Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya tidak tersebar merata. Data auditor negara menunjukkan, sebaran aset paling dominan terkonsentrasi pada sejumlah perangkat daerah tertentu, terutama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Sekretariat Daerah (Setda).

Temuan ini memberi lapisan baru dalam membaca persoalan. Jika sebelumnya publik melihat angka total dan jenis aset, kini pertanyaan bergerak ke arah di mana aset paling banyak tidak terlacak dan bagaimana kaitannya dengan fungsi organisasi. Dari pemetaan yang dilakukan auditor, perangkat daerah dengan beban pengelolaan administrasi dan perencanaan justru menempati porsi terbesar.

Pada BPKPD, aset yang tak terlacak didominasi perangkat teknologi informasi—mulai dari laptop dan notebook lintas generasi, PC workstation, hingga tablet. Perangkat-perangkat ini bukan sekadar penunjang, melainkan alat kerja inti untuk pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, dan pengolahan data. Sebagian di antaranya tercatat bernilai relatif tinggi dan masih dikategorikan aktif dalam inventaris.

Sementara itu, Bappeda Kota Sukabumi juga menyumbang jumlah signifikan, terutama laptop/notebook dan tablet yang lazim digunakan dalam proses perencanaan, analisis program, serta pengolahan data pembangunan. Sebaran aset di Bappeda menunjukkan pengadaan yang berlangsung lintas tahun, dari perangkat lama hingga yang relatif baru. Fakta bahwa sebagian aset tersebut tak dapat ditunjukkan saat pemeriksaan fisik memunculkan pertanyaan tentang alur penempatan dan pengawasan.

Berbeda dengan dua perangkat daerah tersebut, Setda menonjol pada aset kendaraan dinas, khususnya sepeda motor operasional, meski juga tercatat memiliki perangkat TIK. Karakter sebaran ini memperlihatkan bahwa persoalan tidak tunggal, melainkan berbeda-beda sesuai fungsi dan jenis aset yang dikelola masing-masing unit.

Fungsi Strategis SKPD dan Risiko Pengendalian

Sebaran aset yang terkonsentrasi pada BPKPD dan Bappeda membawa makna strategis. Keduanya merupakan unit kerja dengan peran sentral dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan daerah. Ketika aset kerja utama di dua perangkat tersebut tidak dapat diyakini keberadaannya, fungsi pengendalian internal menjadi sorotan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar aset ada dan nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum sepenuhnya terjamin. Dalam praktik tata kelola, situasi ini berisiko menimbulkan celah—baik berupa ketidaktertiban administrasi maupun potensi pemborosan anggaran.

Sebaran SKPD juga menunjukkan bahwa persoalan tidak berdiri sendiri pada satu unit. Koordinasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting, terutama dalam proses serah-terima barang, mutasi pegawai, hingga pemeliharaan dan pengamanan aset. Tanpa mekanisme yang konsisten, aset mudah berpindah tangan tanpa jejak yang memadai di sistem inventaris.

Auditor negara merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus memperkuat pengawasan pada unit-unit dengan sebaran terbesar. Penekanan ini penting agar pembenahan tidak bersifat umum, melainkan tepat sasaran sesuai karakter masing-masing perangkat daerah.

Bagi publik, pemetaan sebaran ini memberi gambaran yang lebih jernih. Persoalan 351 aset tak terlacak bukan sekadar angka besar di laporan, melainkan cerita tentang bagaimana aset publik dikelola di tingkat unit kerja. Dengan tenggat tindak lanjut yang telah ditetapkan auditor negara, perhatian kini tertuju pada langkah konkret: apakah penelusuran mampu menjawab sebaran masalah ini, dan apakah pembenahan sistem bisa mencegahnya terulang di perangkat daerah yang sama. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir

    Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir, tapi Nekat Ngecer!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Isu dugaan pelanggaran izin usaha oleh Toko Sen Sen di Kota Tasikmalaya akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang Pasar Cikurubuk, pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Toko Sen Sen memang memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya melayani penjualan eceran. Temuan tersebut disampaikan […]

  • Percepatan KDMP di Bogor

    Bupati Percepat Pembentukan KDMP Bogor di Seluruh Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 145
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembentukan KDMP Bogor atau Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah. Langkah ini menjadi prioritas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama jajaran pemerintah daerah. Rudy membahas rencana percepatan tersebut dalam pertemuan dengan Forkopimda pada Rabu (5/11/2025) di Enchanting Valley, Kabupaten Bogor. Pertemuan itu […]

  • Peserta Hackclub Campfire Asal Tasikmalaya Ikuti Event Teknologi di Jakarta

    Peserta Hackclub Campfire Asal Tasikmalaya Ikuti Event Teknologi di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Seorang pelajar asal Kota Tasikmalaya kembali menorehkan langkah berani di dunia teknologi. Ia adalah Arkanurrizky A.H (14), siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya yang menjadi peserta Hackclub Campfire asal Tasikmalaya dalam ajang teknologi bertajuk Hackclub Campfire. Kegiatan tersebut digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diselenggarakan oleh Hack Club. Event ini diikuti kurang […]

  • Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus penganiayaan wartawan di Tasikmalaya kini menjadi sorotan serius publik. Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terhadap seorang jurnalis tidak lagi dipandang sebagai insiden personal. Ini adalah ujian nyata terhadap kebebasan pers di tingkat lokal. Peristiwa itu terjadi ketika wartawan korban mendatangi terduga pelaku untuk […]

  • Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswi hilang dari Universitas Mayasari Bakti, Kota Tasikmalaya

  • Arsenal Wajib Bangkit di Elland Road, Leeds Siap Jegal The Gunners

    Arsenal Tertekan, Leeds Punya Peluang Kejutkan di Elland Road. Sabtu 31/1/2026.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA OLAHRAGA. Arsenal datang ke Elland Road dengan beban berat di pundak mereka. Tiga laga tanpa kemenangan di Premier League membuat posisi The Gunners di papan atas mulai terancam, sementara para pesaing terus memangkas jarak. Sabtu (31/1/2026) malam waktu Indonesia, tim asuhan Mikel Arteta harus bertandang ke markas Leeds United—stadion yang dikenal angker bagi […]

expand_less