Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemancing Hilang di Cikeueus, Pencarian Memasuki Hari Kedua

Pemancing Hilang di Cikeueus, Pencarian Memasuki Hari Kedua

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, BERITA. Upaya pencarian terhadap dua pemancing yang hilang di Pantai Cikeueus, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanjutkan pada Senin (17/11/2025). Namun hingga petang, hasilnya masih nihil. Musibah ini menyita perhatian warga pesisir karena lokasi kejadian dikenal memiliki ombak kuat yang sewaktu-waktu datang tanpa tanda.

Pencarian Difokuskan di Laut dan Darat

Sejak pukul 07.00 WIB, Tim SAR gabungan menggerakkan personel untuk menyisir area sekitar lokasi hilangnya dua pemancing tersebut. Pencarian dibagi menjadi dua sektor agar area yang dijangkau lebih luas dan efektif.

SRU 1 diterjunkan menggunakan perahu LCR, menyisir lautan sejauh 4 nautical mile dari titik korban dinyatakan hilang. Tim bergerak pelan mengikuti pola arus, sekaligus memantau kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban. Sementara itu, SRU 2 menyisir daratan sepanjang 2 kilometer di garis pantai. Mereka memeriksa celah batu karang, area cekungan ombak, hingga titik tempat korban terakhir terlihat.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan bahwa kondisi ombak sejak pagi relatif besar, tetapi masih memungkinkan untuk melakukan pencarian. Tim terus bergerak hingga pukul 17.30 WIB.

“Upaya pencarian dilakukan sampai sore, tetapi kedua korban belum juga ditemukan. Besok pagi pencarian akan kembali dilanjutkan,” ujar Suryo.

Hingga pencarian hari kedua ditutup, belum ada temuan yang bisa mengarah pada posisi dua pemancing tersebut.

Kronologi Hilangnya Korban

Kejadian ini bermula pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Dua pemancing, Ujang Agus (40) dan Deni Setiawan (35), datang ke Pantai Cikeueus untuk memancing di area batu karang. Lokasi itu memang kerap menjadi tujuan pemancing, meski ombaknya dikenal tiba-tiba naik terutama saat cuaca berubah.

Menurut informasi awal, keduanya sedang memancing ketika gelombang besar tiba-tiba menghantam posisi mereka. Tak sempat menghindar, keduanya terpeleset dan terhempas dari batu karang. Kuatnya ombak menyeret mereka ke lautan hingga tak lagi terlihat.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan bantuan, tetapi arus yang deras membuat upaya penyelamatan tidak memungkinkan. Laporan segera disampaikan ke aparat terkait hingga akhirnya Tim SAR gabungan turun melakukan pencarian.

Sejak Minggu hingga Senin, area pencarian terus diperluas. Tim berharap pola arus dapat membantu memperkirakan arah hanyut korban. Namun, medan di Pantai Cikeueus yang dikelilingi karang besar dan ombak tinggi sering menyulitkan proses pencarian.

Sementara keluarga korban masih menunggu kabar dengan penuh harap. Mereka berharap upaya pencarian segera membuahkan hasil, terutama sebelum kondisi cuaca kembali memburuk. Beberapa warga pesisir juga ikut memantau garis pantai, barangkali ada petunjuk yang bisa membantu tim SAR.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih bersiap melanjutkan operasi pencarian pada hari ketiga. Harapan tetap terbuka, meski medan di Pantai Cikeueus terkenal tidak mudah diprediksi. Pihak SAR mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar melapor jika melihat tanda-tanda yang berkaitan dengan korban, sekecil apa pun.

Musibah ini menjadi pengingat bahwa Pantai Cikeueus, meski tampak tenang di permukaan, memiliki potensi bahaya yang tak boleh diremehkan, terutama bagi para pemancing yang menyukai area karang. Semoga pencarian berikutnya membawa hasil dan kedua pemancing dapat segera ditemukan. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Insiden kecelakaan wisatawan asing di Pantai Buffalo, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (5/1/2025), kembali membuka mata banyak pihak soal pentingnya keselamatan wisata bahari. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Arab Saudi, Al Muhanna Hasan Radhi, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain jetski. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari […]

  • Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Hari Kartini ke-147 menjadi momentum Gen Z memaknai emansipasi di era digital.

  • Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Sidang kasus Resbob resmi digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Senin (24/2/2026). Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob duduk sebagai terdakwa atas dugaan penyebaran ujaran kebencian bermuatan permusuhan terhadap kelompok masyarakat berdasarkan etnis Sunda. Jaksa Penuntut Umum mendakwa Resbob melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya […]

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Catatan Tentang Efisiensi Anggaran di Indonesia

    Catatan Tentang Efisiensi Anggaran di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Isu efisiensi anggaran Indonesia kembali menguat seiring tekanan global akibat kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik. Pemerintah didorong untuk menjaga stabilitas fiskal, salah satunya dengan menekan belanja negara agar defisit tetap terkendali. Namun di balik kebijakan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah efisiensi sudah dilakukan secara adil dan seimbang di dalam tubuh birokrasi? […]

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

expand_less