Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Garut Butuh Pertolongan, Orang Tua Rekam Pesan untuk Gubernur Jawa Barat

Warga Garut Butuh Pertolongan, Orang Tua Rekam Pesan untuk Gubernur Jawa Barat

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, Berita Garut – Sebuah video berdurasi singkat merekam suara lirih seorang ayah yang meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Video itu kini menyentuh banyak hati, karena di balik rekaman sederhana tersebut tersimpan kisah panjang perjuangan sebuah keluarga kecil di Kabupaten Garut.

Pasangan suami istri itu adalah Pirmansyah dan Isoh Nurjanah, warga RW 10 Kampung Dandeur, Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng. Dalam video tersebut, Pirmansyah menjelaskan kondisi anak mereka yang mengalami gangguan kejiwaan dan belum menunjukkan perkembangan meski telah menjalani berbagai pengobatan.

Hidup yang Semakin Berat

Bagi keluarga ini, penyakit sang anak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan ekonomi dan mental. Pirmansyah sehari-hari bekerja sebagai pasapon atau tenaga kebersihan di SMA 23 Pakenjeng. Penghasilan yang terbatas membuat mereka harus berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih ketika perhatian harus tercurah penuh untuk sang anak.

“Ikhtiar sudah kami lakukan, tapi kondisi anak belum juga membaik,” ujar Pirmansyah dalam video tersebut dengan suara bergetar.

Video Dikirim oleh Tetangga

Menariknya, video tersebut bukan dibuat untuk viral. Rekaman itu dibuat oleh seorang tetangga yang menyaksikan langsung perjuangan keluarga tersebut dari hari ke hari (berita disadur dari lintas priangan). Sang tetangga juga mengirimkan video kedua yang memperlihatkan kondisi sang anak, seorang remaja perempuan dengan tatapan kosong dan perilaku yang membutuhkan penanganan khusus.

Fakta ini memperkuat bahwa kisah warga garut butuh pertolongan bukanlah cerita fiktif atau dilebih-lebihkan.

Harapan pada Kepedulian Negara

Dalam video tersebut, Pirmansyah tidak menuntut, tidak pula menyalahkan siapa pun. Ia hanya berharap negara hadir membantu warganya yang sudah kehabisan daya. Nama Kang Dedi Mulyadi disebut sebagai simbol harapan, karena rekam jejak kepeduliannya terhadap warga kecil.

Berita ini menjadi pengingat bahwa di sudut-sudut Garut, masih ada keluarga yang bertahan dalam diam, menunggu satu pintu pertolongan terbuka. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perayaan Cap Go Meh di Ciamis Berlangsung Khidmat

    Perayaan Cap Go Meh di Ciamis Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesan Toleransi Menguat Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Tek Bio berlangsung khidmat dan penuh warna. Ratusan umat dan warga sekitar memadati halaman kelenteng yang berada di pusat Kota Ciamis itu untuk mengikuti rangkaian ibadah dan tradisi budaya yang menjadi penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sejak pagi, suasana […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Tumpukan sampah ilegal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang muncul di kawasan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Keberadaan TPS ilegal tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi […]

  • Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Hujan deras yang disertai angin kencang di Cidahu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali membawa duka bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah sederhana milik Hery, warga Kampung Panagan, RT 04 RW 02, roboh diterjang cuaca ekstrem pada Kamis pagi (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Rumah yang dihuni satu […]

  • Arsenal Wajib Bangkit di Elland Road, Leeds Siap Jegal The Gunners

    Arsenal Tertekan, Leeds Punya Peluang Kejutkan di Elland Road. Sabtu 31/1/2026.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA OLAHRAGA. Arsenal datang ke Elland Road dengan beban berat di pundak mereka. Tiga laga tanpa kemenangan di Premier League membuat posisi The Gunners di papan atas mulai terancam, sementara para pesaing terus memangkas jarak. Sabtu (31/1/2026) malam waktu Indonesia, tim asuhan Mikel Arteta harus bertandang ke markas Leeds United—stadion yang dikenal angker bagi […]

  • Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – “Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan […]

expand_less