Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Optimalkan Perempuan Berdaya dengan Cara Islam

Optimalkan Perempuan Berdaya dengan Cara Islam

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Program Inkubasi Bisnis “Perempuan Berdaya” 2026 dengan menggandeng Yayasan Rumah Indung Kreatif Indonesia (YRIKI) dan Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, serta memperluas daya saing.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, mengatakan program tersebut memberikan penguatan kepada pelaku UMKM dalam sejumlah aspek pengembangan usaha.

“Melalui program ‘Perempuan Berdaya’ 2026, pelaku UMKM mendapatkan penguatan dalam berbagai aspek usaha, di antaranya literasi keuangan, legalitas, digitalisasi, pengembangan produk, hingga akses pasar dan pembiayaan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM semakin mandiri dalam mengelola usaha serta siap memperluas pasar dan mengakses pembiayaan.

Ketika Pemberdayaan Perempuan Diukur dari Ekonomi

Program pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas ekonomi tentu memiliki manfaat bagi perempuan yang menjalankan usaha. Namun, dari perspektif penulis, terdapat persoalan yang lebih mendasar mengenai bagaimana makna perempuan berdaya didefinisikan.

Penulis menilai cara pandang kapitalisme-sekuler telah memengaruhi pemaknaan terhadap peran perempuan. Ukuran keberhasilan perempuan kerap dikaitkan dengan kemampuan menghasilkan pendapatan, meningkatkan keuntungan bisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam paradigma tersebut, pemberdayaan perempuan kemudian lebih banyak diarahkan pada peningkatan produktivitas ekonomi.

Padahal, menurut penulis, perempuan memiliki peran lain yang tidak kalah penting, terutama sebagai ibu dan pendidik generasi.

Persoalannya bukan pada aktivitas ekonomi perempuan semata, melainkan pada ketika nilai seorang perempuan seolah-olah hanya diukur berdasarkan kontribusinya terhadap ekonomi.

Perempuan Berdaya dalam Perspektif Islam

Islam memiliki perspektif berbeda mengenai makna pemberdayaan perempuan.

Dalam pandangan Islam yang menjadi dasar tulisan ini, perempuan berdaya bukan sekadar perempuan yang mandiri secara materi, tetapi perempuan yang mampu mengoptimalkan seluruh potensinya sebagai bagian penting dalam membangun peradaban.

Perempuan memiliki peran sebagai ibu sekaligus pendidik generasi. Karena itu, peran keibuan tidak semestinya dipandang sebagai pekerjaan domestik yang rendah atau tidak produktif.

Justru melalui keluarga, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak yang kelak menjadi bagian dari masyarakat.

Dengan perspektif tersebut, pemberdayaan perempuan tidak seharusnya hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja atau mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan perempuan dapat menjalankan peran sosial dan keluarganya secara optimal.

Negara dan Sistem Pendukung Perempuan

Dalam pandangan Islam, optimalisasi peran perempuan tidak berarti membebankan seluruh tanggung jawab kepada perempuan secara individual.

Sebaliknya, terdapat mekanisme keluarga dan negara yang berfungsi memberikan perlindungan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup.

Penulis berpandangan bahwa perempuan harus mendapatkan jaminan nafkah dari pihak yang memiliki kewajiban menafkahinya. Dalam kondisi tertentu ketika kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Prinsip tanggung jawab pemimpin terhadap rakyat juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Amir (pemimpin) masyarakat adalah pengurus mereka dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya.”

(HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad).

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak semata-mata dibebankan kepada individu.

Pendidikan dan Keluarga sebagai Pilar Peradaban

Jika perempuan hanya diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi, terdapat risiko bahwa peran keluarga dan pendidikan generasi kurang mendapatkan perhatian.

Dalam perspektif Islam, keluarga merupakan salah satu lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian anak. Karena itu, perempuan sebagai ibu memiliki posisi strategis dalam proses pendidikan tersebut.

Optimalisasi perempuan berarti memastikan mereka memperoleh ilmu, keterampilan, perlindungan, serta dukungan sosial dan ekonomi yang memungkinkan mereka menjalankan berbagai tanggung jawab secara seimbang.

