Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di Sukabumi Mulai Merangkak Naik
- account_circle KangHasan
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga daging sapi di Pasar Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang dan pembeli merasakan dampaknya, terutama masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
Berdasarkan pantauan di pasar pada Senin (16/3/2026), harga daging sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp130.000 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp140.000 hingga Rp145.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, sejumlah pedagang menyebut faktor distribusi juga ikut memengaruhi harga di tingkat pasar.

Dampak Distribusi Terganggu
Salah satu pedagang daging di Pasar Cibadak, Haji Anang, mengatakan harga daging sapi jelang lebaran naik karena dipicu oleh meningkatnya harga karkas dari pemasok.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan karena kelangkaan stok sapi, melainkan adanya kendala distribusi yang dipengaruhi cuaca buruk beberapa waktu lalu.
“Kalau stok sebenarnya ada. Tapi pengiriman sapi sempat terhambat karena kondisi laut yang kurang baik, jadi pasokan dari Lampung agak terlambat,” ujarnya.
Meski harga daging sapi jelang lebaran naik, permintaan masyarakat justru mengalami peningkatan menjelang Lebaran. Jika pada hari biasa ia hanya memotong sekitar dua ekor sapi per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi tiga ekor untuk memenuhi kebutuhan pembeli.
Pedagang dan Pembeli Sama-Sama Terbebani
Hal serupa juga disampaikan oleh pedagang daging lainnya, Iman Abdurahman. Ia mengaku kenaikan harga membuat pedagang berada dalam posisi yang cukup sulit karena harus menghadapi keluhan dari pembeli.
“Kadang ada pembeli yang mengerti kondisi pasar, tapi ada juga yang merasa keberatan. Harapannya harga bisa kembali stabil,” katanya.
Kenaikan harga ini juga dirasakan langsung oleh para ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tradisional.
Salah seorang pembeli, Irma, mengaku harga daging yang terus meningkat membuat pengeluaran rumah tangga semakin berat.
“Biasanya saya beli sekitar Rp130 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp140 ribu. Kalau anak banyak tentu terasa mahal,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan, terutama menjelang hari raya.
Potensi Harga Masih Berfluktuasi
Sejumlah pedagang memperkirakan harga daging sapi masih berpotensi mengalami kenaikan hingga mendekati atau bahkan setelah Lebaran.
Karena itu masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran rumah tangga serta menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga di pasar. (KH)
- Penulis: KangHasan
