Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan
- account_circle KangHasan
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025 secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi sepanjang tahun 2025.
Sepanjang pelaksanaannya, GPM Istimewa 2025 telah digelar sebanyak 546 kali di berbagai kecamatan. Total volume pangan yang didistribusikan mencapai 2.300 ton, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp34 miliar. Program ini tercatat telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 1,6 juta masyarakat Kabupaten Bogor, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Bogor dalam memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Capai 100 Persen
Pelaksanaan GPM Istimewa 2025 mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Hal ini tercermin dari hasil Survei Pelaksanaan GPM 2025 yang melibatkan 582 responden. Dari survei tersebut, sebanyak 60 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 40 persen lainnya menyatakan puas terhadap pelaksanaan program.
Dengan demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap GPM Istimewa 2025 berada pada kategori “PUAS”, bahkan mencapai 100 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas. Hasil ini menjadi indikator keberhasilan program dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pangan murah dan berkualitas.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan distribusi bahan pokok, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar program distribusi bahan pokok, tetapi juga wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Bogor dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Rudy Susmanto.
GPM Jadi Strategi Pengendalian Inflasi Daerah
Lebih lanjut, hasil survei tersebut menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan akses pangan murah bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui GPM Istimewa 2025, Pemkab Bogor berhasil menekan gejolak harga pangan yang kerap terjadi pada momen-momen tertentu, seperti hari besar keagamaan dan kondisi cuaca ekstrem.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Bogor untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan Gerakan Pangan Murah di masa mendatang. Pemerintah daerah bertekad menjadikan GPM sebagai program unggulan dalam pengendalian inflasi daerah, sekaligus instrumen penting dalam meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Gerakan Pangan Murah Istimewa 2025 diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model program ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan, inklusif, serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. (KH)
- Penulis: KangHasan