Dengan demikian, pendidikan, sistem sosial, dan kebijakan ekonomi tidak berdiri sendiri. Ketiganya harus saling mendukung agar perempuan tidak diposisikan hanya sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi.

Mengubah Makna “Perempuan Berdaya”

Program pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian pelaku UMKM. Namun, menurut penulis, makna pemberdayaan tersebut perlu dilihat secara lebih luas.

Perempuan berdaya bukan hanya perempuan yang mampu menghasilkan pendapatan. Perempuan juga berdaya ketika mampu menjalankan peran intelektual, sosial, keluarga, dan pendidikan secara optimal.

Dalam perspektif Islam, perempuan bukan sekadar bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi. Ia memiliki kedudukan strategis dalam keluarga dan masyarakat serta berperan dalam membentuk generasi masa depan.

Karena itu, pemberdayaan perempuan idealnya tidak hanya berbicara tentang literasi keuangan, legalitas usaha, digitalisasi, akses pasar, dan pembiayaan. Pemberdayaan juga perlu memastikan adanya sistem yang melindungi perempuan, menjaga kehormatannya, mendukung peran keibuannya, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan tanggung jawabnya.

Pada akhirnya, perempuan berdaya dalam perspektif Islam bukan sekadar perempuan yang mandiri secara ekonomi, melainkan perempuan yang mampu mengoptimalkan potensinya sebagai bagian dari pembentukan generasi dan peradaban.

Wallahu a’lam bi ash-shawab. – Laela Faridah, S.Kom.I

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    Pergantian Kapolres Sukabumi Kota, Warnai Awal Tahun.

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Tongkat komando di lingkungan Polres Sukabumi Kota resmi berpindah tangan. Pergantian Kapolres Sukabumi ini menandai dimulainya kepemimpinan AKBP Ardian Satrio Utomo sebagai Kapolres Sukabumi Kota, menggantikan AKBP Rita Suwadi yang mendapat amanah baru sebagai Kapolres Majalengka. Pergantian tersebut merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025. Polda Jawa […]

  • Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

    Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Upaya penyelundupan sabu di Lapas Banceuy, Kota Bandung, kembali terbongkar. Kali ini, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy mengamankan seorang wanita hamil yang nekat membawa narkotika jenis sabu dan obat keras saat hendak menjenguk warga binaan. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan ini, saat pelaku datang ke area kunjungan lapas. Sejak awal, petugas […]

  • Hasil Pertandingan Persib Bandung Vs Malut United (Jumat, 06/02/2026)

    Hasil Pertandingan Persib Bandung Vs Malut United (Jumat, 06/02/2026)

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan melawan Malut United. Dalam 15 menit pertama, Maung Bandung menguasai penguasaan bola dan tempo permainan. Meski demikian, dominasi tersebut belum berbuah peluang berbahaya ke gawang Malut United. Di sisi lain, Malut United memilih bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik. Namun, […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya IPSI Cup

    Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membina olahraga sekaligus melestarikan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dukung IPSI Cup ke-X yang digelar di Gedung Olahraga Sukapura, Senin (29/12/2025). Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, hadir langsung memberikan dukungan dan motivasi kepada para pesilat muda yang mengikuti Kejuaraan Alpen Pencak […]

  • Polres Tasikmalaya Kota menangkap pelaku prostitusi online

    Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Dugaan Prostitusi Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beroperasi di sejumlah hotel di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tujuh orang tersangka yang diduga berperan sebagai mucikari dalam praktik prostitusi online. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP M. Faruk Rozi, […]

  • Langkah Antisipasi Aksi Premanisme di Ciamis.

    Langkah Antisipasi Aksi Premanisme di Ciamis.

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Kepolisian Resor Ciamis Polda Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan di sejumlah ruang publik guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu fokus pengamanan dilakukan di kawasan Pasar Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Selasa (13/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari kegiatan cipta kondisi untuk menekan potensi aksi premanisme Ciamis yang kerap meresahkan masyarakat, […]

expand_less