Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kurs Dollar Capai Rp18.095, Salah Siapa?

Kurs Dollar Capai Rp18.095, Salah Siapa?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPININilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh angka Rp18.095 per dolar AS. Angka tersebut memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat, mulai dari kekhawatiran terhadap harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga masa depan perekonomian nasional.

Banyak masyarakat mulai mempertanyakan penyebab dollar naik hingga Rp18.095 dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas pelemahan rupiah yang terjadi saat ini. Namun sebelum menunjuk pihak tertentu sebagai penyebab utama, ada baiknya memahami bahwa pergerakan nilai tukar merupakan hasil dari banyak faktor yang saling berkaitan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Penguatan dolar AS biasanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), ketegangan geopolitik, hingga pergerakan modal internasional. Ketika investor dunia melihat ketidakpastian meningkat, mereka cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan tersendiri. Ketergantungan terhadap impor di beberapa sektor, kebutuhan devisa yang tinggi, serta sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi nasional turut memengaruhi kekuatan rupiah. Dengan kata lain, naiknya dolar bukan semata-mata akibat satu kebijakan atau satu orang, melainkan gabungan berbagai faktor yang terjadi secara bersamaan.

Penyebab Dollar Naik hingga Rp18.095, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar keuangan global menghadapi berbagai tekanan. Konflik geopolitik di sejumlah kawasan, ketidakpastian perdagangan internasional, serta arah kebijakan moneter negara-negara besar membuat investor memilih instrumen yang dianggap lebih aman.

Dolar AS masih menjadi mata uang cadangan dunia yang paling dipercaya. Ketika permintaan terhadap dolar meningkat, maka nilai tukarnya akan menguat terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga ikut berperan. Neraca perdagangan, arus investasi asing, tingkat konsumsi, hingga kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nilai tukar rupiah.

Selanjutnya –> Menyoal pidato Prabowo Subianto

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan inspeksi langsung ke Terminal Bubulak pascahujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Rabu (31/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi terminal yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan fungsi infrastruktur berjalan optimal. Saat berkeliling di area terminal, Dedie Rachim menemukan adanya […]

  • bencana di kabupaten tasikmalaya - wartaloka

    Tren Bencana di Kabupaten Tasikmalaya Oktober 2025: Angin Kencang Mendominasi 13 Kejadian

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 76
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Situasi bencana di Kabupaten Tasikmalaya selama Oktober 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat pada kejadian yang dipicu faktor cuaca. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang diperbarui pada 4 November 2025, terdapat 13 peristiwa bencana sepanjang bulan tersebut. Dari jumlah itu, angin kencang menjadi bencana yang paling banyak terjadi, tercatat sebanyak 7 kejadian. Sementara tanah […]

  • 426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Data KPAI mencatat 426 kasus kekerasan terhadap anak dalam empat bulan. Mengapa kasus ini terus berulang?

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teras Cihampelas kembali menuai sorotan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun ketertiban kota. Menurut Yogi, relokasi PKL memang […]

expand_less