Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit
- account_circle KangHasan
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Islam Menawarkan Solusi Kesejahteraan dan Kedaulatan Pangan
Islam menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola perekonomian dan memenuhi kebutuhan rakyat. Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Seorang pemimpin dipandang sebagai ra’in wa junnah, yaitu pengurus sekaligus pelindung rakyat. Negara berkewajiban memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi serta melindungi mereka dari kesulitan ekonomi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Imam adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, sistem ekonomi Islam memiliki sejumlah mekanisme yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi, distribusi kekayaan yang adil, dan perlindungan terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut pandangan Islam, sumber daya strategis harus dikelola untuk kemaslahatan rakyat, bukan semata-mata untuk kepentingan korporasi atau pihak tertentu. Dengan prinsip tersebut, negara diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Harga Kedelai Impor Naik Menjadi Alarm Kedaulatan Pangan
Kenaikan harga kedelai impor yang kembali menekan para perajin tempe seharusnya menjadi pengingat penting bahwa persoalan pangan tidak dapat dipandang sebagai masalah teknis semata.
Ketergantungan terhadap impor, melemahnya produksi lokal, serta gejolak nilai tukar menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap pembangunan sektor pangan nasional.
Selama ketahanan pangan belum diperkuat dan ketergantungan terhadap impor masih tinggi, maka setiap gejolak ekonomi global akan terus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Pada akhirnya, rakyat kecil tetap menjadi kelompok yang paling merasakan beban dari setiap krisis yang terjadi. (sk/hs)
Wallahu a’lam bishawab – Sani Khoeriyah
- Penulis: KangHasan
