Perayaan Cap Go Meh di Ciamis Berlangsung Khidmat
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesan Toleransi Menguat Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Tek Bio berlangsung khidmat dan penuh warna. Ratusan umat dan warga sekitar memadati halaman kelenteng yang berada di pusat Kota Ciamis itu untuk mengikuti rangkaian ibadah dan tradisi budaya yang menjadi penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Sejak pagi, suasana kelenteng telah dipenuhi aroma dupa yang mengepul, lampion merah yang bergelantungan, serta lantunan doa yang dipimpin para rohaniawan. Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek menjadi momentum penting bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan di tahun yang baru.
Tak hanya dihadiri umat Tionghoa, perayaan tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan lintas agama. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi simbol kuat bahwa tradisi budaya dan keagamaan di Kabupaten Ciamis tumbuh berdampingan dalam suasana harmonis.
Bukan Sekadar Ritual Keagamaan
Ketua Pemangku Adat Ciamis, Raden Haji Wahyu, mengatakan bahwa tradisi toleransi yang telah terjalin selama ini harus terus dirawat dan dijaga bersama. Menurutnya, Cap Go Meh bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memperkaya identitas daerah.
“Tradisi toleransi ini harus menjadi adat perekat antar umat beragama. Kita di Ciamis sudah terbiasa hidup berdampingan. Jangan sampai perbedaan keyakinan justru memecah belah, karena sejatinya keberagaman adalah kekuatan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, kearifan lokal masyarakat Ciamis sejak dahulu menjunjung tinggi nilai gotong royong dan saling menghormati. Dalam setiap perayaan keagamaan, warga sekitar kerap turut membantu menjaga keamanan, ketertiban, hingga kelancaran acara tanpa memandang latar belakang agama.Momentum Cap Go Meh juga dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi.
Menjadi Ajang Kebersamaan Yang Hangat
Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak berbaur menikmati pertunjukan barongsai yang memukau. Tepuk tangan dan sorak sorai warga menciptakan suasana hangat yang mencerminkan kebersamaan lintas iman.Pemerintah daerah pun mengapresiasi terselenggaranya perayaan tersebut secara tertib dan kondusif.
Mereka menilai kerukunan umat beragama di Ciamis merupakan aset sosial yang harus terus dipelihara, terlebih di tengah tantangan global yang kerap memunculkan isu-isu intoleransi.
Perayaan Cap Go Meh Menjadi Cermin Toleransi
Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis tahun ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya rangkaian Imlek, tetapi juga menjadi pengingat bahwa harmoni bisa tumbuh dari sikap saling menghargai. Di tengah keberagaman, Ciamis kembali menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan tradisi hidup yang nyata dan mengakar di tengah masyarakat. (Thio)
- Penulis: KangHasan
