Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNG BARATPemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lanjutan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan risiko bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut masih dinilai rawan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan relokasi akan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan zonasi wilayah yang mencakup zona terdampak, zona terancam, dan zona aman. Pemetaan ini menjadi dasar utama dalam menentukan warga yang harus direlokasi maupun yang diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

“Kami lakukan pendataan wilayah berdasarkan zona merah dan zona kuning. Pada hari ini sudah ada sebagian warga yang diperbolehkan pulang dan selanjutnya akan kami lakukan pendataan ulang,” ujar Jeje, Jumat (30/1/2026).

Menurut Jeje, pendekatan berbasis zonasi penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, serta unsur teknis lainnya untuk memastikan akurasi data lapangan.

Pendataan Ulang dan Penilaian Risiko Rumah Warga

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menerima data awal terkait kondisi rumah warga yang terdampak longsor. Data tersebut mencakup klasifikasi rumah yang masuk kategori rusak berat, terancam, hingga dinyatakan relatif aman.

“Jadi, kemarin kami sudah mendapatkan data zonasi rumah masyarakat yang terdampak, terancam, dan aman. Saat ini sedang kami pilah rumah per rumah. Bagi yang berada di luar zona tersebut, kami juga mengimbau agar segera kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Ade menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim teknis dari dinas terkait. Pemeriksaan meliputi kondisi struktur bangunan, pergerakan tanah, serta potensi longsor susulan. Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan warga sebelum aktivitas permukiman kembali berjalan normal.

Selain itu, pemerintah daerah juga masih menyiagakan posko darurat dan layanan kebutuhan dasar bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial tetap disalurkan selama masa transisi.

Tanah Carik Desa Disiapkan untuk Lokasi Relokasi

Sebagai bagian dari skema relokasi, Pemkab Bandung Barat tengah melakukan pengecekan terhadap tanah carik desa yang berpotensi dijadikan lokasi hunian baru bagi warga terdampak. Lahan tersebut dinilai strategis karena berada di wilayah yang relatif aman dari ancaman longsor serta memiliki akses dasar yang memadai.

Jeje menegaskan, relokasi tidak hanya bertujuan memindahkan warga dari zona rawan, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan relokasi akan mempertimbangkan aspek infrastruktur, akses pendidikan, hingga mata pencaharian warga.

“Relokasi ini harus menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar memindahkan masalah. Kami ingin warga merasa aman dan tetap bisa beraktivitas secara normal,” kata Jeje.

Sejumlah pakar kebencanaan menilai langkah Pemkab Bandung Barat sudah sejalan dengan prinsip penanggulangan bencana berbasis mitigasi risiko. Relokasi permanen dari zona merah dinilai lebih efektif dibandingkan upaya perbaikan di wilayah yang secara geologis tidak stabil.

Pemerintah daerah memastikan seluruh proses relokasi akan dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi warga. Sosialisasi lanjutan dijadwalkan dilakukan agar masyarakat memahami tahapan relokasi serta hak dan kewajiban mereka selama proses berlangsung. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bogor. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para insan pendidikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa, pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor, yang digelar […]

  • Ketika Anggota DPRD Partai Gerindra Tasikmalaya Turun ke Jalan

    Ketika Anggota DPRD Partai Gerindra Tasikmalaya Turun ke Jalan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan Kantor DPC Gerindra Tasikmalaya pada Senin (9/3/2026) tampak berbeda dari hari-hari biasa. Jalanan yang biasanya dipenuhi kendaraan sore hari berubah menjadi ruang pertemuan sederhana antara wakil rakyat dan warga. Di titik itu, anggota DPRD dari Gerindra Tasikmalaya turun langsung ke jalan untuk menyapa masyarakat sambil membagikan […]

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 10
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • Gibran di Cipasung Tasikmalaya: Sinyal khusus Negara Untuk Pesantren

    Gibran di Cipasung Tasikmalaya: Sinyal khusus Negara Untuk Pesantren

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Tasikmalaya – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pesantren Cipasung bukan sekadar agenda silaturahmi. Di balik itu, tersimpan pesan strategis negara dalam menyiapkan pesantren menghadapi era kecerdasan buatan dan revolusi digital.Dalam konteks gibran di cipasung tasikmalaya, pesantren diposisikan bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia […]

  • siaga bencana kabupaten tasikmalaya

    Sinergi Lintas Instansi Hadapi Potensi Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 8
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Menjelang intensitas hujan yang kian meningkat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar apel kesiapsiagaan lintas instansi di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, Kamis (6/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya masa siaga bencana di wilayah Tasikmalaya yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Apel dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubbi, dan dihadiri […]

  • Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa […]

expand_less