Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Sebuah video yang memperlihatkan interaksi antara petani dan aparat TNI di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah anggota TNI berada di lokasi saat petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) tengah menggarap lahan. Salah seorang petani terlihat menyampaikan pandangannya mengenai status lahan serta hak masyarakat atas tanah yang mereka kelola.

Berita terkait:

TNI Buka Suara soal Video Viral Karangjaya Cineam, Klaim Peristiwa tersebut Hoaks

Video tersebut memicu berbagai tanggapan publik dan kembali mengangkat isu pengelolaan lahan eks HGU di wilayah Tasikmalaya.

SPP Klaim Petani Diminta Tinggalkan Lahan

Menurut keterangan yang disampaikan SPP, sekitar 30 anggota TNI dari Koramil Cineam dan Kodim 0612/Tasikmalaya mendatangi lokasi pada Kamis (18/6/2026).

SPP mengklaim kedatangan aparat tersebut berkaitan dengan rencana pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian batalion.

Organisasi petani itu menyebut para petani diminta meninggalkan area yang selama ini mereka garap.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan detail tujuan kedatangan aparat maupun status hukum lahan yang menjadi objek sengketa tersebut.

Lahan Eks HGU PT Wiria Cakra Jadi Sorotan

SPP menyatakan lahan yang menjadi perbincangan memiliki luas sekitar 368 hektare dan merupakan eks HGU PT Wiria Cakra yang masa izinnya disebut telah berakhir sejak tahun 2017.

Menurut SPP, lahan tersebut selama beberapa tahun terakhir dimanfaatkan petani untuk aktivitas pertanian dan menjadi sumber penghidupan warga sekitar.

Persoalan pengelolaan lahan eks HGU sendiri kerap menjadi isu yang sensitif di berbagai daerah karena melibatkan aspek hukum, agraria, dan kepentingan masyarakat.

TNI AD Berikan Tanggapan

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Donny Pramono, menyatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut.

“Kita cek,” kata Donny saat dimintai tanggapan mengenai video yang viral.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak TNI mengenai hasil pengecekan maupun kronologi lengkap kejadian di lokasi.

Publik Menunggu Klarifikasi Resmi

Viralnya video tersebut membuat perhatian publik tertuju pada status lahan eks HGU PT Wiria Cakra dan hubungan antara petani dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kawasan tersebut.

Masyarakat kini menantikan penjelasan resmi dari seluruh pihak terkait agar informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Sementara itu, seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi sesuai asas praduga tak bersalah dan prinsip pemberitaan yang berimbang. (kh) 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    KDM Tegur Camat usai Temukan Tenda Liar di Trotoar Bandung, Warga Dipulangkan ke Garut

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KDM tegur camat setelah menemukan tenda liar di trotoar Jalan Suci Bandung. Warga asal Garut diberi bantuan dan diminta pulang.

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Polisi Gagalkan Produksi Ribuan Pil Ekstasi di Sukabumi

    Polisi Gagalkan Produksi Ribuan Pil Ekstasi di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil menggagalkan rencana peredaran ribuan butir pil ekstasi yang diduga akan diedarkan pada malam Tahun Baru 2026. Pengungkapan ini menjadi langkah penting aparat kepolisian dalam mencegah peredaran narkotika, khususnya menjelang momen pergantian tahun yang biasanya diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat. Ruko di Lembursitu Dijadikan Tempat Produksi […]

  • Serba Serbi Piala Dunia 2026: Jadwal, Format Baru, Stadion hingga Cara Nonton di Indonesia

    Serba Serbi Piala Dunia 2026: Jadwal, Format Baru, Stadion hingga Cara Nonton di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Serba serbi Piala Dunia 2026 lengkap. Simak jadwal, format baru 48 tim, tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, stadion final, dan tim unggulan

  • TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Tumpukan sampah ilegal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang muncul di kawasan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Keberadaan TPS ilegal tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi […]

  • Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

    Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Kasus Bullying di Pesantren Lombok Tengah, Alarm Krisis Pendidikan Karakter

expand_less