Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 315
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIGelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah.

Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam perkara berbeda.

Yang membuat publik semakin miris, rangkaian kasus tersebut terjadi berdekatan dengan bulan suci Ramadhan—periode yang secara spiritual identik dengan pengendalian diri, refleksi moral, dan peningkatan ibadah.

Ironinya, di saat masyarakat berlomba memperbaiki diri, sebagian pejabat publik justru tersandung praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa praktik korupsi tetap terjadi, bahkan ketika masyarakat sedang berada dalam momentum religius yang kuat?


Ketika Korupsi Seolah Menjadi Agenda Rutin

Kasus yang menjerat kepala daerah sejatinya bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkali-kali melakukan OTT terhadap pejabat daerah.

Korupsi di tingkat daerah seringkali berkaitan dengan berbagai kepentingan strategis, seperti:

  • proyek pembangunan
  • pengadaan barang dan jasa
  • jual beli jabatan
  • perizinan investasi

Namun yang lebih mengkhawatirkan, pola ini terus berulang seolah menjadi siklus yang sulit diputus.

Pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli bahkan menilai fenomena OTT di Indonesia kini seperti agenda rutin.

“Di negeri ini, operasi tangkap tangan sudah seperti agenda rutin. Hampir setiap tahun, bahkan hampir setiap bulan, selalu ada pejabat atau aparat penegak hukum yang kembali terjaring. Seolah korupsi adalah ritual tahunan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Menurutnya, pola yang selalu muncul hampir seragam: konferensi pers, tersangka diborgol, janji pemberantasan korupsi, lalu perlahan isu tersebut menghilang dari perhatian publik.

“Polanya nyaris seragam, konferensi pers, borgol, janji bersih-bersih, lalu sunyi. Kita gaduh sesaat, lalu lupa. Korupsi pun berlanjut,” katanya.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa negara rajin menangkap, tetapi belum cukup serius mencegah.


Ramadhan dan Ironi Moral Kekuasaan

Ramadhan bagi masyarakat Indonesia bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga momentum spiritual yang kuat.

Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan pengendalian diri menjadi pesan utama dalam bulan suci ini.

Namun ketika pejabat publik justru tersandung korupsi pada periode yang sama, muncul ironi besar dalam kehidupan publik.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa religiusitas simbolik belum tentu berbanding lurus dengan integritas dalam jabatan.

Tidak sedikit pejabat aktif menghadiri kegiatan keagamaan, pengajian, bahkan tampil dalam berbagai acara sosial selama Ramadhan.

Tetapi di balik itu, praktik penyalahgunaan kekuasaan masih terjadi.

Di titik inilah publik mulai mempertanyakan sejauh mana nilai moral benar-benar menjadi fondasi dalam menjalankan kekuasaan.


  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya - wartaloka

    Perwaskim Tasikmalaya Disorot, Transparansi Data Belanja Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya dipertanyakan setelah jawaban soal data belanja dinilai belum substansial.

  • Bupati Ciamis Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag

    Bupati Ciamis Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar di Halaman MAN 2 Ciamis, Sabtu (3/1/2026). Momentum tahunan ini menjadi simbol pengabdian Kementerian Agama dalam melayani umat dan menjaga harmoni kehidupan berbangsa. “Ieu lain ukur upacara, tapi jadi momen muhasabah […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Realisasi Program MBG Saat Ini: Antara Niat Baik dan Tantangan di Lapangan

    Realisasi Program MBG Saat Ini: Antara Niat Baik dan Tantangan di Lapangan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Realisasi Program MBG saat ini dikaji kritis: dampak ke UMKM, distribusi pangan, dan solusi agar lebih tepat sasaran.

  • Islam Menindak Tegas Pelaku LGBT

    Islam Menindak Tegas Pelaku LGBT

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Islam menindak tegas pelaku LGBT dalam perspektif syariah, dengan aturan pergaulan, dakwah, dan sanksi yang berlaku.

  • Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir

    Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir, tapi Nekat Ngecer!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Isu dugaan pelanggaran izin usaha oleh Toko Sen Sen di Kota Tasikmalaya akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang Pasar Cikurubuk, pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Toko Sen Sen memang memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya melayani penjualan eceran. Temuan tersebut disampaikan […]

expand_less