Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Rp43 Miliar Keluar, RSUD Limbangan Garut Mangkrak

Rp43 Miliar Keluar, RSUD Limbangan Garut Mangkrak

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA GARUT – Bangunan RSUD Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjadi sorotan. Proyek yang telah menelan anggaran sekitar Rp43 miliar tersebut belum juga beroperasi, sementara kondisi fisik bangunan mulai terlihat memprihatinkan.

Bangunan yang telah melalui enam tahap pembangunan sejak 2020 itu tampak belum dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Sejumlah bagian gedung dilaporkan mulai mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang jebol hingga cat dinding yang mengelupas.

Kondisi tersebut membuat keberadaan RSUD Limbangan kembali dipertanyakan. Setelah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah, kapan fasilitas kesehatan yang diharapkan melayani masyarakat Garut bagian utara itu benar-benar bisa digunakan?

Plafon Jebol, Cat Mengelupas hingga Rumput Liar

Pantauan kondisi bangunan menunjukkan sejumlah bagian interior mulai mengalami kerusakan.

Plafon atau langit-langit di beberapa ruangan tampak jebol dan berlubang. Bahkan, instalasi kabel serta bagian struktur atap terlihat dari bawah.

Kondisi dinding juga tidak luput dari kerusakan. Cat tampak mengelupas di sejumlah bagian yang diduga berkaitan dengan rembesan air dan kelembapan.

Sementara di bagian luar, halaman dan area sekitar bangunan mulai ditumbuhi rumput liar serta semak belukar. Vegetasi bahkan terlihat merambat hingga mendekati struktur bangunan.

Kondisi tersebut menjadi kontras dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Enam Tahap Pembangunan Sejak 2020

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan RSUD Limbangan telah berlangsung melalui enam tahap sejak 2020.

Namun, hingga kini pembangunan belum sepenuhnya rampung dan rumah sakit belum difungsikan untuk pelayanan masyarakat.

Kondisi itu membuat bangunan yang semestinya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan justru belum dapat memberikan manfaat secara optimal bagi warga, khususnya masyarakat di wilayah Garut bagian utara.

Dinkes Garut: Anggaran Tidak Menguap

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Lely Yuliani, M.M., memberikan penjelasan terkait kondisi RSUD Limbangan.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit tersebut memang belum selesai secara menyeluruh sehingga belum dapat difungsikan. Kondisi beberapa bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan juga tidak terlepas dari belum digunakannya fasilitas tersebut secara optimal.

Namun, ia menegaskan bahwa anggaran puluhan miliar rupiah yang telah digunakan bukan berarti hilang atau menguap.

Seluruh hasil pembangunan bertahap sejak 2020, kata dia, telah menjadi aset resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Kemampuan Fiskal Daerah Jadi Kendala

Lely menjelaskan, salah satu kendala utama yang membuat RSUD Limbangan belum dapat dioperasikan adalah kebutuhan anggaran yang masih cukup besar.

Pemerintah daerah masih membutuhkan anggaran untuk menuntaskan pembangunan fisik sekaligus mempersiapkan kebutuhan operasional rumah sakit.

Di sisi lain, kemampuan fiskal Kabupaten Garut saat ini dinilai masih terbatas.

Pada Perubahan Anggaran 2026, pemerintah sebenarnya sempat merencanakan alokasi untuk pemeliharaan dan penataan bangunan. Namun, rencana tersebut belum dapat dilaksanakan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Pemkab Garut Siapkan Anggaran 2027

Pemerintah Kabupaten Garut berencana kembali mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan dan penataan RSUD Limbangan pada 2027.

Rencana tersebut berjalan sembari menunggu kelanjutan pembangunan fisik secara keseluruhan.

Pemerintah Kabupaten Garut juga tengah menyiapkan alternatif agar sebagian fasilitas yang memungkinkan dapat dimanfaatkan lebih dahulu.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penggunaan sebagian bangunan untuk pelayanan kesehatan dasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah aset yang telah dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah terus dibiarkan tanpa pemanfaatan.

Warga Garut Utara Menanti Kepastian

Keberadaan RSUD Limbangan memiliki arti penting bagi masyarakat Garut bagian utara. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, akses pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih mudah bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Karena itu, kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan sebelum difungsikan menjadi perhatian tersendiri.

Pemerintah daerah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan aset tersebut tidak semakin terdegradasi sekaligus menyelesaikan pembangunan yang masih tersisa.

Publik pun menanti realisasi rencana pemerintah pada 2027. Apakah RSUD Limbangan akhirnya dapat diselamatkan dan mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau kembali menghadapi penundaan?

Yang jelas, setelah sekitar Rp43 miliar terserap dan enam tahap pembangunan dilalui sejak 2020, masyarakat Garut bagian utara masih menunggu satu hal: RSUD Limbangan benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat. (kh)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Indonesia dinilai jadi target mafia judol internasional. Mengapa judi online sulit diberantas? Simak akar masalah dan solusi sistemisnya.

  • Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir

    Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir, tapi Nekat Ngecer!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Isu dugaan pelanggaran izin usaha oleh Toko Sen Sen di Kota Tasikmalaya akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang Pasar Cikurubuk, pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Toko Sen Sen memang memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya melayani penjualan eceran. Temuan tersebut disampaikan […]

  • Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Malam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di […]

  • 520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Star Energy Geothermal (SEG) melalui operasional PLTP Salak. Sebanyak 520 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor kini merasakan manfaat akses listrik gratis melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas yang dijalankan secara bertahap sejak 2018. Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang sebelumnya belum […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya IPSI Cup

    Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membina olahraga sekaligus melestarikan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X yang digelar di Gedung Olahraga Sukapura, Senin (29/12/2025). Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, hadir langsung memberikan dukungan dan motivasi kepada para pesilat muda yang mengikuti Kejuaraan Alpen Pencak […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

expand_less