Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 310
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dibuat resah. Hingga pertengahan Januari 2026, gaji bulanan yang biasa mereka terima di awal bulan belum juga masuk ke rekening. Kondisi ini memicu keluhan luas, terutama karena bertepatan dengan kebutuhan rumah tangga dan kewajiban cicilan yang tidak bisa ditunda.

Fenomena yang oleh para pegawai disebut sebagai “tanggal tua di awal bulan” ini menyebar cepat dari obrolan internal hingga media sosial. Banyak ASN mengaku harus mengatur ulang keuangan secara darurat karena gaji yang tak kunjung cair.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, membenarkan adanya keterlambatan pencairan gaji tersebut. Ia menjelaskan, persoalan utama bersumber dari proses administrasi penganggaran di awal tahun yang belum sepenuhnya rampung.

“Memang ada keterlambatan. Ini terkait penyesuaian dan penyelesaian administrasi anggaran di awal tahun,” kata Ade Suryaman.

Bukan Kasus Tunggal, Jabar Alami Masalah Serupa

Masalah gaji ASN telat ternyata tidak hanya terjadi di Sukabumi. Sejumlah daerah di Jawa Barat juga menghadapi kendala serupa pada awal 2026, meski dengan penyebab yang berbeda-beda.

Di Kabupaten Purwakarta, pencairan gaji ASN sempat tertahan hingga pekan kedua Januari. Pemerintah daerah setempat menemukan kesalahan input data pada sistem SIPD-RI di delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kesalahan teknis itu memicu penguncian sistem secara otomatis dan menghambat proses pencairan.

Kota Cirebon pun mengalami kondisi hampir serupa. Pemerintah kota baru menargetkan pencairan gaji ASN pada 12 Januari. Pihak pemkot secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pegawai dan mengakui adanya kekeliruan dalam penjadwalan pengelolaan anggaran saat masa transisi tahun anggaran.

Sementara itu, di Kabupaten Indramayu, sekitar 4.733 pegawai PPPK harus menunggu lebih lama. Proses verifikasi data pada aplikasi keuangan baru membutuhkan waktu sinkronisasi yang lebih intensif. Di sisi lain, Kabupaten Pangandaran justru menjadi salah satu daerah tercepat dengan mencairkan gaji ASN pada 5 Januari setelah verifikasi administrasi selesai.

Keluhan ASN: Cicilan Jalan, Gaji Belum Masuk

Bagi para ASN, keterlambatan ini bukan sekadar persoalan administratif. Dampaknya langsung terasa pada stabilitas ekonomi keluarga. Seorang ASN di lingkungan Pemkab Sukabumi mengungkapkan kegelisahannya.

“Kami ini hidup dari gaji bulanan. Cicilan bank jalan terus, biaya sekolah sudah nagih, kebutuhan dapur mendesak, tapi saldo rekening masih kosong. Setiap tahun alasannya sistem, tapi kami yang menanggung risikonya,” keluhnya.

Keluhan serupa banyak disuarakan ASN lain, terutama mereka yang bergantung penuh pada pendapatan tetap setiap bulan.

SIPD-RI, Masalah Lama yang Kembali Terulang

Keterlambatan gaji ASN di awal tahun kerap dikaitkan dengan penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI). Sinkronisasi data anggaran antara pemerintah pusat dan daerah sering menjadi titik rawan, terutama saat transisi tahun anggaran.

Kini, ASN di Kabupaten Sukabumi berharap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) segera menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Mereka berharap hak bulanan bisa diterima dalam waktu dekat agar aktivitas dan kewajiban finansial kembali berjalan normal. (KH)

_”kanikmatan teh rek leutik atawa badag sakuduna tetep di-syukuri, lamun geus euweuh karak karasa butuhna”-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • sampah-dadaha-tasikmalaya-dlh-bersihkan

    Sampah Dadaha Dibersihkan Semalaman, DLH Tasikmalaya Siap Bergerak ke Cikurubuk

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    DLH Kota Tasikmalaya bekerja hingga malam membersihkan tumpukan sampah di TPS 3R Dadaha. Setelah tuntas, fokus bergeser ke Pasar Cikurubuk.

  • Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai mengirim pesan yang lebih tegas kepada warganya: persoalan sampah tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dengan produksi sampah harian yang menembus angka 1.500 ton, Bandung kini berada di persimpangan antara perubahan sistem pengelolaan atau risiko lingkungan yang semakin besar. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram […]

  • Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin berat, sementara harapan masyarakat terus meningkat. Pesan itu ia sampaikan saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/1/2026). Di awal tahun anggaran, Dedie mengingatkan seluruh […]

  • Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya akhirnya memasuki babak penyelesaian. Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik dan memicu inspeksi dari DPRD, persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Isu ini mencuat seiring pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tasikmalaya dalam beberapa […]

  • perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi di Kampung Simpang, RT 03 RW 02, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut - Wartaloka

    Perempuan Diduga Melompat dari Jembatan Sasak Besi di Bayongbong Garut

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Polisi dan warga menyelamatkan perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi Bayongbong Garut.

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

expand_less