Puluhan Guru PAUD Antusias Ikuti Pelatihan AI untuk Membuat Buku Cerita Anak
- account_circle KangHasan
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Generative AI Membantu Guru Mengembangkan Media Pembelajaran
Sesi berikutnya menghadirkan Nugraha Adhi Pratama, S.T., M.Kom. yang membahas konsep dasar Artificial Intelligence dan Generative AI dalam pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini memungkinkan guru memanfaatkan AI untuk mencari ide pembelajaran, menyusun materi ajar, hingga membuat berbagai media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter dan mendampingi perkembangan peserta didik.
“Generative AI adalah alat bantu, bukan pengganti guru. Kualitas pembelajaran tetap bergantung pada kreativitas, nilai moral, dan tanggung jawab pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” jelas Nugraha.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta bahwa teknologi kecerdasan buatan harus digunakan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan fungsi utama seorang pendidik.
Praktik Membuat Buku Cerita Anak Berbasis AI
Antusiasme peserta semakin terlihat saat memasuki sesi praktik yang dipandu oleh Nuraini. Dalam sesi ini, para guru diajak langsung membuat buku cerita anak berbasis AI mulai dari tahap perencanaan hingga desain akhir.
Materi yang diberikan meliputi penentuan tujuan cerita, penyusunan karakter, pengembangan alur cerita, pembuatan ilustrasi menggunakan AI, hingga penyusunan buku melalui aplikasi desain digital.
Menurut Nuraini, proses pembuatan buku cerita yang baik tetap harus diawali dengan perencanaan yang matang agar pesan yang ingin disampaikan kepada anak dapat tersampaikan dengan efektif.
“Proses pembuatan buku cerita yang baik dimulai dari penentuan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan kepada anak, kemudian diperkuat dengan pemanfaatan AI untuk membantu menyusun naskah dan ilustrasi secara lebih efektif,” tuturnya.
Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya literasi yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Dorong Inovasi Media Literasi Anak di Era Digital
Melalui pelatihan AI untuk guru PAUD ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam mengembangkan media literasi anak yang inovatif.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya buku cerita anak berbasis AI yang edukatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Selain itu, pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan sekaligus memperkuat peran guru sebagai kreator media pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (ih/kh)
- Penulis: KangHasan
