Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 317
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIWibawa guru hari ini bukan sekadar menurun, tetapi perlahan dihancurkan oleh sistem pendidikan yang kehilangan arah. Ketika adab tidak lagi dijadikan fondasi utama dalam pendidikan, maka lahirlah generasi yang berani merendahkan sosok yang seharusnya dihormati. Pendidikan akhirnya hanya berfokus pada capaian akademik, sementara pembentukan akhlak dikesampingkan.

Lunturnya Nilai Adab 

Kasus siswa yang melecehkan guru di Purwakarta menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini bukan hanya persoalan kenakalan individu, tetapi cerminan kegagalan sistem dalam menanamkan nilai hormat dan adab kepada peserta didik. Miris ketika seorang guru yang seharusnya dimuliakan justru menjadi bahan candaan, hinaan, bahkan konten demi mencari perhatian di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan hari ini lebih banyak melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi lemah dalam akhlak. Di era digital, sebagian anak lebih mengejar eksistensi dan viralitas dibanding menjaga etika. Media sosial sering dijadikan panggung untuk mencari pengakuan, tanpa mempertimbangkan batas sopan santun dan penghormatan kepada guru.

Sanksi memang diperlukan, namun hukuman semata tidak cukup menyelesaikan akar persoalan. Pendekatan yang hanya bersifat administratif atau formal sering kali hanya menyentuh permukaan. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang mampu menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya menghormati guru.

Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai Akademis

Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang memisahkan pendidikan dari nilai agama. Pendidikan diarahkan sekadar mencetak tenaga kerja dan mengejar nilai, bukan membentuk manusia berkepribadian mulia. Akibatnya, ukuran keberhasilan hanya dinilai dari prestasi akademik dan materi, sementara adab dianggap pelengkap.

Padahal dalam Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan menambah ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang baik. Guru memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi perantara ilmu. Oleh sebab itu, menghormati guru merupakan bagian dari adab yang harus ditanamkan sejak dini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua…”

(HR. Tirmidzi)

Pendidikan Karakter bukan hanya slogan

Guru termasuk sosok yang wajib dihormati karena jasanya dalam mendidik dan membimbing generasi. Ketika penghormatan kepada guru hilang, maka pendidikan akan kehilangan ruhnya.

Karena itu, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui slogan atau program seremonial. Dibutuhkan sistem pendidikan yang menjadikan akidah dan adab sebagai pondasi utama. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga media digital harus bersama-sama menjaga moral generasi agar tidak terbiasa dengan perilaku merendahkan orang lain.

Sudah saatnya pendidikan dikembalikan pada nilai yang benar, bukan sekadar aturan tanpa ruh. Memuliakan guru adalah kunci lahirnya generasi berakhlak. Sebab ketika guru dihormati, ilmu akan lebih mudah diterima, dan keberkahan pendidikan akan terjaga.

Pipih Fitriani – Aktivis Islam/ aktivis muslimah
Parongpong KBB

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Wow! 351 Aset Pemkot Sukabumi Tak Diketahui Keberadaannya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 250
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Ratusan aset milik Pemerintah Kota Sukabumi tercatat dalam pembukuan daerah, namun keberadaannya tidak dapat diyakini saat dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan data auditor negara dalam pemeriksaan tahun 2024, sedikitnya 351 unit aset berupa kendaraan dinas dan perangkat teknologi informasi tercatat tidak diketahui keberadaannya. Aset-aset tersebut mencakup sepeda motor dan kendaraan operasional, serta perangkat kerja aparatur […]

  • Pemancing Hilang di Cikeueus Sukabumi

    Pemancing Hilang di Cikeueus, Pencarian Memasuki Hari Kedua

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 222
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Upaya pencarian terhadap dua pemancing yang hilang di Pantai Cikeueus, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanjutkan pada Senin (17/11/2025). Namun hingga petang, hasilnya masih nihil. Musibah ini menyita perhatian warga pesisir karena lokasi kejadian dikenal memiliki ombak kuat yang sewaktu-waktu datang tanpa tanda. Pencarian Difokuskan di Laut dan Darat Sejak pukul 07.00 WIB, […]

  • Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Sukabumi – Suasana senja di pesisir Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang biasanya tenang berubah mencekam. Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.16 WIB, warga dan pemancing dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang terombang-ambing di tengah laut, tepat ketika matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Jasad tersebut kemudian diketahui sebagai Salman Abdul […]

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Memasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota […]

  • Kasus Kuota Haji Makin Panas, KPK Kembali Tahan Dua Tersangka

    Kasus Kuota Haji Makin Panas, KPK Kembali Tahan Dua Tersangka

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 234
    • 0Komentar

    KPK menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, yakni Ismail Adham dan Asrul Azis Taba. Total tersangka yang ditahan kini menjadi empat orang.

  • Jokowi keliling Indonesia-wartaloka

    Jokowi Siap Keliling Indonesia, Lampung, NTT dan Jawa Barat Masuk Agenda Awal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jokowi siap keliling Indonesia dalam waktu dekat. Lampung, NTT, dan Jawa Barat menjadi daerah pertama yang akan dikunjungi.

expand_less