Tren Bencana di Kabupaten Tasikmalaya Oktober 2025: Angin Kencang Mendominasi 13 Kejadian
- account_circle Admin Wartaloka
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- visibility 235
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartaloka.com, PERISTIWA. Situasi bencana di Kabupaten Tasikmalaya selama Oktober 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat pada kejadian yang dipicu faktor cuaca. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang diperbarui pada 4 November 2025, terdapat 13 peristiwa bencana sepanjang bulan tersebut.
Dari jumlah itu, angin kencang menjadi bencana yang paling banyak terjadi, tercatat sebanyak 7 kejadian. Sementara tanah longsor terjadi 4 kali di beberapa titik rawan lereng. Selain itu, satu kejadian banjir dan satu banjir bandang juga dilaporkan. Tidak ada aktivitas kegempaan, tsunami, erupsi gunung api, kekeringan, ataupun gelombang tinggi selama periode tersebut.
Situasi ini memperlihatkan bahwa wilayah Tasikmalaya masih berada dalam tekanan cuaca ekstrem, terlebih wilayah perbukitan yang rentan mengalami pergerakan tanah saat curah hujan meningkat.
Kerusakan Properti dan Infrastruktur
Laporan BPBD merinci dampak dari rangkaian bencana tersebut. Total 19 rumah warga terdampak, dengan kategori:
- Rusak berat: 3 rumah
- Rusak sedang: 5 rumah
- Rusak ringan: 4 rumah
- Rumah terancam: 1 rumah
Meski begitu, tidak terdapat korban meninggal, hilang, atau pengungsian. Dua orang warga dilaporkan mengalami luka-luka, namun kondisinya dapat ditangani.
Dampak lain terlihat pada infrastruktur umum, di mana:
- 4 titik jalan mengalami kerusakan
- 4 jaringan irigasi terdampak
- 2 jaringan listrik terganggu
- 2 jaringan telekomunikasi terputus
Kerusakan ini menyebabkan hambatan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang akses jalannya terbatas.
Antisipasi Memasuki Musim Hujan
BPBD Kabupaten Tasikmalaya kembali menekankan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di lereng bukit, tepi sungai, dan kawasan dengan tanah labil. Intensitas hujan yang mulai meningkat pada November dan Desember berpotensi memperbesar risiko longsor baru dan pohon tumbang.
Imbauan juga disampaikan agar warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda awal pergeseran tanah, seperti retakan baru di permukaan, pintu yang sulit ditutup, atau aliran air yang berubah arah.
BPBD menyebutkan bahwa data bencana dapat bertambah jika laporan dari desa atau kecamatan diterima setelah periode publikasi. Oleh karena itu, pemantauan wilayah terus dilakukan bersama relawan dan perangkat pemerintah daerah.
Kolaborasi antarwarga, aparat desa, dan tim penanggulangan dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan mengurangi risiko kerugian. (AR)
- Penulis: Admin Wartaloka

Saat ini belum ada komentar