Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buntut Tragedi Bulying di Sukabumi, Guru dan Siswa Turut Diperiksa

Buntut Tragedi Bulying di Sukabumi, Guru dan Siswa Turut Diperiksa

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, PERISTIWA. Tragedi dugaan bulying di Kabupaten Sukabumi kembali mencuat setelah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial A (14) ditemukan meninggal di rumahnya di Kecamatan Cikembar pada Selasa, 28 Oktober 2025. Siswi kelas VIII itu diduga mengalami tekanan sosial di sekolahnya sebelum mengakhiri hidup, sehingga kepolisian kini membuka penyelidikan menyeluruh.

Kasatreskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap dugaan adanya tindakan perundungan yang dialami korban. Dalam keterangannya kepada media, Senin (03/11/2025), Hartono menyebut sejumlah langkah telah dilakukan untuk menguatkan kronologi dan memeriksa kemungkinan unsur bulying dalam kasus tersebut.

Polisi Fokus Telusuri Dugaan Perundungan

Polisi telah memeriksa teman-teman sekelas korban, terutama mereka yang diketahui sering berinteraksi dengan A. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap apakah korban pernah menerima perlakuan tidak menyenangkan, baik berupa ejekan, pengucilan, maupun tindakan yang bersifat intimidatif.

“Teman-teman korban sudah kami mintai keterangan. Kami mendalami apakah ada interaksi yang mengarah pada perundungan. Informasi dari para saksi ini sangat penting untuk melihat pola hubungan sosial korban di sekolah,” ujar Iptu Hartono.

Dari beberapa keterangan awal, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang kini sedang dicocokkan dengan bukti lain, termasuk catatan pribadi korban. Hartono menegaskan bahwa setiap informasi akan diuji kebenarannya sebelum ditetapkan sebagai bagian dari fakta penyelidikan.

Selain memeriksa siswa, beberapa guru yang dianggap mengetahui aktivitas harian korban juga dipanggil. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri apakah pihak sekolah pernah menerima laporan terkait kondisi psikologis korban atau tanda-tanda adanya konflik dengan teman sebaya.

“Guru-guru kami periksa untuk memastikan sejauh mana mereka mengetahui dinamika di kelas. Apakah pernah ada laporan, teguran, atau insiden sebelumnya. Semua keterangan kami butuhkan untuk melengkapi gambaran besar kasus ini,” jelas Hartono.

Surat Tulisan Tangan Jadi Bukti Penting

Salah satu bukti yang kini menjadi perhatian penyidik adalah sebuah surat tulisan tangan yang ditemukan di dekat korban. Isinya menggambarkan keluhan, tekanan, dan kegalauan yang diduga berkaitan dengan perlakuan yang diterimanya di sekolah. Namun, polisi masih harus memastikan keaslian surat tersebut.

“Kami menemukan surat yang diduga ditulis oleh korban. Isinya mengarah pada keluhan tentang perlakuan yang diterimanya. Saat ini keaslian surat sedang kami uji, termasuk apakah benar ditulis oleh korban sendiri,” kata Hartono.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara hati-hati mengingat kasus ini menyangkut anak di bawah umur dan menimbulkan dampak psikologis bagi banyak pihak.

Hartono juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi. “Kami mohon masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri. Penyelidikan terus berjalan. Jika ada perkembangan penting, akan kami sampaikan secara resmi,” tegasnya.

Kasus bulying di Sukabumi ini memunculkan kembali urgensi pengawasan terhadap lingkungan sekolah dan kesehatan mental siswa. Tragedi ini diharapkan menjadi pengingat bagi sekolah, orang tua, dan komunitas untuk lebih memperhatikan tanda-tanda perundungan dan segera mengambil tindakan preventif agar kasus serupa tidak terulang. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Melon Sukabumi, Wisata Edukatif Favorit Keluarga

    Kampung Melon Sukabumi, Wisata Edukatif Favorit Keluarga

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI. Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tak melulu harus dihabiskan di pusat perbelanjaan. Di Kabupaten Sukabumi, Kampung Melon Sukabumi hadir sebagai alternatif wisata keluarga yang edukatif, dekat dari pusat kota, dan ramah anak. “Teu kudu jauh-jauh ka luar kota pikeun liburan nu merenah jeung mangpaat,” begitu kesan yang terasa saat pertama […]

  • Gibran ke Tasikmalaya:  Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    Gibran ke Tasikmalaya: Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, aparat gabungan mulai bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi pusat pengamanan adalah area depan Pasar Cikurubuk, pasar terbesar di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi hari, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan […]

  • Trafo PJU Terbakar Saat Sahur di Bumikersanagara, Damkar Gerak Cepat Cegah Kebakaran Besar

    Trafo PJU Terbakar Saat Sahur di Bumikersanagara, Damkar Gerak Cepat Cegah Kebakaran Besar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumikersanagara , kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dikejutkan dengan kobaran api yang muncul dari trafo lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan waktu sahur. Peristiwa yang terjadi di dekat rumah milik Pak Gatot ini nyaris memicu kebakaran besar apabila tidak segera ditangani. Percikan api pertama kali […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

  • Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah elemen masyarakat menyoroti efektivitas tata kelola internal dalam satu tahun terakhir. Kritik tersebut tidak hanya menyasar figur kepala daerah, tetapi juga mengarah pada sistem koordinasi yang berjalan di lingkup birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan […]

  • Relokasi Korban Bencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi Dipersiapkan

    Relokasi Korban Bencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi Dipersiapkan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mengakselerasi langkah pemulihan pascabencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi yang menyebabkan kerusakan permukiman warga dan memaksa ratusan masyarakat mengungsi. Setelah status tanggap darurat resmi berakhir pada Selasa (10/03/2026), pemerintah daerah kini mengalihkan fokus penanganan pada tahap pemulihan, terutama melalui program relokasi korban bencana bagi warga yang tinggal di […]

expand_less