Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya.

Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari sekadar angka menuju pertanyaan struktural. Aset yang tak terlacak bukan hanya berada di unit teknis lapangan, tetapi juga di perangkat daerah yang sehari-hari bergelut dengan pencatatan, pengendalian, dan perencanaan. Dalam konteks ini, masalahnya bukan semata siapa yang memegang barang, melainkan bagaimana sistem bekerja—atau tidak bekerja—sebagaimana mestinya.

Pada unit pengelola keuangan daerah, misalnya, aset yang tak terlacak didominasi perangkat teknologi informasi: laptop, notebook, PC workstation, hingga tablet. Perangkat ini merupakan alat kerja inti untuk penyusunan laporan, pengolahan data, dan pengendalian administrasi. Sebagian tercatat bernilai relatif tinggi dan masih berstatus aktif dalam inventaris. Namun saat pemeriksaan fisik dilakukan, keberadaannya tidak dapat ditunjukkan.

Di sisi lain, unit perencanaan daerah juga mencatat jumlah signifikan aset serupa. Laptop dan tablet yang lazim digunakan untuk analisis program dan perencanaan pembangunan masuk dalam daftar aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Sementara pada Sekretariat Daerah, kendaraan dinas—khususnya sepeda motor operasional—menjadi komponen menonjol, disertai perangkat TIK dalam jumlah tertentu.

Ironi Fungsi dan Lemahnya Pengendalian

Paradoks ini menjadi kunci angle berita. Unit yang bertugas mengelola dan mengendalikan justru berada di lingkaran temuan. Data auditor negara mencatat bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan belum optimalnya pengawasan, lemahnya koordinasi inventarisasi, serta kurang cermatnya pencatatan dan pengamanan aset di tingkat unit kerja.

Dalam praktik sehari-hari, pengelolaan aset tak berhenti pada pembelian dan pencatatan awal. Ia menuntut mekanisme serah-terima yang tertib, pengawasan saat terjadi mutasi pegawai, serta pembaruan data inventaris secara berkala. Ketika fungsi-fungsi ini tidak berjalan konsisten, daftar aset mudah tertinggal dari realitas lapangan.

Yang mempertegas ironi, sebagian besar aset tersebut masih dicatat dalam kondisi “baik.” Artinya, secara administrasi aset dianggap ada dan layak pakai. Namun tanpa pembuktian fisik, catatan tersebut kehilangan makna sebagai alat pengendalian. Di titik inilah, tata kelola diuji: apakah pencatatan hanya formalitas, atau benar-benar cermin penguasaan fisik.

Auditor negara menekankan perlunya penelusuran menyeluruh terhadap seluruh aset yang belum dapat diyakini keberadaannya, sekaligus pembenahan sistem pengendalian internal. Rekomendasi ini menuntut pendekatan yang lebih dari sekadar menemukan barang. Akar masalah—mulai dari alur pengadaan, distribusi, hingga pengamanan—perlu dibenahi agar tidak berulang.

Bagi publik Sukabumi, temuan ini membuka ruang refleksi yang lebih luas. Pengelolaan aset daerah bukan hanya soal memenuhi kewajiban administrasi, tetapi memastikan uang publik benar-benar berwujud manfaat nyata. Ketika unit pengelola justru dominan dalam temuan, pembenahan sistem menjadi agenda mendesak, bukan pilihan.

Dengan tenggat tindak lanjut yang telah ditetapkan auditor negara, perhatian kini tertuju pada langkah konkret pemerintah daerah. Apakah penelusuran akan memperjelas keberadaan aset, dan apakah pembenahan sistem mampu memutus paradoks ini. Pada akhirnya, kualitas tata kelola diuji bukan oleh banyaknya aturan, melainkan oleh kemampuan sistem menjaga aset publik tetap berada di tempat yang seharusnya. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Pekan ke-19 BRI Super League 2025–2026 akan menyajikan duel menarik antara Persis Solo Vs Persib Bandung. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026) sore, mulai pukul 15.30 WIB, dan diprediksi berjalan panas sejak menit awal. Bagi Persis Solo, laga ini menjadi ujian berat sekaligus kesempatan penting untuk memperbaiki posisi […]

  • Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    Sidang Kasus Resbob di PN Bandung: Ancaman 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Sidang kasus Resbob resmi digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Senin (24/2/2026). Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob duduk sebagai terdakwa atas dugaan penyebaran ujaran kebencian bermuatan permusuhan terhadap kelompok masyarakat berdasarkan etnis Sunda. Jaksa Penuntut Umum mendakwa Resbob melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya […]

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

  • Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

    Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Ramadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyayat hati bagi sejumlah warga Kampung Cijarian, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di saat umat Muslim lain menikmati suasana sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing, sebagian warga di wilayah ini justru harus menjalani ibadah dalam kondisi […]

  • Gibran ke Tasikmalaya:  Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    Gibran ke Tasikmalaya: Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, aparat gabungan mulai bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi pusat pengamanan adalah area depan Pasar Cikurubuk, pasar terbesar di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi hari, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan […]

  • Tol Bocimi Beroperasi Jalur Cibadak–Karangtengah Dibuka Gratis untuk Pemudik!

    Tol Bocimi Beroperasi Jalur Cibadak–Karangtengah Dibuka Gratis untuk Pemudik!

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kabar baik bagi para pemudik yang menuju Sukabumi. Tol Bocimi beroperasi secara fungsional pada ruas Seksi 3 Cibadak–Karangtengah mulai Sabtu (14/3/2026). Pengoperasian jalur sepanjang sekitar 5 kilometer ini dilakukan oleh PT Trans Jabar Tol (TJT) sebagai langkah untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur nasional Sukabumi, khususnya di kawasan Parungkuda […]

expand_less