan kasus geng motor telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Bandung, Cimahi, Sumedang, hingga Indramayu. Namun ia mengingatkan bahwa karakteristik geng motor selalu berkembang dan bisa muncul kembali jika akar masalahnya tidak ditangani.
“Ini persoalan kita bersama. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, sampai kelompok-kelompok sosial lainnya,” katanya.
Rudi juga mengajak para orang tua lebih peduli terhadap pergaulan anak-anak mereka. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi terlibat geng motor, diharapkan segera diarahkan dan dihentikan aktivitasnya sebelum terlambat.
– “Lingkungan jeung atikan akhlak di jero kulawarga kacida pentingna dijaga, sangkan sumebarna aktivitas geng motor bisa diminimalisir.” – (KH)
- Penulis: KangHasan
