Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA NASIONALKebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi.

Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung dampaknya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan tetap berjalan meski aturan teknis masih disusun.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku bagi ASN dan diimbau untuk diikuti sektor swasta, dengan pengecualian layanan publik yang tetap beroperasi normal.

Dibalik Ambisi Hemat BBM, Akankah Jadi Bumerang?

Jika ditarik lebih jauh, kebijakan WFH bagi ASN tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari tekanan global—harga minyak yang menembus US$100 per barel akibat konflik geopolitik.

Dalam konteks itu, pemerintah membutuhkan langkah cepat untuk menahan laju konsumsi energi domestik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan telah mengungkap estimasi awal penghematan.

“Ada hitungan kasar, sekitar 20 persen,” ujarnya.

Namun, angka tersebut masih jauh dari kata pasti. Pengalaman menunjukkan, efektivitas kebijakan semacam ini sangat bergantung pada perilaku masyarakat di lapangan.

Jika ditarik lebih konkret, klaim penghematan dari kebijakan WFH bagi ASN masih berada di level asumsi.

Menyimak pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebutkan potensi penghematan konsumsi BBM mencapai sekitar 20 persen.

Angka tersebut belum memiliki basis simulasi rinci di luar konteks pandemi.

Jika kita mengacu pada beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN yang dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran Rp300–Rp350 triliun, maka penghematan 20 persen secara kasar setara dengan sekitar Rp60–Rp70 triliun per tahun.

Namun persoalannya, angka ini sangat bergantung pada satu asumsi besar: bahwa mobilitas benar-benar berkurang.

Tanpa kepastian perubahan perilaku, potensi penghematan tersebut bisa jauh lebih kecil dari perhitungan di atas kertas.

Alternatif yang Lebih Tegas: Selisih Ratusan Triliun

Di titik inilah kritik mulai menguat. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai pendekatan WFH bagi ASN terlalu bertumpu pada faktor perilaku yang sulit dikontrol.

“Jangan sampai kebijakan ini memberikan manfaat penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain justru menanggung biaya yang lebih besar,” ujarnya.

Fahmy menawarkan pendekatan yang lebih langsung: membatasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

“Terapkan kebijakan pembatasan subsidi BBM. BBM subsidi hanya untuk sepeda motor dan angkutan barang maupun orang.

Di luar itu, kendaraan pribadi harus menggunakan BBM non-subsidi,” tegasnya.


Yang menarik, perhitungan dari skema ini jauh lebih konkret.
Fahmy memperkirakan potensi penghematan anggaran negara bisa mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun—hampir dua kali lipat dari estimasi optimistis kebijakan WFH.

Adu Efektivitas: Asumsi vs Intervensi Langsung

Jika dibandingkan, terlihat kontras yang cukup tajam:

WFH bagi ASN (versi pemerintah):
Potensi penghematan sekitar Rp60–Rp70 triliun, berbasis asumsi penurunan mobilitas

Pembatasan BBM subsidi (versi pengamat UGM):
Potensi penghematan hingga Rp120 triliun, berbasis intervensi langsung pada konsumsi

Perbedaannya bukan hanya pada angka, tetapi juga pada pendekatan.

WFH bertumpu pada perubahan perilaku masyarakat yang belum tentu konsisten. Sementara pembatasan subsidi menyasar langsung sumber masalah: konsumsi BBM yang tidak tepat sasaran.

Perlu Penajaman Analisa Lebih Dalam


Dalam konteks ini, kebijakan WFH bagi ASN tampak sebagai solusi “lunak” dengan hasil yang belum pasti, sementara opsi pembatasan subsidi merupakan langkah “keras” dengan dampak yang lebih terukur.

Dalam situasi seperti ini, tentulah diperlukan analisa yang lebih menyeluruh dari berbagai sudut pandang dan metode analisa, karena dampak dari kebijakan ini akan menyasar ke berbagai sektor real yang dampaknya akan terasa langsung oleh masyarakat.

Pilihan kebijakan pada akhirnya akan menentukan: apakah pemerintah memilih pendekatan yang mudah diterima, atau yang paling efektif secara fiskal. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemancing Hilang di Cikeueus Sukabumi

    Pemancing Hilang di Cikeueus, Pencarian Memasuki Hari Kedua

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 8
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Upaya pencarian terhadap dua pemancing yang hilang di Pantai Cikeueus, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanjutkan pada Senin (17/11/2025). Namun hingga petang, hasilnya masih nihil. Musibah ini menyita perhatian warga pesisir karena lokasi kejadian dikenal memiliki ombak kuat yang sewaktu-waktu datang tanpa tanda. Pencarian Difokuskan di Laut dan Darat Sejak pukul 07.00 WIB, […]

  • Tinjau Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu, Sekda Sukabumi Temukan Pemicu Kerusakan

    Tinjau Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu, Sekda Sukabumi Temukan Pemicu Kerusakan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kerusakan parah Jalan Ahmad Yani di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu kembali menyita perhatian publik. Kondisi jalan di pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi itu dinilai membahayakan pengguna jalan karena kerap memicu kecelakaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah pesisir selatan. Kondisi Jalan Ahmad Yani memang menjadi perhatian khusus. Jalur ini bukan hanya akses utama menuju […]

  • Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum,  Bikin Warga Geger

    Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum, Bikin Warga Geger

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hingga menjelang petang, kerumunan […]

  • Razia Angkutan Kota Digencarkan, Ratusan Angkot Tua Ditertibkan

    Razia Angkutan Kota Digencarkan, Ratusan Angkot Tua Ditertibkan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus menggencarkan razia angkutan kota untuk menertibkan armada yang telah berusia lebih dari 20 tahun. Hingga Rabu (7/1/2026), sebanyak 120 angkot tua tercatat sudah ditilang dalam operasi yang digelar di sejumlah ruas jalan utama. Langkah tegas ini diambil sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan transportasi publik […]

  • Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan. Lokasi […]

  • Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesona wisata alam Kabupaten Ciamis seolah tidak pernah ada habisnya. Dari curug hingga hutan pinus, selalu muncul destinasi baru yang langsung mencuri perhatian para pelancong. Setelah Curug 7 Panjalu, Pinus Darmacaang, dan Cadas Ngampar lebih dulu populer, kini giliran Pamipiran Ciamis yang naik daun dan ramai dibicarakan di media sosial. Pamipiran, […]

expand_less